logo

Hukum Menggoreng Ikan dan Udang Yang Masih Hidup, Bolehkah? | Konsultasi Muslim

 


Islam tidak hanya memerintahkan ummatnya untuk berbuat baik kepada sesama manusia, bahkan kepada hewan pun kita perintahkan untuk berbuat baik, salah satu caranya adalah apabila hendak membunuh hewan untuk dimakan misalnya, maka bunuhlah dengan cara yang baik, bukan dengan menyiksanya.


Dari Syaddad bin Aus rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ


Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Dan hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan sembelihannya. (HR. Ahmad, hadits no. 17128).


Maka segala bentuk kekerasan dan kezoliman tidak dibenarkan di dalam Islam, jangankan kepada manusia, bahkan kepada hewan sekalipun dilarang untuk menyakitinya.


Pendapat ulama tentang hukum Menggoreng Ikan atau yang lainnya yang masih Hidup :


1. Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab :


وَلَوْ ابْتَلَعَ سَمَكَةً حَيَّةً أَوْ قَطَعَ فِلْقَةً مِنْهَا وَأَكَلَهَا أَوْ ابْتَلَعَ جَرَادَةً حَيَّةً أَوْ فِلْقَةً مِنْهَا فَوَجْهَانِ (أَصَحُّهُمَا) يُكْرَهُ وَلَا يَحْرُمُ(وَالثَّانِي) يَحْرُمُ وَبِهِ قَطَعَ الشَّيْخُ أَبُو حَامِدٍ


Jika ada orang yang menelan (memakan) ikan yang masih hidup atau mengambil sepotong daging ikan hidup lalu dia makan atau menelan belalang yang masih hidup, maka mengenai ini ada 2 pendapat. Pendapat yang paling benar, hukumnya makruh dan tidak haram. Pendapat kedua, hukumnya haram. Ini merupakan pendapat Abu Hamid (Imam Al-Ghazali). (Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab, jilid 9 halaman 73).


2. Ibnu Qudamah rohimahullah berkata di dalam kitabnya As-Syarhu Al-Kabir :


وسئل أحمد عن السمك يلقى في النار فقال ما يعجبني والجراد فقال ما يعجبني والجراد أسهل فإن هذا له دم، ولم يكره أكل السمك إذا ألقي في النار إنما كره تعذيبه بالنار


Imam Ahmad ditanya tentang ikan hidup yang dipanggang. Beliau berkata : “Aku tidak suka.” Bagaimana dengan belalang? Beliau menjawab : “Aku tidak suka.” Meskipun belalang lebih ringan, karena ikan punya darah. Dan tidak dimakruhkan makan ikan yang dipanggang hidup-hidup. Yang dimakruhkan adalah menyiksanya dengan api. (As-Syarhu Al-Kabir, jilid 11 halaman 45).


3. Di dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah disebutkan :


وَإِذَا أُخِذَ السَّمَكُ حَيًّا لَمْ يَجُزْ أَكْلُهُ حَتَّى يَمُوتَ أَوْ يُمَاتَ، كَمَا يَقُول الْحَنَفِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ. وَيُكْرَهُ شَيُّهُ حَيًّا، لأِنَّهُ تَعْذِيبٌ بِلاَ حَاجَةٍ، فَإِنَّهُ يَمُوتُ سَرِيعًا فَيُمْكِنُ انْتِظَارُ مَوْتِهِ


Bila mengambil ikan yang masih hidup, maka tidak boleh memakannya hingga dia mati atau dimatikan, sebagaimana pendapat ulama Hanafiyyah dan Hanabilah. Dan dimakruhkan menggorengnya dalam kondisi hidup karena menyiksa tanpa ada kebutuhan. Karena dia bisa mati dengan cepat, maka masih memungkinkan untuk menunggu kematiannya. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, jilid 5 halaman 131).


Berdasarkan hadits dan pendapat ulama di atas, maka menggoreng ikan, udang dan hewan lainnya, maka makruh hukumnya di goreng dalam keadaan hidup, sebab itu termasuk penyiksaan terhadap hewan tersebut. Dan Islam tidak membolehkan seorang muslim untuk menyiksa hewan apapun dan Islam memerintahkan untuk berbuat baik kepada setiap sesuatu, termasuk kepada hewan. Salah satunya adalah apabila ingin membunuhnya untuk dimakan, maka bunuhlah dengan cara yang dibenarkan oleh syari’at Islam dan tidak boleh menyiksanya dengan menggorengnya hidup-hidup.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.