logo

Hukum Trading Forex dalam Islam | Konsultasi Muslim

 


Forex adalah salah satu aplikasi trading yang di dalamnya memperdagangkan mata uang asing. Artinya dalam aplikasi ini seseorang bisa melakukan transaksi jual beli mata uang asing. Seperti misalnya menukar uang Rupiah dengan USD ataupun lainnya.


Contoh : Kurs 1 Dolar Amerika jika dirupiahkan seharga Rp. 14.000. Nah, jika seseorang ingin membeli 1 Dolar Amerika (USD), maka dia harus membeli dengan harga RP. 14.000. Dan kurs (nilai) mata uang tentunya akan naik turun. Dia bisa membeli ketika kursnya turun dan menjual ketika kursnya tinggi.


Pada dasarnya bisnis penukaran mata uang diperbolehkan di dalam Islam, karena hal ini termasuk perkara mu’amalah.


Ada sebuah qoidah yang disebutkan oleh Imam As-Suyuthi rohimahullah di dalam kitabnya Al-Asbah wa An-Nazhoir :


الأصل في الأشياء الإباحة حتى يدل الدليل على التحريم


Hukum asal segala sesuatu adalah boleh, sampai ada dalil yang mengharamkannya. (Al-Asbah wa An-Nadzoir, jilid 1 halaman 60).


Namun, tentunya Islam tidak hanya sekedar membolehkan begitu saja, tapi mempunyai beberapa ketentuan dalam perkara mu’amalah :


1. Bila melakukan transaksi sejenis, seperti uang dengan uang, maka ketentuannya ada 2 :


A. Harus dilakukan secara kontan.


Artinya : Jika dia membeli mata uang, dia harus membayar secara kontan, tidak boleh mengkredit ataupun menunda pembayarannya.


B. Jika dia menukar rupiah dengan rupiah, maka jumlahnya harus sama.


Contoh : Dia menukar uang Rp. 50.000 dengan pecahan Rp. 1000, maka uang dengan pecahan 1000 harus mencapai jumlah Rp. 50.000, tidak boleh mengurangi atau menambahi.


2. Jika dia melakukan transaski mata uang dengan mata uang, namun berbeda mata uangnya, seperti Rupiah dengan Dolar (USD), maka pembayarannya juga harus kontan dan tidak boleh berhutang atau kredit. Hal ini berdasarkan hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Dari Abu Sa’id Al-Khudry rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ، وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ، وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ، وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ، وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ، وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ، مِثْلًا بِمِثْلٍ، يَدًا بِيَدٍ، فَمَنْ زَادَ، أَوِ اسْتَزَادَ، فَقَدْ أَرْبَى، الْآخِذُ وَالْمُعْطِي فِيهِ سَوَاءٌ


Apabila emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa yang menambah atau meminta tambahan, maka dia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama mendapatkan dosa. (HR. Muslim, hadist no. 1584).


Imam As-Shon’ani rohimahullah berkata di dalam kitabnya Subulus Salam :


وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى تَحْرِيمِ التَّفَاضُلِ فِيمَا اتَّفَقَا جِنْسًا مِنْ السِّتَّةِ الْمَذْكُورَةِ الَّتِي وَقَعَ عَلَيْهَا النَّصُّ. وَإِلَى تَحْرِيمِ الرِّبَا فِيهَا ذَهَبَتْ الْأُمَّةُ كَافَّةً


Ini adalah dalil haram hukumnya melebihkan 6 jenis barang yang disebutkan menurut yang disepakati sebagaimana yang dicantumkan di dalam Nash. Dan dilarang melakukan perbuatan Riba serta diperintahkan kepada seluruh umat Islam untuk meninggalkannya. (Subulus Salam, jilid 2 halaman 51).


Namun, berbeda halnya dengan aplikasi Trading Forex, di mana aplikasi ini bertujuan agar pengguna mendapatkan keuntungan dari penjualan mata uang tersebut.


Kesimpulan hukum Trading Forex :


1. Trading Forex atau trading apapun yang pembayarannya tidak dilakukan secara tunai hukumnya haram


2. Jika dalam transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan sekarang, tapi baru diberlakukan untuk waktu yang akan datang bahkan sampai satu tahun, maka ini hukumnya juga haram. Karena harga barang waktu ditetapkan saat itu belum tentu sama dengan harga waktu barang tersebut diserahkan. Maka hal ini tidak boleh, karena tidak adanya kesepakatan kedua belah pihak.


Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


نَهَى عَنْ بَيْعِ حَبَلِ الحَبَلَةِ، وَكَانَ بَيْعًا يَتَبَايَعُهُ أَهْلُ الجَاهِلِيَّةِ، كَانَ الرَّجُلُ يَبْتَاعُ الجَزُورَ إِلَى أَنْ تُنْتَجَ النَّاقَةُ، ثُمَّ تُنْتَجُ الَّتِي فِي بَطْنِهَا


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang transaksi jual beli yang disebut dengan “habalul habalah”. Itu adalah jenis jual beli yang dilakoni masyarakat jahiliyah. “Habalul habalah” adalah transaksi jual beli yang bentuknya adalah : seorang yang membeli barang semisal unta secara tidak tunai. Jatuh tempo pembayarannya adalah ketika cucu dari seekor unta yang dimiliki oleh penjual. (HR. Bukhari, hadist no. 2143).


Artinya jika transaksi telah disepakati, namun yang disepakati hanya waktu diserahkan, sedangkan harganya belum disepakati, maka ketika diserahkan di hari berikutnya harga barang telah naik, dan berbeda dengan kesepakatan sebelumnya, maka tidak boleh karena merugikan salah satu pihak dan menguntungkan salah satu pihak.


Transaksi semacam ini bisa masuk ke dalam transaksi gharar, dan transaksi gharar haram hukumnya dan dilarang di dalam Islam.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ، وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari jual beli (hasil lemparan kerikil) dan melarang dari jual beli gharar (jual beli yang tidak jelas). (HR. Muslim, hadist no. 1513).


Itulah mengapa di dalam Islam jika barangnya sejenis, maka harus dilakukan secara tunai dan jumlahnya juga harus sama, agar tidak merugikan salah satu pihak, baik pembeli ataupun penjual.


Maka dari itu, Trading Forex atau trading apapun yang memiliki 2 unsur di atas, maka hukumnya haram dan dilarang di dalam Islam.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.