logo

Banyak Beristighfar Bisa Membuka Pintu Rezeki | Konsultasi Muslim

 


Banyak amalan yang bisa dilakukan seorang muslim untuk memperlancar ataupun membuka pintu rezekinya, salah satunya adalah dengan memperbanyak beristighfar kepada Allah kemudian berusaha dalam menjemput rezeki tersebut.


Allah berfirman :


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا، وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا


maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. Nuh : 10-12).


Berdasarkan ayat di atas bahwa istighfar bisa membuka pintu rezeki seorang muslim. Dan mengenai hal ini ada sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Syubaih sebagaimana yang dinukil oleh Imam Al-Qurtubi di dalam kitab Tafsirnya Al-Jaami’ Li Ahkaamil Qur’an atau yang dikenal dengan Tafsir Al-Qurtubi :


شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ" نُوحٍ": اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً. يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً


Ada seorang lelaki yang mengadu musim paceklik kepada Hasan Al-Bashri, maka Hasan Al-Bashri rohimahullah berkata : “Beristighfarlah engkau kepada Allah.” Dan yang lainnya juga mengadu bahwa dia miskin, Hasan Al-Bashri rohimahullah menjawab : “Bersitighfarlah kepada Allah.” Orang yang ketiga berkata kepada Hasan Al-Bashri, “Doakanlah saya agar dikaruniai anak.” Hasan Al-Bashri rohimahullah menjawab : “Beristighfarlah (minta ampunlah) kepada Allah.” Dan ada yang mengadu bahwa kebunnya kering. Hasan Al-Bashri tetap menjawab : “Beristighfarlah (minta ampunlah) kepada Allah.”


Melihat hal itu, Rabii’ bin Subaih bertanya : “Tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau memerintahkan mereka semua agar beristighfar, mengapa demikian?” Hasan Al-Bashri rohimahullah menjawab : “Aku tidak menjawab dari diriku sendiri, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam firman-Nya :


“Maka Aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampunan kepada Rabb-mu, seseunnguhnya dia adalah Maha Pengampun, niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh : 10-12).


(Al-Jaami’ Li Ahkaamil Qur’an, jilid 18 halaman 302).


Maka dari itu seorang muslim harus memperbanyak beristighfar kepada Allah bilamana dia menginginkan pintu rezekinya dibuka oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Allah senang kepada orang-orang yang merendahkan diri karena kesalahannya, sebab sejatinya manusia penuh dengan kekeliruan dan sudah sepatutnya kita semua memperbanyak meminta ampun kepada yang menciptakan alam semesta beserta isinya.


Selain itu, ada sebuah kisah tentang keajaiban istighfar, yaitu kisahnya seorang penjual roti dengan Imam Ahmad rohimahullah, di mana Imam Ahmad berkunjung ke Bashroh, padahal tidak ada keperluan sama sekali dan akhirnya Allah pertemukan dengan penjual roti sebagai buah istighfar penjual roti tersebut. Dan ketika Imam Ahmad rohimahullah menanyakan apa yang didapat dari istighfar tersebut? Maka penjual roti itu mengatakan : Tidak ada satupun hajat yang aku minta kepada Allah, niscaya dikabulkan Allah, termasuk pada waktu itu bertemu dengan Imam Ahmad, seorang ulama besar Ahli Hadits dan Fiqih serta pendiri Mazhab Hambali. Imam Ahmad langsung bertakbir mendengar apa yang dikatakan penjual roti itu.


MasyaAllah, sungguh besar keajaiban istighfar, maka dari itu ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنِ أكْثَرَ مِنَ الاسْتِغْفَارِ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ


Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, di setiap kesempitannya akan diberikan kelapangan dan diberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. (HR. Ahmad, hadist no. 2234).


Di dalam kitab As-Sunan wal Mubtadi’at disebutkan :


رَوَاهُ أَحْمد وَالْحَاكِم وَصَححهُ كَمَا فِي الْجَامِع


Diriwayatkan oleh Ahmad dan Hakim. Dan Hakim menshahihkannya di dalam Al-Jaami’. (As-Sunan wal Mubtadi’at, jilid 1 halaman 316).


Hadist inilah yang kemudian dipraktekkan oleh penjual roti sehingga semua kebutuhannya dipenuhi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, termasuk dibukakan pintu rezekinya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dengan memperbanyak istighfar, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkannya untuk bertemu dengan Imam Ahmad rohimahullah.


Oleh sebab itu, mari kita perbanyak beristighfar kepada Allah, di manapun kita harus mengingat Allah, karena dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.


Allah berfirman :


الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’du : 28).


Semoga setelah membaca ini kita semua memperbanyak meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan semoga dosa-dosa kita semua diampuni oleh Allah dan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Aaamiin Ya Robbal “Aalamiin.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.