logo

Makan Babi Masuk Neraka Tidak Ada Dalilnya? Ini Bantahan Untuk Munafik Tersebut | Konsultasi Muslim

 


Baru-baru ini ada seorang wanita yang memakai jilbab pamer makanan yang dimakannya dan dengan sombongnya dia berkata : Aku memang Islam, tapi aku diajak kawanku makan babi, karna enak ku makan. Boleh jelaskan ayat mana yang menjelaskan kalo makan babi masuk neraka?


Baiklah, mari kita jelaskan kepada dia sejelas-jelasnya.


Dalil pengharaman babi di dalam Al-Qur’an


Allah berfirman :


إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah : 173).


Imam Al-Baghowi rohimahullah mengomentari ayat di atas di dalam kitab tafsirnya Ma’aalimut Tanzil Fii Tafsiril Qur’an :


أَرَادَ بِهِ جَمِيعَ أَجْزَائِهِ فَعَبَّرَ عَنْ ذَلِكَ بِاللَّحْمِ لِأَنَّهُ مُعْظَمُهُ


Yang dimaksud adalah semua bagiannya, Allah mengungkapkannya dengan daging karena daging termasuk sebagian besarnya. (Ma’aalimut Tanzil Fii Tafsiril Qur’an, jilid 1 halaman 183).


Ini adalah dalil diharamkannya babi dan larangan memakannya.


Lalu jika ada yang mengatakan, coba sebutkan dalil yang mengatakan makan babi masuk neraka. Ada gak?


Dijawab saja begini ; Memang secara khusus tidak ada ayat tentang orang yang makan babi masuk neraka. Kiasannya bukan seperti itu.


Kita contohkan ke kasus yang lain : ada gak pasal di undang-undang secara khusus yang menyebutkan bahwa : Jika ada seseorang yang menghina dan memfitnah orang lain di Facebook akan dimasukkan ke dalam penjara.


Kalo dicari hukum yang bunyinya seperti itu tidak akan ditemukan. Tapi bunyinya akan seperti ini :


“Pasal 27 ayat (3) UU ITE, yang berbunyi : “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”, Pasal 45 UU ITE, yang berbunyi : (1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”


Artinya, yang dilihat adalah dari sudut dia mencemarkan nama baik di media sosial, baik secara lisan maupun tulisan. Dan dengan pasal UU ITE tersebuit dia akan dijerat hukuman dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda sebanyak satu miliar rupiah.


Begitu juga dengan dalil makan babi masuk neraka, tidak ada dalil khusus tentang itu. Tapi yang dilihat adalah bahwa makan babi adalah haram di dalam Islam, dan setiap memakan atau melakukan perbuatan yang diharamkan di dalam Islam, maka akan dimasukkan ke dalam neraka. Begitu cara berfikir dan pemahaman yang benar di dalam Islam.


Mana dalilnya?


Dari Ka’ab bin ‘Ujroh rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


يَا كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ، إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ


Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya tidaklah suatu daging di badan yang tumbuh dari sesuatu yang haram kecuali akan di dibakar dalam api neraka. (HR. At-Tirmidzi, hadits no. 614).


Imam At-Tirmidzi rohimahullah mengomentari hadits ini di dalam kitabnya Sunan At-Tirmidzi :


هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الوَجْهِ


Hadits ini derajatnya Hasan Gharib dari sisi (jalur) ini. (Sunan At-Tirmidzi, jilid 2 halaman 512).


Dijawab seperti di atas saja kami yakin orang-orang munafik, sekuler dan kafir akan mati kutu karena kehabisan bahan.


Oleh karnanya lawan argumen sesat mereka dengan argumen ilmiah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah serta contoh yang real di tengah-tengah kehidupan kita, maka dengan begitu mereka tidak akan bisa menjawabnya serta mereka akan berfikir untuk memutar balikkan ajaran Islam ke depannya.


Jika orang yang memutar balikkan ajaran Islam itu beragama Islam, maka dia termasuk orang-orang munafik, dan bagi orang-orang munafik disediakan Allah neraka yang paling bawah bahkan lebih bawah dari neraka orang-orang kafir.


Allah berfirman :


إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا


Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An-Nisa’ : 145).


Inilah balasan bagi orang-orang munafik jika dia beragama Islam.


Adapun jika yang menghina ajaran Islam adalah orang-orang kafir, maka mereka sudah jelas berada di neraka.


Sekali lagi lawan argumen sesat mereka berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.