logo

Hukum Menguap Keluar Suara Saat Shalat, Batalkah Shalatnya? | Konsultasi Muslim

 


Pertanyaan :


Bismillah assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh


Aseef, izin bertanya.  


Saya masih bingung, atau bahkan ada kekeliruan disini.


Di kitab safinnatunnajah di jelaskan pada bab hal hal yang membatalkan sholat. Bahwa orang yang sholat dilarang mengucapkan satu atau dua huruf yang dapat di pahami.


Di sini tu yang di maksud


Orang sholat tapi nimbrung/ngangguk saat di tanya (kan ada tuh anak yang lagi sholat, terus dia ngedenger temennya ngobrol, eh dia malah nyahut tu obrolan. Dulu di pondok Ahda sering nemuin anak kek gini)


Atau Orang sholat yang nguap dan dia mengucapkan satu dua huruf?


Atau sama sama membatalkan? Syukron


Dari : Ahda


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Ada sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

 

الحكم يدور مع العلة، وجودا وعدما

 

Hukum itu berputar bersama illatnya (sebabnya), baik ketika sebabnya ada maupun tidak ada.

 

Artinya, ketika seseorang menguap dalam shalat ada 2 hal yang harus diperhatikan :

 

1. Sengaja menambah suara ketika menguap

 

2. Tidak sengaja dan di luar kendalinya

 

Perkataan ulama tentang ini :

 

1. Jika dia sengaja menambah suara ketika menguap

 

Imam Al-Mardawi Al-Hanbali rohimahullah berkata di dalam kitabnya Al-Inshof Fii Ma'rifatir Roojih Minal Khilaf :

 

قَوْلُهُ (أَوْ نَفَخَ فَبَانَ حَرْفَانِ فَهُوَ كَالْكَلَامِ) ، وَهَذَا الْمَذْهَبُ، وَعَلَيْهِ الْأَصْحَابُ وَاخْتَارَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ: أَنَّ النَّفْخَ لَيْسَ كَالْكَلَامِ، وَلَوْ بَانَ حَرْفَانِ فَأَكْثَرُ فَلَا تَبْطُلُ الصَّلَاةُ بِهِ، وَهُوَ رِوَايَةٌ عَنْ الْإِمَامِ أَحْمَدَ

 

Perkataan : (Meniupkan nafas saat shalat sampai membentuk suara dua huruf, ini dihukumi seperti berbicara). Pendapat ini dipegang oleh para ulama Mazhab Hambali. Syekh Taqiyuddin memilih pendapat, bahwa hembusan nafas tidak termasuk berbicara, meskipun sampai mengeluarkan dua huruf atau lebih. Ini tidak membatalkan shalat. Pendapat ini juga diriwayatkan dari Imam Ahmad. (Al-Inshof Fii Ma'rifatir Roojih Minal Khilaf, jilid 2 halaman 138).

 

Menurut mazhab Hambali, jika dia sengaja menambah suara dua huruf ketika menguap, maka shalatnya batal.

 

Namun, Syekh Taqiyuddin tidak memasukkan ke dalam kalam (berbicara).

 

2. Tidak sengaja menimbulkan suara ketika menguap

 

Imam Ibnu Qudamah rohimahullah berkata sebagaimana disebutkan di dalam Fatawa As-Sabakah Al-Islamiyah :

 

أن تخرج الحروف من فيه بغير اختياره مثل أن يتثاءب فيقول هاه أو يتنفس أو يسعل فينطق في السعلة بحرفين وما أشبه هذا أو يغلط في القراءة فيعدل إلى كلمة من غير القرآن أو يجيئه البكاء فيبكي ولا يقدر على رده فهذا لا تفسد صلاته

 

Mengeluarkan suara huruf dari mulutnya, namun di luar kendali, seperti mengucapkan “Haah” atau suara keluar karena bernafas, batuk sampai keluar suara dua huruf, atau semisalnya, atau salah membaca ayat sampai keluar bacaan selain Al-Qur'an, atau menangis yang tidak kuasa dia tahan, hal-hal seperti ini tidak membatalkan shalat. (Fatawa As-Sabakah Al-Islamiyah, jilid 11 halaman 6143).

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.