logo

Sunnah Membagikan Masakan Kepada Tetangga | Konsultasi Muslim

 


Islam selalu memerintahkan kepada setiap muslim untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan kepada siapapun, baik kepada sesama muslim, yang dikenal maupun tidak, kepada sesama muslim ataupun non muslim.


Membantu orang lain termasuk perbuatan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan perbuatan ini dianjurkan di dalam Islam. Lebih-lebih kepada tetangga, maka baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memperhatikan tetangga serta memperbnayak kuah apabila memasakan masakan yang berkuah dan memberikannya kepada tetangga sebagai salah satu cara untuk mempererat tali silaturahim.


Dari Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً، فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ


Wahai Abu Dzar, apabila engkau memasak masakan berkuah (gulai), maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu. (HR. Muslim, hadits no. 2625).


Syekh At-Thoyyib Ahmad Hutoibah rohimahullah mengomentari hadits di atas di dalam Syarah Riyadus Shalihin :


فإذا طبخت مرقة فأكثر ماءها، ولم يقل النبي صلى الله عليه وسلم: فأكثر لحمها، لأنه ليس كل واحد سيجد اللحم، فأعطه شربة مرق فقد يكون فقيراً محتاجاً فيدعو لك، ويبيت فرحاناً


Apabila kamu memasak makanan yang berkuah, maka perbanyaklah kuahnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyebutkan : Perbanyaklah dagingnya. Karena tidak setiap orang bisa membeli daging, maka paling tidak berilah tetanggamu kuah dari makanan tersebut, karena kadang-kadang seorang yang fakir membutuhkan itu, bisa jadi dia mendo’akanmu, dan dia tinggal di rumahnya dengan rasa gembira. (Syarah Riyadus Shalihin, jilid 13 halaman 6).


Syekh Faishol bin ‘Abdul ‘Aziz An-Najdi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Tathriizu Riyaadis Shoolihin :


وفي الحديث: الحضّ على تعاهد الجيران ولو بالقليل، لما يترتب على ذلك من المحبة والأُلفة، ولما يحصل به من المنفعة ودفع المفسدة


Di dalam hadits : Himbauan untuk memperhatikan tetangga walaupun sedikit, karena cinta dan keharmonisan akan mengikutinya. Dan karena akan mengahasilkan darinya manfaat dan menghindari ke rusakan. (Tathriizu Riyaadis Shoolihin, jilid 1 halaman 217).


Pelajaran yang bisa diambil dari hadits di atas :


1. Sunnah hukumnya memberikan tetangga apabila memasak masakan yang berkuah.


2. Hendaklah memperhatikan tetangga, karena terkadang tetangga kekurangan bahan makanan ataupun tidak punya uang sehingga tidak bisa membeli bahan pokok untuk dimasak, maka perhatikan tetanggamu, jika mereka membutuhkan makanan atau apapun, maka hendaklah dibantu,tanpa memandang dia siapa.


3. Rasulullah pada hadits di atas memerintahkan untuk selalu menolong dan membantu tetangga dan siapapun yang membutuhkan. Dan memberikan tetangga makanan yang dimasak adalah salah satu bentuk memberikan hadiah kepada tetangga. Dan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk saling memberikan hadiah.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


تهادوا تحابوا


Saling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari, Adabul Mufrod, hadits no. 463).


Maka saling memberikan hadiahlah, walaupun nilainya tidak besar, tapi setidaknya orang yang menerimanya akan merasa senang dan merasa diperhatikan. Hal ini bisa mempererat tali silaturahim antar sesama tetangga maupun orang lain dan menghilangkan kedengkian dan permusuhan. Karena tali silaturaim terjalin dengan sangat baik baik di antara tetangga maupun di antara sesama manusia.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.