logo

Puasa Menjadi Sia-Sia dan Tidak Mendapatkan Pahala Puasa | Konsultasi Muslim

 


Setiap muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183, Allah berfirman :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah : 183).


Oleh sebab itu, ketika seorang muslim berpuasa, dia harus menahan dirinya dari hal-hal yang membatalkan puasa serta menjaga diri dari perbuatan bisa merusak pahala puasanya. Dan di antara kaum muslimin ada yang berpuasa, akan tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ


Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga. (HR. Ahmad, hadits no. 8856).


Syekh Syu’aib Al-Arnauth rohimahullah mengomentari hadits di atas di dalam kitab Musnad Al-Imaam Ahmad bin Hanbal :


إسناده جيد


Sanadnya baik. (Musnad Al-Imaam Ahmad bin Hanbal, jilid 14 halaman 445).


Kasihan sekali, ada orang yang berpuasa seharian namun pahala puasanya rusak dan dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan haus saja. Kenapa? Karena dia menggunjing saudaranya sesama muslim, menyakiti saudaranya, mengadu domba, berkata bohong ataupun melakukan perbuatan maksiat lainnya yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ


Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan. (HR. Bukhari, hadits no. 1903).


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ، إِنِّي صَائِمٌ


Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya : Aku sedang puasa, aku sedang puasa. (HR. Ibnu Khuzaimah, hadits no. 1996).


Syekh Al-A’zhomi rohimahullah mengomentari hadist di atas di dalam kitab Shahih Ibnu Khuzaimah :

إسناده صحيح


Sanadnya Shahih. (Shahih Ibnu Khuzaimah, jilid 3 halaman 242).

Maka dari itu hendaknya kaum muslimin menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa ataupun bisa merusak pahala puasanya seperti ghibah, menyakiti orang lain, mengadu domba, berkata bohong atau dusta dan berbagai maksiat lainnya. Ini semua bisa merusak pahala puasa seseorang. Jangan sampai seharian berpuasa, namun dia tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan haus saja disebabkan melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.