logo

Hukum Wanita Shalat di Rumah Sebelum Iqomah dan Imam Selesai di Masjid | Konsultasi Muslim

 


Pertanyaan :


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz, mohon maaf sebelumnya ustadz, saya ingin bertanya, mungkin jika pertanyaan saya ini sebelumnya pernah ustadz bahas saya mohon diberikan lagi teks jawabannya ustadz mungkin terlewatkan oleh saya.


Perihal tentang waktu solat bagi perempuan yang suka solat dirumah, saya sebelumnya selalu melakukan solat ketika adzan pertama berkumandang (adzan pertama yang terdengar oleh saya) itu saya langsung ambil wudhu lalu melaksanakan solat wktu adzan masih berjalan/pun berhenti untuk menunggu iqomah. Mulai baliq sampai usia 23 tahun ini saya seperti itu kalau solat dirumah, lalu waktu saya lagi dirumah teman saya, mau solat ketika mendengar adzan, teman saya menegur saya beserta orang tuanya, intinya bilang begini ustadz "tidak boleh solat dulu ketika masih adzan/pun setelah adzan sblm iqomah ataupun juga dari masjid/musola -muduk- istilah Indonesianya semua yang solat sudah pulang/selesai, karena mendahului imam tidak boleh". Apakah benar ustadz seperti itu tidak boleh wlpun kita solat dirumah? Mohon penjelasannya ustadz.


Sebelumnya saya haturkan terima kasih banyak, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Dari : Prahesti


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

Syekh Bin Baz rohimahullah pernah ditanya kapan wanita mengerjakan shalat Fardu di rumah, apakah boleh melaksanakan sebelum iqomah di Masjid dan mendahului Imam atau tidak?

 

Lalu beliau rohimahullah menjawab :

 

عليك أن تصلي إذا دخل الوقت، وليس عليك أن تنتظري الإمام، هذا لا أصل له، صلاة المرأة مستقلة، تصلي قبل الإمام، أو بعد الإمام، ليس لها تعلق بالإمام، فإذا دخل الوقت؛ فصلي ولا تنتظري الإمام، هذا شيء لا أصل له، صلاة المرأة مستقلة، غير مربوطة بإمام الرجال، فلا تنتظريه، بل صلي والحمد لله

 

Hendaklah kamu shalat apabila masuk waktu shalat, bukan menunggu Imam. Karena ini tidak ada dasarnya. Shalat wanita itu mandiri dan bisa shalat sebelum Imam shalat di Masjid atau setelah Imam, dan tidak ada hubungannya dengan Imam. Apabila sudah masuk waktu shalat, maka shalatlah dan jangan menunggu Imam, karena ini tidak ada dasarnya. Shalat wanita itu mandiri, tidak terikat dengan Imam laki-laki. Maka janganlah menunggunya (Imam), akan tetapi shalatlah dan segala Puji bagi Allah. (Fatwa Syekh Bin Baz).

 

Jadi, anggapan orang bahwa harus menunggu selesai adzan dan iqomah di Masjid ataupun harus selesai shalat dulu di Masjid baru boleh melaksanakan shalat di rumah adalah pendapat yang tidak ada dasarnya sama sekali. Yang benar insyaAllah apabila sudah masuk waktu shalat, maka boleh melaksanakan shalat Fardu bagi wanita di rumah dan tidak perlu menunggu selesai adzan, iqomah dan shalat di Masjid.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta’ala a’lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.