logo

Jangan Panggil Non Muslim Dengan Sebutan Kafir? Ini Cara Menjawabnya | Konsultasi Muslim

 


Banyaknya orang-orang Liberal yang bermunculan semakin terlihat jelas antara hitam dan putih, antara munafik dan tidak. Itu semua bisa dilihat apakah dia memutar balikkan ajaran Islam ataukah tidak, karena biasanya orang-orang munafik akan memutar balikkan ajaran Islam serta menghalalkan atau melarang sesuatu yang telah ditetapkan oleh Al-Qur’an. Salah satunya adalah mereka mengatakan jangan lagi memanggil non muslim dengan sebutan kafir dengan alasan toleransi.


Ini sama saja melawan ajaran Islam, sebab Al-Qur’an sendiri yang menetapkan orang-orang yang tidak percaya kepada Allah sebagi tuhannya dan Nabi Muhammad sebagai Nabinya, maka mereka disebut kafir, karena ingkar terhadap apa yang diturunkan Allah kepada manusia.


Jika ada yang mengatakan jangan panggil non muslim dengan sebutan kafir, maka cara menjawabnya adalah :


Tanyakan kepadanya di dalam Al-Qur’an ada sebuah surat khusus yang bernama Al-Kafirun, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia apa artinya? Artinya adalah orang-orang kafir. Lalu katakan padanya, terus kenapa kamu melarang memanggil non muslim dengan sebutan kafir sedangkan Al-Qur’an sendiri menetapkan mereka kafir? Tentunya lebih baik mengikuti Al-Qur’an daripada orang-orang munafik, sebab jika seorang muslim mengikuti Al-Qur’an, maka dia akan mendapat petunjuk dan mengantarkannya ke surga Allah, sedangkan mengikuti orang-orang kafir akan mengantarnya ke dalam neraka karena orang-orang munafik memutar balikkan ajaran Islam dan akan menyesatkan seseorang dari jalan yang benar.


Kemudian kemukakan dalil-dalil yang menetapkan bahwa non .uslim disebut kafir.


1. Surat Al-Kafirun


قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)


1. Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! 2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. 4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. 5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. 6. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku. (QS. Al-Kafirun : 1-6).


2. Surat Al-Maidah Ayat 17


لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ


Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam. (QS. Al-Maidah : 17).


3. Surat Al-Maidah Ayat 73


لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ


Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga. (QS. Al-Maidah : 73).


Ini adalah dalil-dalil yang menetapkan bahwa non muslim itu kafir. Kafir artinya ingkar. Mereka mengingkari Allah sebagai Tuhannya dan Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhirnya. Karena mereka ingkar terhadap Allah dan Nabi Muhammad, maka mereka disebut kafir. Jika Al-Qur’an sudah menetapkan, pendapat manusia tiada lagi diperlukan, disebabkan seorang muslim harus mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pedoman hidup di dunia ini.


Sekali lagi, bahwa jika ada yang mengatakan jangan non muslim dengan sebutan kafir, berarti dia telah menentang Al-Qur’an, dan jika dia menentang Al-Qur’an, berarti sama saja menentang Allah. Karena Al-Qur’an berisi firman Allah.


Mereka termasuk orang-orang munafik di dalam Islam dan orang-orang munafik akan dimasukkan ke dalam api neraka yang paling bawah, bahkan lebih dalam dari neraka orang-orang kafir.


Allah berfirman :


إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا


Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An-Nisa’ : 145).


Imam Abu Ja’far At-Thobari rohimahullah mengomentari ayat di atas di dalam kitab tafsirnya Jaami’ Al-Bayan Fii Ta’wiilil Qur’an :


قال أبو جعفر: يعني جل ثناؤه بقوله:"إن المنافقين في الدرك الأسفل من النار"، إن المنافقين في الطَّبَق الأسفل من أطباق جهنم


Imam Abu Ja’far At-Thobari rohimahullah berkata : Firman Allah yang Maha Agung (Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka). Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada pada tingkatan paling bawah dari tingkatan-tingkatan neraka Jahannam. (Jaami’ Al-Bayan Fii Ta’wiilil Qur’an, jilid 9 halaman 337).


Kenapa neraka orang-orang munafik lebih dalam dari orang-orang kafir? Karena orang-orang munafik membalikkan ajaran Islam. Mereka mengaku Islam, tapi mereka menghalalkan yang diharamkan Allah serta serta membolehkan apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengotak atik ajaran Islam dengan sekehendak hatinya untuk kepentingannya sendiri. Inilah mengapa neraka orang-orang kafir lebih dalam dibandingkan neraka bagi orang-orang kafir.


Sekali lagi bahwa non muslim itu kafir, dan ini bukan perkataan kaum muslimin, tapi itu adalah firman Allah di dalam Al-Qur’an. Ini juga bantahan bagi siapapun yang tidak setuju dengan penyebutan kafir terhadap non muslim. Jika ada yang tidak setuju, maka bisa dipastikan mereka adalah orang-orang munafik dan balasan bagi mereka telah Allah persiapkan berupa neraka yang paling dalam, bahkan nerakan untuk orang-orang munafik lebih dalam daripada neraka orang-orang kafir, maka bertobatlah kepada Allah sebelum terlambat.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.