logo

Keutamaan Sedekah dan Ganjarannya dalam Islam | Konsultasi Muslim

 


Pertanyaan :


𝐴𝑠𝑎𝑙𝑎𝑚𝑢𝑎𝑙𝑎𝑖𝑘𝑢𝑚 𝑤𝑎𝑎ℎ𝑚𝑎𝑡𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ𝑖 𝑤𝑎𝑏𝑎𝑟𝑘𝑎𝑡𝑢ℎ 𝑚𝑜ℎ𝑜𝑛 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑛𝑦𝑎 𝑢𝑠𝑡𝑎𝑑𝑧 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑙𝑒𝑙𝑎𝑘𝑖 𝑏𝑟𝑢𝑚𝑢𝑟 7 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑟𝑛𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑝𝑎𝑟 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑡𝑢 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑔𝑖𝑠 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑖 𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑛 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑡𝑢 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 𝑚𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑡𝑢 𝑐𝑎𝑘𝑎𝑝 𝑎𝑑𝑎 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑑 𝑝𝑒𝑑𝑢𝑙𝑖 𝑏𝑎𝑝𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑗𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑛 𝑖𝑏𝑢 𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑢𝑛 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑑 𝑝𝑒𝑑𝑢𝑙𝑖 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑑 𝑠𝑟𝑢ℎ 𝑚𝑎𝑠𝑎𝑘 𝑝𝑎 𝑘𝑎ℎ 𝑡𝑢 𝑑𝑖 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑡𝑖𝑚 𝑑𝑎𝑛 boleh𝑘𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑔𝑎 𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑟𝑛𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 ℎ𝑎𝑡𝑖 𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡 𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑟𝑘𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑑 𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑜ℎ𝑜𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑒𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑛𝑦𝑎 𝑢𝑠𝑡𝑎𝑑𝑧.


Dari : Fulanah


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

 

Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

Di dalam Islam, dia sebetulnya bukanlah termasuk anak yatim, karena ayahnya masih hidup. Sementara yang disebut anak yatim adalah apabila ayahnya sudah meninggal dunia.

 

Imam As-Syairozi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Al-Muhadzab Fi Fiqhi Al-Imaam As-Syafi’i :

 

اليتيم هو الذي لا أب له وليس لبالغ فيه حق لأنه لا يسمى بعد البلوغ يتيماً

 

Yatim adalah seorang yang tidak punya ayah dan dia belum baligh. Setelah baligh maka orang itu tidak lagi disebut yatim. (Al-Muhadzab Fi Fiqhi Al-Imaam As-Syafi’i, jilid 3 halaman 301).

 

Namun sekalipun begitu, sebagai sesama muslim kita diperintahkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan, jika melihat orang lain kesulitan, maka tolong, baik dengan menyedekahkan harta, tenaga, pikiran dan lainnya.

 

Apabila anak tersebut membutuhkan makanan, maka berikan dia makanan. Karna setiap sedekah yang diberikan oleh seorang muslim akan dibalas oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

قَالَ اللَّهُ: أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

 

Allah berfirman : Bersedekahlah wahai anak Adam, maka Aku akan membalas sedekamu. (HR. Bukhari, hadits no. 5352).

 

Ketika seorang muslim menyedekahkan hartanya dengan cara memberikan makan kepada orang yang membutuhkan dan lainnya, maka akan dido’akan oleh para Malaikat agar Allah memberikan ganti dari harta yang dia sedekahkan tersebut.

 

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

 

Tidaklah seseorang berada di pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata : “Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak.” Yang lain mengatakan : “Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit. (HR. Bukhari, hadits no. 1442).

 

Teruslah berbuat baik kepada siapapun yang membutuhkan. Bukan hanya kepada anak tersebut, tapi kepada semua yang membutuhkan. Dan insyaAllah semua yang disedekahkan untuk membantu seseorang akan dibalas oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Entah itu dengan cara menggatinya dan melipatgandakannya ataupun menjadikan harta yang dimiliki menjadi berkah. Semua tergantung Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan Dia Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.

 

Semoga bermanfaat.

 

Wallahu Ta’ala a’lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.