logo

Cara Mencegah Pasangan Agar Tidak Selingkuh dalam Islam | Konsultasi Muslim

 


Perselingkuhan adalah kesalahan yang paling fatal di dalam rumah tangga, karena perselingkuhan akan merusak hubungan rumah tangga pasangan suami istri dan bisa mengakibatkan perceraian, sebab salah satunya telah mengingkari janji suci pernikahan yang pernah mereka ucapkan.


Ada beberapa cara yang bisa dilakukan di dalam Islam untuk mencegah pasangan agar tidak melakukan perselingkuhan :


1. Tidak membiarkan pasangan, baik suami atau istri bergaul dengan lawan jenis, baik secara online maupun offline.


Seorang suami tidak boleh membiarkan istrinya menyimpan nomor laki-laki yang bukan mahromnya di hp sang istri, karena sekarang kita berada di zaman yang penuh fitnah. Bisa jadi dimulai dengan saling komentar, kemudian pada akhirnya saling balas chat, nyaman dan akhirnya ketemuan dan terjadilah hal yang tidak seharusnya terjadi.


Begitu pula di tempat kerja, jangan biarkan istri kerja di tempat yang bercampur dengan lawan jenis, karena hal itu mengundang perselingkuhan.


Begitu juga dengan suami, seorang istri tidak mengizinkan suami menyimpan nomor wanita yang bukan mahromnya di hp sang suami, karena bisa mendatangkan celah untuk perselingkuhan.


Ingatlah, sekecil apapun celah yang diberikan, maka setan akan membuat celah itu menjadi besar. Karena terkadang kejahatan terjadi bukan karena ada niat dari pelakunya, tapi karena ada kesempatan melakukannya.


Maka dari itu Islam punya solusi dari masalah ini, yaitu dengan cara tidak membiarkan pasangan bergaul dengan lawan jenis, baik secara online maupun offline.


Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :


درء المفاسد مقدم على جلب المصالح


Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat. (Al-Qowaaid Al-Fiqhiyyah wa Tatbiqootuha fil Madzaahibil Arba’ah, jilid 1 halaman 197).


Artinya, sebelum perselingkuhan itu terjadi, maka semua celah atau pintu menuju ke sana harus ditutup rapat-rapat dan jangan kasih celah setan masuk untuk melakukan perbuatan itu.


Bagaimana caranya? Yaitu dengan cara tidak membiarkan pasangan bergaul dengan lawan jenis, baik secara online maupun offline. Kecuali ada keperluan yang sangat penting, itu pun hanya sekedar membicarakan keperluan saja, setelah itu tidak komunikasi lagi.


Yang paling bertanggung jawab di sini adalah seorang suami, karena suami adalah pemimpin dalam rumah tangga dan akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah.


Dari ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ


Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Kepala Negara adalah pemimpin bagi rakyatnya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya. (HR. Bukhari, hadits no. 2554).


Untuk itu, seorang suami harus benar-benar mendidik istrinya dan membimbing istrinya dan bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya. Karena seorang suami akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Maka sudah selayaknya seorang suami mencegah segala hal yang bisa merusak keharmonisan rumah tangganya, dengan cara melarang istrinya dari bergaul dengan lawan jenis, begitu pula suami harus menjauhkan diri dari bergaul dengan lawan jenis sebagai cara untuk mencegah terjadinya perbuatan yang dilarang di dalam Islam.


2. Menerapkan syari’at Islam dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.


Suami istri yang menerapkan ajaran Islam dengan baik dan benar tentulah akan dijauhkan Allah dari perbuatan yang diharamkan. Karena mereka taat pada peraturan agamanya dan tidak melanggar apapun yang dilarang di dalam Islam. Dan siapapun yang menerapkan ajaran Islam dengan baik dan benar dalam kehidupannya sehari-hari, maka dia akan takut melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah.


Ini adalah tugas suami untuk mengarahkan istrinya agar selalu taat pada perintah agamanya, karena suami yang bertanggungjawab atas keluarganya.


Allah berfirman :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim : 6).


Imam Al-Mawardi rohimahullah mengomentari ayat di atas di dalam tafisrnya An-Nukat wal ‘Uyun :


ومعنى قوله: {قوا أنفسكم وأهليكم ناراً} أي اصرفوا عنها النار وفيه ثلاثة أوجه:


Makna (peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka) palingkanlah dirimu dari api neraka. Mengenai ini ada 3 pendapat :


أحدها: معناه قوا أنفسكم , وأهلوكم فليقوا أنفسهم ناراً , قاله الضحاك


Salah satunya : Artinya peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Ini adalah pendapat Ad-Dohak.


الثاني: قوا أنفسكم ومروا أهليكم بالذكر والدعاء حتى يقيكم اللَّه بهم , رواه ابن أبي طلحة عن ابن عباس


Yang kedua : Peliharalah dirimu dan perintahkanlah keluargamu dengan dzikir dan do’a, agar Allah memelihara mereka dari api neraka. Diriwayatkan Ibnu Abi Tolhah dari Ibnu ‘Abbas.


الثالث: قوا أنفسكم بأفعالكم , وقوا أهليكم بوصيتكم , قاله علي وقتادة ومجاهد


Yang ketiga : Peliharalah dirimu dengan perbuatanmu dan peliharalah keluargamu dengan wasiatmu (nasehatmu). Ini adalah pendapat ‘Ali, Qotadah dan Mujahid.


(An-Nukat wal ‘Uyun, jilid 6 halaman 43-44).


Artinya, seorang suami wajib membimbing istrinya untuk menjauhi segala perbuatan yang dilarang di dalam Islam, termasuk menjauhkan istri dari celah yang bisa mendatangkan kemudorotan bagi keharmonisan rumah tangganya. Dengan cara mengamalkan syari’at Islam dalam kehidupan rumah tangga. Jikalau syari’at Islam sudah diterapkan dalam rumah tangga, maka insyaAllah akan jauh dari perselingkuhan atau dari perbuatan yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


3. Menjaga komunikasi agar tetap baik dengan pasangan


Menjaga komunikasi dengan pasangan adalah salah satu cara agar terhindar dari perselingkuhan. Berikan perhatian lebih kepada pasangan dan hormati serta senangkan pasanganmu serta buat dia nyaman berada di dekatmu. Maka hal ini bisa menghindarkan pasangan dari perselingkuhan.


Dari Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي


Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku. (HR. At-Tirmidzi, hadits no. 3895).


Imam At-Tirmidzi rohimahullah mengomentari hadits di atas di dalam kitabnya Sunan At-Tirmidzi :


هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


Hadits ini Hasan Shahih. (Sunan At-Tirmidzi, jilid 6 halaman 192).


Oleh karnanya seorang suami harus berbuat baik kepada istrinya, memuliakan dan menyenangkan hati istrinya. Begitu pula dengan istri, harus menghormati dan menyenangkan hati suaminya dengan segala cara.


Jikalau komunikasi antara suami istri berjalan baik, otomatis hubungan keluarganya juga akan menjadi harmonis dan akan terhindar dari gangguan-gangguan dari luar dan tidak akan menghiraukan yang berada di luar rumahnya. Karena di dalam rumah sudah membuatnya nyaman. Dan kalaulah pasangan suami istri betah di rumah dengan pasangannya, maka akan tercipta rumah yang : “Baiti Jannati” (rumahku adalah surgaku).


Mudah-mudahan pasangan suami istri dihindarkan dari perselingkuhan dan segala perbuatan buruk lainnya yang bisa merusak keharmonisan rumah tangganya. Dan semoga Allah menjaga kita semua dari perbuatan buruk dan menjaga kita selalu agar berada pada jalan yang kurus, yaitu jalannya orang-orang yang beriman dan jalannya orang-orang yang diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.