logo

Hukuman Bagi Pelaku LGBT dalam Islam | Konsultasi Muslim

 


Perbuatan LGBT adalah perbuatan yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada zaman Nabi Luth ‘alaihis salam, pernah terjadi perilaku homoseksual dan lesbian, namun pada akhirnya kaum sodom tersebut diazab oleh Allah dengan azab yang pedih. Allah menimpakan kepada mereka bebatuan dari langit dan negeri mereka dibalikkan (yang atas ke bawah dan yang bawah ke atas).


Allah berfirman :


وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ


Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (QS. Al-A’raf : 84).


فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ


Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. (QS. Hud : 82).


Perbuatan kaum sodom ini juga dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai mengulanginya 3 kali.


Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ " ثَلاثًا


Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth. Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth. 3 kali. (HR. Ahmad, hadits no. 2913).


Beberapa hukuman bagi pelaku LGBT menurut para ulama :


Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعَمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ


Siapa menjumpai orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth (homo), maka bunuhlah pelaku dan objeknya. (HR. Abu Dawud, hadits no. 4462).


Imam As-Shon’ani rohimahullah berkata di dalam kitabnya Subulus Salam min Jam’i Adillatil Ahkaam :


وَالْحَدِيثُ فِيهِ مَسْأَلَتَانِ " الْأُولَى ": فِيمَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَا رَيْبَ أَنَّهُ ارْتَكَبَ كَبِيرَةً وَفِي حُكْمِهَا أَقْوَالٌ:


Dan hadits ini mencakup dua hal : Yang pertama : Barangsiapa yang melakukan perbuatan kaum Luth, tidak ada keraguan bahwa dia melakukan dosa besar. Hukumannya ada beberapa menurut ulama :


" الْأَوَّلُ ": أَنَّهُ يُحَدُّ حَدَّ الزَّانِي قِيَاسًا عَلَيْهِ بِجَامِعِ إيلَاجِ مُحَرَّمٍ فِي فَرْجٍ مُحَرَّمٍ وَهَذَا قَوْلُ الْهَادَوِيَّةِ وَجَمَاعَةٍ مِنْ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ وَإِلَيْهِ رَجَعَ الشَّافِعِيُّ


Yang pertama : Bahwa pelakunya dihukumi dengan hukuman pezina karena diqiyaskan atasnya karena mencakup hubungan yang terlarang di tempat yang diharamkan. Ini adalah pendapat Al-Hadawiyyah dan sekelompok dari ulama salaf dan ini juga yang menjadi pendapat Imam As-Syafi’i.


" وَالثَّانِي ": يُقْتَلُ الْفَاعِلُ وَالْمَفْعُولُ بِهِ مُحْصَنَيْنِ كَانَا أَوْ غَيْرَ مُحْصَنَيْنِ، لِلْحَدِيثِ الْمَذْكُورِ، وَهُوَ لِلنَّاصِرِ وَقَدِيمُ قَوْلَيْ الشَّافِعِيِّ، وَكَانَ طَرِيقَةُ الْفُقَهَاءِ أَنْ يَقُولُوا فِي الْقَتْلِ فِعْلٌ وَلَمْ يُنْكَرْ فَكَانَ إجْمَاعًا سِيَّمَا مَعَ تَكْرِيرِهِ مَعَ أَبِي بَكْرٍ وَعَلِيٍّ وَغَيْرِهِمَا


Yang kedua : Pelaku dan yang dijadikan sasaran melakukan itu hukumannya dibunuh, baik dia sudah menikah ataupun belum menikah berdasarkan yang disebutkan di dalam hadits. Dan ini adalah penguat dari 2 perkataan Imam Syafi’i yang terdahulu. Dan adalah metode para ulama Fiqih mereka mengatakan pelakunya dibunuh dan ini tidak diingkari dan ini merupakan kesepakatan ulama dan ini juga merupakan pendapat Abu Bakar, Ali dan lainnya.


الثَّالِثُ : أَنَّهُ يُحْرَقُ بِالنَّارِ، فَأَخْرَجَ الْبَيْهَقِيُّ أَنَّهُ اجْتَمَعَ رَأْيُ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَلَى تَحْرِيقِ الْفَاعِلِ وَالْمَفْعُولِ بِهِ وَفِيهِ قِصَّةٌ وَفِي إسْنَادِهِ إرْسَالٌ. وَقَالَ الْحَافِظُ الْمُنْذِرِيُّ: حَرَقَ اللُّوطِيَّةَ بِالنَّارِ أَرْبَعَةٌ مِنْ الْخُلَفَاءِ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَعَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ وَهِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ


Yang ketiga : Hukumannya adalah dibakar dengan api. Imam Al-Baihaqi meriwayatkan abhwa dia mengumpulkan pendapat sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas pembakaran pelaku dan yang dijadikan sasaran melakukan perbuatan tersebut dan di dalamnya ada sebuah kisah dan sanadnya terputus. Al-Hafidz Al-Mundziri berkata : kaum sodom dibakar dengan api dan ini adalah pendapat 4 pemimpin : Abu Bakar As-Siddiq, ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Abdullah ibnu Zubair dan Hisyam bin ‘Abdul Malik.


وَالرَّابِعُ : أَنَّهُ يُرْمَى بِهِ مِنْ أَعْلَى بِنَاءٍ فِي الْقَرْيَةِ مُنَكَّسًا ثُمَّ يُتْبَعُ الْحِجَارَةَ. رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ عَنْ عَلِيٍّ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - وَتَقَدَّمَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا


Yang keempat : Pelakunya dilempar dari bangunan yang tinggi di perkampungan dan diikuti dengan batu. Diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari ‘Ali rodhiyallahu ‘anhu dan ini juga telah dikemukakan oleh Ibnu ‘Abbas.


(Subulus Salam min Jam’i Adillatil Ahkaam, jilid 2 halaman 419).


Kesimpulan :


1. Perbuatan Homoseksual dan Lesbian pertama kali dilakukan oleh kaum Nabi Luth ‘alaihis salam, atau yang disebut juga dengan kaum sodom.


2. Perbuatan kaum sodom dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


3. Hukuman bagi pelaku perbuatan kaum sodom menurut para ulama adalah : Dihukumi seperti hukuman pezina, pelaku dan yang dijadikan sasaran hukumannya adalah dibunuh, Pelakunya dibakar dengan api, Pelaku perbuatan kaum sodom dilempar dari bangunan yang tinggi di perkampungan dan diikuti dengan batu.


Semoga bemanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.