logo

Hukum Suami Membantu Pekerjaan Istri di Rumah | Konsultasi Muslim

 


Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik kepada istrinya, apapun yang bisa dikerjakan di rumah beliau kerjakan demi membantu sang istri dan beliau juga memperlakukan istrinya dengan sangat baik. Itulah yang menjadi beliau menjadi orang yang paling baik memperlakukan istri dan paling baik terhadap istri.


Dari Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي


Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada keluarganya. Aku sendiri adalah orang yang paling baik pada keluargaku. (HR. At-Tirmidzi, hadits no. 3895).


Imam At-Tirmidzi rohimahullah mengomentari hadits di atas di dalam kitabnya Sunan At-Tirmidzi :


هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


Hadits ini Hasan Shahih. (Sunan At-Tirmidzi, jilid 6 halaman 192).


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membantu pekerjaan istri di rumah


Dari Al-Aswad rodhiyallahu ‘anhu berkata :


سَأَلْتُ عَائِشَةَ، مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي أَهْلِهِ؟ قَالَتْ: كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ


Saya bertanya kepada Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu ‘anha : “Apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah ketika bersama istrinya?” Beliau menjawab : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu membantu istrinya, dan jika tiba waktu shalat maka beliaupun pergi shalat. (HR. Bukhari, hadits no. 6039).


Imam Ibnu Bathol rohimahullah mengomentari hadits di atas di dalam kitabnya Syarah Shahih Al-Bukhari :


يدل على دوام ذلك من فعله متى عرض له ما يحتاج إلى إصلاحه


Ini menunjukkan kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan pekerjaan rumah setiap kali melihat sesuatu yang perlu dikerjakan. (Syarah Shahih Al-Bukhari, jilid 9 halaman 235).


Imam Ibnu Hajar rohimahullah menuqil perkataan Ibnu Bathol di dalam kitabnya Fathul Baari :


مِنْ أَخْلَاقِ الْأَنْبِيَاءِ التَّوَاضُعُ وَالْبُعْدُ عَنِ التَّنَعُّمِ وَامْتِهَانُ النَّفْسِ لِيُسْتَنَّ بِهِمْ وَلِئَلَّا يَخْلُدُوا إِلَى الرَّفَاهِيَةِ الْمَذْمُومَةِ


Di antara akhlak mulia para nabi adalah tawadhu’ dan sangat jauh dari suka bersenang-senang (bermewah-mewah) dan melatih diri untuk hal ini, agar mereka tidak terus-menerus berada pada kemewahan yang tercela (mewah tidak tercela secara mutlak). (Fathul Baari, jilid 10 halaman 461).


MasyaAllah, ini adalah salah satu sunnah yang banyak ditinggalkan oleh para suami di zaman sekarang. Jika dia membantu istrinya di rumah, maka dia telah mengerjakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan memperoleh pahala dari mengerjakannya.


Sebagai seorang suami, maka lihatlah bagaimana baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuat baik kepada istri-istri beliau dan membantu pekerjaan sang istri. Maka contohlah akhlak baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini dalam membantu istri dan berbuat baik kepada sang istri. Mungkin istri capek seharian mengerjakan pekerjaan rumah, maka bantulah jika mempunyai waktu yang luang agar pekerjaannya menjadi ringan dan dia pun akan merasa sangat senang karena dibantu oleh sang suami dan akan selalu diingat selalu olehnya.


Muliakan istrimu dan perlakukan dia dengan sangat baik serta senangkan hatinya, karena sebaiak-sebaik seseorang adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya dan orang yang yang membantu pekerjaan istrinya di rumah berarti telah mengerjakan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia mendapatkan pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.