logo

Negara Berhutang Apakah Rakyat Ikut Bertanggungjawab di Akhirat? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Assalamualaikum. Ustadz ijin bertanya. Maaf mungkin terlalu jauh pertanyaan nya. Ini masalah hutang negara. Itu nanti bagaimana pertanggungjawaban di akhirat tadz, semisal contoh maaf presiden nya yg punya kebijakan keburu meninggal yg tentu pasti blm lunas.. krna untuk saat ini katanya untuk bayar bunganya aja harus hutang juga... itu nanti pemerintah dalam hal ini presiden atau rakyat juga ikut bertanggung jawab di akhirat nanti?


Dari : Fulanah


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

Negara meminjam uang kepada negara yang mampu dengan tujuan kemaslahatan (kepentingan) masyarakat. Jadi, yang bertanggungjawab atas pembayaran hutang ini adalah negara disebabkan hutang dipinjam atas nama negara dan dibayar dengan uang kas negara.

 

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

 

تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة

 

Kebijakan pemerintah bagi rakyatnya harus mengacu kepada kepentingan. (At-Tafsir Al-Munir, jilid 2 halaman 92).

 

Syekh Wahbah Az-Zuhaili Hafidzahullah mengomentari qoidah di atas di dalam kitabnya At-Tafsir Al-Munir :

 

أي المصلحة العامة

 

Artinya : Kepentingan umum. (At-Tafsir Al-Munir, jilid 2 halaman 92).

 

Negara meminjam uang kepada negara yang mampu dengan tujuan kemaslahatan (kepentingan) masyarakat. Jadi, yang bertanggungjawab atas pembayaran hutang ini adalah negara disebabkan hutang dipinjam atas nama negara dan dibayar dengan uang kas negara.

 

Orang yang bertanggungjawab mengenai hutang negara ini adalah pemimpin, karena dialah yang bertanggung jawab terhadap suatu negara.

 

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

 

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. (HR. Bukhari, hadits no. 893).

 

Syekh At-Thoyyib Ahmad Hutoibah rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Riyadus Shalihin :

 

و (مسئول): بحيث يأتي يوم القيامة

 

Dan bertanggungjawab hingga datang hari Kiamat. (Syarah Riyadus Shalihin, jilid 52 halaman 2).

 

Pemimpinlah yang bertanggungjawab terhadap suatu negara, begitu juga jika dia berhutang kepada negara lain. Pemimpin yang berhutang kepada negara lain dan tidak bisa melunasi hutangnya, maka pemimpin ini bertanggungjawab di akhirat, karena dia yang menjalankannya. Tapi dibayar dengan uang kas negara.

 

Oleh sebab itu, masyarakat tidak bertanggungjawab untuk membayar hutang negara di akhirat, sebab itu semua tanggungan negara dan dibayar dengan uang kas negara serta yang bertanggungjawab atas hutang negara adalah pemimpin yang meminjam uang sehingga negara berhutang.

 

Namun, sebagai warga negara, kita harus mendo’akan selalu untuk kesejahteraan negara dan berdo’a agar hutang negara segera lunas sehingga bisa terbebas dari pertanggungjawaban di akhirat kelak.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta’ala a’lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.