logo

Bacaan Dzikir Setelah Shalat 5 Waktu Sesuai Sunnah Nabi | Konsultasi Muslim



Dzikir setelah shalat :


1. Membaca istighfar 3 kali


Dari Tsauban rodhiyallahu ‘anhu berkata :


كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ: «اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ» قَالَ الْوَلِيدُ: فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ: " كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ؟ قَالَ: تَقُولُ: أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai shalat, beliau beristighfar 3 kali, lalu membaca do’a :


“Allahumma Antas Salaam wa Minkas Salaam Tabaarokta Dzal Jalaali wal Ikroom.”


(Ya Allah Engkaulah penyelamat dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungan dan kemuliaan).


Al-Walid berkata : Saya bertanya kepada Al-Auza’i : Bagaimana lafadz istighfar itu? dia verkata : Kamu mengucapkan : Astaghfirullah, Astaghfirullah. (HR. Muslim, hadist no. 591).


2. Membaca Allahumma Antas Salaam


اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ


“Allahumma Antas Salaam wa Minkas Salaam Tabaarokta Dzal Jalaali wal Ikroom.”


Ya Allah Engkaulah penyelamat dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungan dan kemuliaan. (HR. Muslim, hadist no. 591).


3. Membaca “Laa ilaaha illallah wahdahu la Syarika lahu”


Dari Abu Zubair rodhiyallahu ‘anhu berkata :


كَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ، يَقُولُ: فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ حِينَ يُسَلِّمُ «لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ، وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ وَقَالَ: «كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ»


Abdullah bin Zubair di ujung shalat, ketika selesai salam beliau membaca :


laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyaah. Lahun ni’matu wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaa-ul hasanu. Laa ilaha illallooh mukhlishiina lahud diin wa lau karihal kaafiruun.


Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Semua nikmat, anugerah dan pujian yang baik adalah milik Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya. Dan Ibnu Zubair berkata ; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca kalimat ini setiap selesai mengerjakan shalat. (HR. Muslim, hadist no. 594).


4. Membaca do’a : “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wasyaukrika wahusni ‘ibaadatik”


Dari Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


أَنَّ رَسُولَ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ، وَقَالَ: «يَا مُعَاذُ، وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ، وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ»، فَقَالَ: " أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ


Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menarik tanganku sambil berkata : wahai Mu’adz, Demi Allah aku mencintaimu sungguh aku mencintaimu. Aku wasiatkan kepada engkau wahai Muadz, jangan engkau tinggalkan di setiap akhir shalat untuk berdo’a :


"Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika."


(Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik. (HR. Abu Daud, hadist no. 1522).


Status Hadist :


Imam Syamsuddin As-Syufairi As-Syafi’i rohimahullah menuqil pendapat Imam Al-Hakim di dalam kitabnya Al-Majaalis Al-Wa’dziyyah tentang hadist di atas :


والحاكم في المستدرك (1/407، رقم 1010) ، وقال: هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه


Dan hadist ini juga diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam (Al-Mustadrak jilid 1 halaman 407, hadist no. 1010). Dia (Al-Hakim) berkata : Hadist ini shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim, namun mereka tidak meriwayatkan hadist ini di dalam kitab hadist mereka berdua. (Al-Majaalis Al-Wa’dziyyah, jilid 1 halaman 396).


5. Membaca ayat kursi :


Dari Abu Umamah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلَّا الْمَوْتُ


Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian. (HR. At-Thabrani, hadist no. 7532).


Status Hadist :


Imam Syamsuddin Yusuf mengomentari hadist di atas di dalam kitabnya Manaaqib Al-Asad Al-Gholib :


هذا حديث حسن صحيح الإسناد رواه الطبراني في معجمه


Hadist ini sanadnya shahih diriwayatkan oleh At-Thabrani di dalam kitabnya Al-Mu’jam. (Manaaqib Al-Asad Al-Gholib, jilid 1 halaman 59).


6. Membaca “Allahumma laa maani’alima a’thaitha”


Dari Al-Mughirah rodhiyallahu ‘anhu berkata :


سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خَلْفَ الصَّلاَةِ: «لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ»


Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah shalat beliau berdo’a :


laa ilaha illallooh wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.


(Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan (bagi pemiliknya). Dari Engkau-lah semua kekayaan dan kemuliaan. (HR. Bukhari, hadist no. 6615).


7. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas


Dari ‘Uqbah bin ‘Amir rodhiyallahu ‘anhu berkata :


أَمَرَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk membaca al-mu’awwidzaat (an-naas, al-falaq, al-ikhlas) di penghujung setiap shalat. (HR. Ahmad, hadist no. 17792).


Syekh Syu’aib Al-Arnauth rohimahullah mengomentari hadist di atas di dalam Musnad Ahmad :


حديث صحيح، وهذا إسناد حسن


Hadist ini shahih dan sanadnya Hasan. (Musnad Ahmad, jilid 29 halaman 330).


8. Membaca Tasbih 33x, Tahmid 33x,


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَقَالَ: تَمَامَ الْمِائَةِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ


Barangsiapa yang berdzikir setelah selesai shalat dengan dzikir :


Tasbih 33x (Subhanallah),  Tahmid 33x (Ahamdulillah) Takbir 33x (Allahu akbar). Tahlil 1x (Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir).


(Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagiNya. Semua kerajaan dan pujaan adalah milik Allah. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu).


Maka akan diampuni semua kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim, hadist no. 597).


Dzikir secara lengkap :


1. Membaca Istighfar 3x :


أَسْتَغْفِرُ اللهَ


Latin : Astaghfirullah.


Artinya : Aku meminta ampun kepada-Mu ya Allah.


2. Membaca Allahumma Antas Salaam


اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ


Latin : “Allahumma Antas Salaam wa Minkas Salaam Tabaarokta Dzal Jalaali wal Ikroom.”


Artinya : Ya Allah Engkaulah penyelamat dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungan dan kemuliaan.


3. Membaca “Laa ilaaha illallah wahdahu la Syarika lahu”


لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


Latin : laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.


Artinya : Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


4. Membaca do’a : “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wasyaukrika wahusni ‘ibaadatik”


اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ


Latin : “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika.”


Artinya  : (Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik.


5. Membaca ayat kursi :


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al-Baqarah : 255).


6. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas


7. Membaca “Allahumma laa maani ’alima a’thaitha”


اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ


Latin : Allahumma laa maani’a lima a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.


Artinya : . Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan (bagi pemiliknya). Dari Engkau-lah semua kekayaan dan kemuliaan.


8. Membaca Tasbih 33x, Tahmid 33x, Takbir 33x, Tahlil 1x


Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x, Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.


Gabungan dzikir :


أَسْتَغْفِرُ اللهَ  3x


اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ


لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ –اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ - لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ - وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًا اَحَدٌ


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ - مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ- وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ- وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ- وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ- مَلِكِ النَّاسِۙ -اِلٰهِ النَّاسِۙ- مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ- الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ- مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ


اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ


سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣ اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣ اَللهُ اَكْبَرْ ×٣٣


لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi 

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.