logo

Hukum Tato Lafadz Allah di Badan | Konsultasi Muslim

 


Masih banyak manusia yang dengan bangganya memperagakan tato yang dia miliki di badannya, entah itu di tangan, leher atau yang lainnya. Menurut orang yang segolongan dengan dia mungkin terlihat keren, namun menurut orang yang tidak segolongan dengan dia tato tersebut malah seperti mengotori badan dan menjadikan badan tampak berantakan. Dan Islam pun melarang keras seorang muslim untuk membuat tato di badannya.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


لَعَنَ اللَّهُ الوَاصِلَةَ وَالمُسْتَوْصِلَةَ، وَالوَاشِمَةَ وَالمُسْتَوْشِمَةَ


Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang meminta disambungkan rambutnya, begitu pula perempuan yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato. (HR. Bukhari, hadits no. 5933).


Dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata :


لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ، وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ، وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ قَالَ: فَبَلَغَ ذَلِكَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي أَسَدٍ يُقَالُ لَهَا: أُمُّ يَعْقُوبَ وَكَانَتْ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ، فَأَتَتْهُ فَقَالَتْ: مَا حَدِيثٌ بَلَغَنِي عَنْكَ أَنَّكَ لَعَنْتَ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ، وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ، فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: وَمَا لِي لَا أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ وَهُوَ فِي كِتَابِ اللهِ، فَقَالَتِ الْمَرْأَةُ: لَقَدْ قَرَأْتُ مَا بَيْنَ لَوْحَيِ الْمُصْحَفِ فَمَا وَجَدْتُهُ فَقَالَ: " لَئِنْ كُنْتِ قَرَأْتِيهِ لَقَدْ وَجَدْتِيهِ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا


“Allah melaknat perempuan yang menato dan yang meminta ditato, yang menghilangkan bulu di wajahnya dan yang meminta dihilangkan bulu di wajahnya, yang merenggangkan giginya supaya terlihat cantik, juga perempuan yang mengubah ciptaan Allah.”


Hal ini pun sampai pada telinga seorang wanita dari Bani Asad yang dipanggil Ummu Ya’qub, ia biasa membaca Al Qur’an. Dia pun mendatangi Ibnu Mas’ud lantas berkata, “Ada hadits yang telah sampai padaku darimu bahwasanya engkau melaknat perempuan yang menato dan yang meminta ditato, yang meminta dihilangkan bulu di wajahnya, yang merenggangkan giginya supaya terlihat cantik, juga perempuan yang mengubah ciptaan Allah, benarkah?”


Ibnu Mas’ud menjawab, “Kenapa aku tidak melaknat orang yang dilaknat oleh Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan itu sudah ada dalam Al Qur’an.”


Wanita tersebut kembali berkata, “Aku telah membaca Al Quran namun aku tidak mendapati tentang hal itu.”


Ibnu Mas’ud berkata, “Coba engkau baca kembali pasti engkau menemukannya. Allah Ta’ala berfirman, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS. Al Haysr: 7). (HR. Muslim, hadits no. 2125).


Inilah hukum membuat tato di dalam Islam, hukumnya haram dan tidak dibenarkan sama sekali walau untuk alasan apapun.


Bagaimana dengan menulis lafadz Allah di baju, bolehkah?


Imam Zakariya Al-Anshory rohimahullah menuqil pendapat Imam An-Nawawi di dalam kitabnya Asna Al-Mathoolib Syarhu Roudhit Thoolib :


وَيُكْرَهُ كَتْبُهُ أَيْ الْقُرْآنِ عَلَى حَائِطٍ وَلَوْ لِمَسْجِدٍ وَعِمَامَةٍ لَوْ قَالَ وَثِيَابٌ كَمَا فِي الرَّوْضَةِ كَانَ أَوْلَى وَطَعَامٌ وَنَحْوُهَا


Dan makruh menulis ayat Al-Qur’an pada tembok, walaupun dinding masjid, dan pada sorban, dan baju sebagaimana pendapat Imam Nawawi di kitab Raudhah, makanan dan semisalnya. (Asna Al-Mathoolib Syarhu Roudhit Thoolib, jilid 1 halaman 62).


Perlu diketahui, bahwa baju yang ada lafadz Allah nya saja dilarang oleh para ulama, apalagi membuat tato dengan lafadz Allah, tentunya hukumnya haram karena bisa menghinakan lafadz Allah sendiri, apalagi ditulis di badan. Na’udzubillah. Ini adalah bentuk penghinaan yang sangat besar dan pelakunya berdosa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Oleh sebab itu hindari membuat tato, apapun bentuknya karena hukumnya haram dan pelakunya dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.