logo

Hukum Memelihara Burung dalam Sangkar Menurut Islam | Konsultasi Muslim

 


Pertanyaan :


Assalamualaikum ust izin bertanya ya ust. Apa hukumnya memelihara burung dalam sangkar dalam jumlah sangat banyak, jujur saya sangat sedih melihat burung burung dikurung bukan 1/2 tapi ini banyak banget dan apakah akan ada hisabnya karna telah mengurung makhluk hidup yang seharusnya bebas berkeliaran diluaran,  Terimakasih ya ust.


Dari : Nenty Rianty


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Memelihara burung di dalam sangkar hukumnya boleh di dalam Islam.

 

Para ulama membolehkan hal ini berdalil dengan hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik.

 

Dari ‘Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu berkata :

 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ - قَالَ: أَحْسِبُهُ - فَطِيمًا، وَكَانَ إِذَا جَاءَ قَالَ: «يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ» نُغَرٌ كَانَ يَلْعَبُ بِهِ

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Saya memiliki seorang adik lelaki, namanya Abu Umair. Usianya mendekati usia baru disapih. Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, beliau memanggil, ‘Wahai Abu Umair, ada apa dengan Nughair?’ Nughair adalah burung yang digunakan mainan Abu Umair. (HR. Bukhari, hadist no. 6203).

 

Di dalam kitab Fatawa As-Sabakah Al-Islamiyyah disebutkan :

 

قال ابن حجر في الفتح: إن في الحديث دلالة على جواز إمساك الطير في القفص ونحوه، ويجب على من حبس حيواناً من الحيوانات أن يحسن إليه ويطعمه ما يحتاجه لقول النبي صلى الله عليه وسلم الله عليه وسلم الله عليه وسلم: " دخلت امرأة النار في هرة ربطتها، فلم تطعمها، ولم تدعها تأكل من خشاش الأرض". متفق عليه

 

Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani rohimahullah berkata di dalam Fathul Baari : Sesungguhnya hadist ini dalil bahwa bolehnya memelihara burung di dalam sangkar dan semisalnya. Dan wajib bagi orang yang mengurung hewan agar membaguskan pemeliharaannya dan memberi makan hewan tersebut sesuai dengan yang dia butuhkan. Hal ini berdasarkan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing, dia meninggalkan kucing tersebut dan membiarkan memakan hama tanah. HR. Bukhari dan Muslim. (Fatawa As-Sabakah Al-Islamiyyah, jilid 17 halaman 931).

 

Oleh sebab itu, memelihara burung hukumnya boleh menurut para ulama. Akan tetapi harus memperhatikan perawatan burung tersebut. Di antaranya adalah :

 

1. Memberi makan

 

2. Memberi minum

 

3. Menyediakan tempat yang nyaman bagi burung tersebut

 

4. Burung juga punya nafsu, jika bisa, kawinkan dia dengan burung berjenis kelamin perempuan agar mempunyai keturunan. Jadi di dalam sangkar bisa berdua dengan pasangannya.

 

5. Yang paling penting adalah tidak membuat burung tersebut menjadi tersiksa karena berada di dalam sangkar. Perlakukan dia layaknya manusia, yang mana manusia butuh makan, minum, tempat tinggal yang nyaman dan juga butuh pasangan. Bahkan jika cuaca sedang buruk seperti hujan deras, jangan biarkan burung tersebut merasa kedinginan. Tutup sangkar tersebut dengan kain dan dengan apapun yang sekiranya angin dan air hujan tidak bisa masuk ke dalam sangkar. Inilah yang harus diperhatikan oleh pemiliknya, agar jangan sampai berbuat zolim terhadap makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena berani memelihara burung, maka harus berani juga menjaga dan memeliharanya dengan sebaik-baiknya.

 

Apakah Ada Hisab Orang Yang memelihara burung di dalam Sangkar nanti di akhirat?

 

Tentunya ada. Setiap perbuatan yang dilakukan manusia di dunia kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Allah berfirman :

 

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

 

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? (QS. Al-Qiyamah : 36).

 

Allah berfirman :

 

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

 

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36).

 

Untuk itu, pemilik burung kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Bagaimana dia memelihara burung peliharaannya, apakah sudah dipenuhi hak-hak hewan tersebut, apakah sudah diberi makan, minum, tempat tinggal yang nyaman, serta yang lainnya juga yang berkaitan dengan burung peliharaannya. Karena tidak ada satupun perbuatan yang dikerjakan oleh manusia di dunia ini, melainkan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta’ala a’lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.