logo

Manusia Tidak Akan Bisa Menghitung Nikmat Allah | Konsultasi Muslim

 


Nikmat Allah itu begitu banyak yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya, mulai dari bangun tidur, sampai tidur lagi, maka manusia tidak akan bisa menghitung betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepadanya.


Ketika bangun tidur, Allah kembalikan roh ke dalam tubuhnya, ini adalah nikmat yang tidak terhingga. Dia bisa bernafas kembali dan bisa menghirup udara segar di pagi hari juga merupakan nikmat Allah. Ketika makan, lidahnya merasakan rasa makanan, manis ataukah asin, itu merupakan nikmat Allah. Anggota tubuhnya sehat dan bisa beraktivitas sehari-hari adalah nikmat Allah. Dan yang tidak kalah penting adalah oksigen yang dia hirup adalah nikmat Allah, dan itu semua Allah berikan seca cuma-cuma.


Andai seseorang sakit dan berada di rumah sakit, dia membeli oksigen. Jika dalam satu hari dia membutuhkan 2 tabung oksigen, sementara 1 tabung oksigen seharga Rp. 500.000. Maka dia harus mengeluarkan uang sebanyak Rp. 1.000.000 per harinya.


Namun, ketika dia sehat, Allah berikan oksigen itu secara cuma-cuma. Jika dibeli, berapa tabung oksigen yang dia butuhkan sehari dan berapa uang yang harus dia keluarkan sehari. MasyaAllah, sungguh Allah Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya.


Seandainya pepohonan dijadikan pena dan lautan dijadikan tinta untuk menulis berapa banyak nikmat yang Allah berikan kepadanya, maka niscaya dia tidak akan bisa untuk menulisnya.


Allah berfirman :


وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ


Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl : 18).


Imam As-Samarqandi rohimahullah berkata di dalam kitab tafisrnya Bahrul ‘Ulum :


ثم قال عز وجل: وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لاَ تُحْصُوها أي: لا تطيقوا إحصاءها، فكيف تقدرون على أداء شكرها إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ لمن تاب ورجع. وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ في قلوبكم وَما تُعْلِنُونَ بالقول


Allah berfirman : “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” Artinya : Kamu tidak bisa menghitungnya, maka bagaimana kamu berterimakasih kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang bagi siapa saja yang bertaubat dan Kembali kepada-Nya. Dan Allah mengetahui apa yang kamu sembunyikan di dalam hatimu dan mengetahui apa yang kamu diucapkan dengan perkataan. (Bahrul ‘Ulum, jilid 2 halaman 269).


Semua nikmat yang dirasakan manusia datangnya dari Allah, bahkan terkadang, suatu hal yang sama sekali tidak disadari manusia sebagai nikmat, rupa-rupanya itu merupakan nikmat Allah. Seperti jari bisa digunakan untuk memegang pena dan menulis dengannya. Namun ketika jari tersebut terkilir dan tidak bisa memegang pena, maka di situ manusia baru sadar betapa berharganya nikmat sehat pada jari tersebut. Begitu juga ketika manusia sehat, sering sekali mereka lupa bahwa sehat merupakan sebuah nikmat, namun banyak yang lupa akan hal itu, ketika sakit, barulah mereka sadar betapa berharganya nikmat sehat dan itu semua datangnya dari Allah Subhanhu wa Ta’ala.


Allah berfirman :


وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ


Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS. An-Nahl : 53).


Jika manusia bersyukur, maka nikmat tersebut akan ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi jika manusia kufur terhadap nikmat Allah, artinya dia tidak mau bersyukur terhadap nikmat, maka Allah akan mengazabnya karena kekufurannya terhadap nikmat tersebut.


Allah berfirman :


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7).


Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang diberikan, niscaya akan Allah tambah nikmat tersebut. Namun jika tidak mensyukurinya, maka Allah akan mengazabnya karena tidak bersyukur atas nikmat tersebut, padahal nikmat yang Allah berikan tersebut tidak terhitung jumlahnya. Bersyukurlah niscaya mendatangkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.