logo

Hukum Bekerja di Bank Konvensional Sebagai OB atau Satpam, Halalkah Gajinya? | Konsultasi Muslim

 


Pertanyaan :


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh ust hukum bekerja di bank sebagai ob ataupun satpam


Karna di bank itu banyak ribanya ust jadikan kurang barokah jadi gmn hukumnya itu ustadz?


Barakallahu fikum


Jazakumullah khairan kastirant ust untuk jawabannya


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh


Dari : Ummu Azizah


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

 

الحكم يدور مع العلة، وجودا وعدما

 

Hukum itu berputar bersama illatnya (sebabnya), baik ketika sebabnya ada maupun tidak ada.

 

Hukum kerja di Bank bisa dilihat dari 2 aspek :

 

1. Jika pekerjaan yang dia lakukan tidak berkaitan langsung dengan transaksi riba, seperti pimpinan bank, satpam, tukang berih-bersih dan semua yang sama sekali tidak terkait dengan transaksi riba, maka hukumnya boleh.

 

Kebolehannnya karena merujuk pada firman Allah Subhanhu wa Ta'ala :

 

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

 

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah : 29).

 

Dari Salman Al-Farisi rodhiyallahu ‘anhu berkata :

 

الْحَلَالُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ، وَالْحَرَامُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ، وَمَا سَكَتَ عَنْهُ، فَهُوَ مِمَّا عَفَا عَنْهُ

 

Yang halal adalah apa yang Allah halalkan dalam kitabNya, yang haram adalah yang Allah haramkan dalam kitabNya, dan apa saja yang di diamkanNya, maka itu termasuk yang dimaafkan. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 3367).

 

Syekh Al-Albani rohimahullah mengomentari hadist ini di dalam kitab Sunan Ibnu Majah :

 

حسن

 

Hadist ini derajatnya Hasan. (Sunan Ibnu Majah, jilid 2 halaman 1117).

 

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

 

اْلأَصْلُ فِي الشُّرُوْطِ فِي الْمُعَامَلاَتِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ

 

Hukum asal menetapkan syarat dalam mu'amalah adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya.

 

Jadi, pekerjaan apapun yang ada di Bank tersebut yang tidak ada transaksi ribanya, maka pekerjaannya halal dan uangnya juga halal.

 

Bagaimana dengan barokahnya?

 

Memang, meskipun tidak bekerja pada bagian yang bertransaksi langsung dengan perbuatan riba, tentu sebagai seorang muslim terkadang was-was dengan uang gaji yang didapat, meskipun halal, tapi kepikiran, apakah uang gaji yang didapat dari hasil bekerja di situ barokah atau tidak.

 

Untuk itu, jika ada pekerjaan lain selain bekerja di Bank, maka pilihlah pekerjaan lain terselebih dahulu. Kecuali memang tidak ada pekerjaan lain dan yang diterima hanya di situ, maka silahkan saja.

 

Masalah gaji? InsyaAllah jika dia bekerja di bank tersebut bukan pada bagian riba, tapi pada bagian yang bebas dari riba, insyaAllah uang gajinya barokah dengan izin Allah berdasarkan dalil di atas.

 

Bagaimana dengan bekerja di Bank Syariah, apakah pada bagian tertentu juga dilarang?

 

Sekarang, di Indonesia ada Bank baru Bernama Bank Syariah Indonesia yang disingkat dengan BSI. Sejauh yang kami ketahui, bahwa Bank ini menerapkan Syariat Islam dan insyaAllah bekerja di dalamnya boleh karena sepengatahuan kami terbebas dari riba. Ini yang kami ketahui saja, Adapun jika di dalamnya terdapat unsur riba seperti Bank Konvesional, maka hukumnya tetap sama, bekerja pada pekerjaan yang mengandung riba tersebut dilarang dan haram hukumnya di dalam Islam.

 

Kita berdo’a saja mudah-mudahan Bank Syariah Indonesia ini memang 100% menerapkan Syariat Islam sehingga tidak ada sedikitpun unsur riba di dalamnya.

 

2. Bekerja pada bagian yang ada transaksi riba. Seperti misalnya bagian pinjam meminjam yang berbunga, bagian admin (yang mencatat), yang menandatangani surat transaksi riba,  dan bagian apa saja yang ada transaksi ribanya.

 

Bekerja pada bagian ini jelas-jelas haram dan dilarang di dalam Islam, sebab Islam melarang melakukan transaksi yang mengandung riba bagi kaum muslimin.

 

Allah berfirman :

 

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah : 275).

 

Inilah perincian hukum bekerja di Bank, jadi tidak mutlaq bekerja di Bank itu haram, akan tetapi, ada bagian-bagian tertentu yang tidak terdapat unsur ribanya dan tidak ada transaksi ribanya, bahkan sekarang sudah ada Bank Syariah Indonesia yang memakai sitem Syariah yang mengedepankan Syariat Islam. Mudah-mudahan Bank BSI ini betul-betul 100%terbebas dari riba, sehingga ummat Islam bisa bekerja di dalamnya dengan tenang, dan bisa melakukan transaksi apapun dengan aman, karena sudah sesuai dengan Syariat Islam.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta’ala a’lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.