logo

Bangkit Dari Sujud Duduk Sejenak Atau Langsung Berdiri? | Konsultasi Muslim

 


Para ulama berbeda pendapat tentang hukum duduk sejenak setelah sujud sebelum berdiri, apakah termasuk sunnah ataukah tidak. Dan mengenai ini ada 2 pendapat ulama :


1. Pendapat yang tidak menganggapnya sunnah


Dari Nu’aim Al-Mujmir rodhiyallahu ‘anhu berkata, aku shalat di belakang Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu :


فَلَمَّا سَجَدَ قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ اسْتَقْبِلَ قَائِمًا مَعَ التَّكْبِيرِ، فَلَمَّا قَامَ مِنَ الثِّنْتَيْنِ قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، فَلَمَّا سَلَّمَ قَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَشْبَهُكُمْ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Ketika beliau sujud maka beliau bertakbir Allahu akbar kemudian beliau berdiri sambil bertakbir Allahu akbar, maka ketika bangkit dari dua raka’at beliau mengucapkan Allahu akbar dan setelah selesai salam berkata demi jiwaku berada dalam genggaman Allah, sesungguhya shalatku adalah yang paling mirip dengan shalat Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam. (HR. Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Khuzaimah, hadits no. 688).


Imam Ibnu Khuzaimah memasukkan hadits ini di dalam kitab beliau Shahih Ibnu Khuzaimah yang berarti hadits ini termasuk hadits Shahih.


Dari Abdul Jabbar bin Waail dari ayahnya berkata :


فَإِذَا نَهَضَ نَهَضَ عَلَى رُكْبَتَيْهِ وَاعْتَمَدَ عَلَى فَخِذَيْهِ


Maka apabila akan berdiri, beliau berdiri atas kedua lututnya dan tangannya bersandar pada kedua pahanya. (HR. At-Thobroni, Mu’jam Al-Kabir, hadits no. 60).


Dari Abu Malik Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu berkata :


ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ رَأْسَهُ، ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ، ثُمَّ كَبَّرَ فَانْتَهَضَ قَائِمًا


Kemudian beliau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) sujud kemudian bertakbir sambil berdiri. (HR. Ahmad, hadits no. 22906).


2. Pendapat yang menganggapnya Sunnah


Dari Malik bin Al-Huwairits Al-Laitsi rodhiyallahu ‘anhu :


أَنَّهُ «رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي، فَإِذَا كَانَ فِي وِتْرٍ مِنْ صَلاَتِهِ لَمْ يَنْهَضْ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِدًا


Bahwa dia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat, jika sampai pada raka’at yang ganjil (setelah rakaat pertama atau ketiga), maka beliau tidak bangkit berdiri hingga duduk sejenak. (HR. Bukhari, hadits no. 823).


Dari Abu Qatadah bin Rib’i, dia bercerita tentang shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :


ثُمَّ هَوَى سَاجِدًا، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ ثَنَى رِجْلَهُ وَقَعَدَ وَاعْتَدَلَ حَتَّى يَرْجِعَ كُلُّ عَظْمٍ فِي مَوْضِعِهِ، ثُمَّ نَهَضَ


Kemudian beliau sujud sambil berkata : Allahu Akbar. Kemudian menghamparkan kakinya seraya duduk tegak lurus sehingga setiap tulang kembali kepada posisinya, kemudian beliau berdiri. (HR. At-Tirmidzi, hadits no. 304).


Rasulullah banyak melakukan duduk istirahat setelah usia lanjut


Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha bercerita tentang shalat Rasulullah waktu usia lanjut :


لَمَّا بَدَّنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَثَقُلَ، كَانَ أَكْثَرُ صَلَاتِهِ جَالِسًا


Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berusia lanjut dan gemuk, maka kebanyakan shalat yang beliau lakukan sambil duduk. (HR. Muslim, hadits no. 732).


Imam Badruddin Al-‘ainy rohimahullah menuqil perkataan Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafi’i sebagaimana di dalam kitabnya ‘Umdatul Qory Syarah Shahih Al-Bukhari :


وَمن فَوَائِد هَذَا الحَدِيث: جَوَاز الرَّكْعَة الْوَاحِدَة بَعْضهَا من قيام وَبَعضهَا من قعُود، وَهُوَ مَذْهَب أبي حنيفَة وَمَالك وَالشَّافِعِيّ وَعَامة الْعلمَاء


Dan dari faedah hadits ini adalah bolehnya satu raka’at berdiri dan raka’at lainnya duduk (ketika bangkit dari sujud), dan ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan keumuman pendapat ulama lainnya. (‘Umdatul Qory Syarah Shahih Al-Bukhari, jilid 7 halaman 163).


Kesimpulan :


1. Para ulama membolehkan duduk istirahat sebentar ketika bangkit dari sujud, baik karena sudah lanjut usia, capek ataupun tidak


2. Jika tidak melakukan duduk istirahat setelah bangkit dari sujud, maka tidak apa-apa, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan itu ketika sudah berusia lanjut dan badan beliau sudah tidak seperti waktu muda lagi


3. Para ulama mempersilahkan memilih cara mana saja, baik dia melakukan duduk istirahat ketika bangkit dari sujud ataupun tidak. Hanya saja duduk istirahat tersebut pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan boleh dilakukan


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.