logo

Hukum Wanita Muslimah Menikah dengan Lelaki Non Muslim, Dihukumi Berzina Seumur Hidup | Konsultasi Muslim

 


Baru-baru ini ada fenomena yang diperbincangkan oleh netizen-netizen tanah air dan hal tersebut viral di media sosial. Fenomena tersebut adalah pernikahan beda agama, di mana mempelai wanitanya beragama Islam dan mempelai lelakinya beragama katolik. Mereka melangsungkan pernikan pernikahan tersebut secara non Islam dan dilaksanakan di gereja.


Lalu bagaimana Islam mengatur tentang pernikahan beda agama?


Allah berfirman :


وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ


Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah : 221).


Imam Abu Ja’far At-Thobari rohimahullah mengomentari ayat di atas di dalam kitab tafsirnya Jaami’ Al-Bayan Fii Ta’wiilil Qur’an :


القول في تأويل قوله تعالى: {وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ}


قال أبو جعفر: يعني تعالى ذكره بذلك، أن الله قد حرَّم على المؤمنات أن ينكحن مشركًا كائنًا من كان المشرك، ومن أيّ أصناف الشرك كان، فلا تنكحوهنَّ أيها المؤمنون منهم، فإنّ ذلك حرام عليكم، ولأن تزوجوهن من عبدٍ مؤمن مصدق بالله وبرسوله وبما جاء به من عند الله، خير لكم من أن تزوجوهن من حر مشرك، ولو شرُف نسبه وكرم أصله، وإن أعجبكم حسبه ونسبه


Pendapat yang menjelaskan firman Allah (Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu).


Abu Ja’far berkata : Yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan demikian, bahwa Allah telah mengharamkan bagi wanita-wanita muslimah untuk menikah dengan laki-laki musyirik siapapun dia dan dari golongan musyirik manapun dia, maka jangan kalian nikahkan wanita muslimah dengan mereka wahai orang-orang mukmin, karena sesungguhnya yang demikian itu diharamkan bagi kalian. Sesungguhnya kamu menikahkan mereka (wanita muslimah) dengan seorang budak yang mukmin yang mempercayai Allah dan Rasul-Nya dan apa yang datang dari sisi Allah, lebih baik bagi kalian daripada menikahkan wanita muslimah dengan laki-laki musyirik yang merdeka, walaupun nasabnya terhormat dan dan garis keturunannya mulia, dan walaupun dia menarik hati kalian melalui jalur keluarganya dan garis keturunannya. (Jaami’ Al-Bayan Fii Ta’wiilil Qur’an, jilid 4 halaman 370).


Oleh karnanya jika seorang wanita muslimah tetap menikah dengan lelaki non muslim, maka pernikahannya tidak sah secara hukum Islam dan tidak diterima diterima di sisi Allah dan konsekuensi beratnya adalah dia mendapatkan dosa jariyah sebab pernikahannya tidak sah dan apabila dia berhubungan badan dengan suaminya, maka terhitung zina di dalam Islam. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.


Adapun baru-baru ini ada tokoh yang mengaku lulusan salah satu Universitas Islam dan dia membolehkan pernikahan beda agama dan dalam hal ini pernikahan wanita muslimah dengan lelaki non muslim, dan dia berpendapat seperti itu atas nama toleransi, maka ini bukanlah toleransi di dalam Islam namun ini adalah telor asin. Islam mengharamkan pernikahan beda agama antara wanita muslimah dengan lelaki non muslim. Jika ada yang membolehkan atas nama toleransi, maka bisa dipastikan dia tidak paham ajaran Islam dan pendapat yang membolehkan tersebut adalah pendapat yang ngawur dan bertentangan dengan ajaran Islam.


Orang-orang seperti ini adalah orang-orang munafik. Mereka adalah musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan dan menerkam dari belakang. Maka tidak heran azab bagi orang-orang munafik lebih keras daripada azab orang-orang kafir, karena orang-orang kafir mereka sudah jelas kekafirannya dan ummat Islam akan mempersiapkan strategi untuk mengalahkan strategi mereka. Adapun orang-orang munafik mereka berada di tengah-tengah ummat Islam, pakaiannya sama dengan pakaian ummat Islam, pakai gamis, pakai baju koko, pakai peci dan lainnya. Gaya mereka seperti gaya ummat Islam dan perkataan mereka juga sama dengan perkataan ummat Islam. Namun hati mereka menolak ajaran Islam. Dan apabila mereka berkata, maka perkataan mereka itu bisa menggoyahkan iman umat Islam yang tidak kuat imannya kepada Allah disebabkan mereka membolak-balikkan ajaran Islam. Inilah mengapa siksaan bagi orang-orang kafir lebih keras daripada siksaan bagi orang-orang kafir.


Allah berfirman :


إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا


Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An-Nisa’ : 145).


Imam Abu Ja’far At-Thobari rohimahullah mengomentari ayat di atas di dalam kitab tafsirnya Jaami’ Al-Bayan Fii Ta’wiilil Qur’an :


قال أبو جعفر: يعني جل ثناؤه بقوله:"إن المنافقين في الدرك الأسفل من النار"، إن المنافقين في الطَّبَق الأسفل من أطباق جهنم


Imam Abu Ja’far At-Thobari rohimahullah berkata : Firman Allah yang Maha Agung (Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka). Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada pada tingkatan paling bawah dari tingkatan-tingkatan neraka Jahannam. (Jaami’ Al-Bayan Fii Ta’wiilil Qur’an, jilid 9 halaman 337).


Na’udzubillah, semoga kita semua dijauhkan dari sifat orang-orang munafik. Aamiin.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.