logo

Hukum Meminjam Uang di Aplikasi Pinjaman Online dalam Islam | Konsultasi Muslim



Setiap manusia pasti pernah mengalami kesulitan tanpa terkecuali, terutama dalam masalah pangan, di mana dia tidak mempunyai uang untuk membeli makanan sehari-hari, sehingga terkadang terpaksa meminjam kepada tetangga ataupun kerabatnya.


Meminjamkan uang kepada saudara mendapatkan pahala di sisi Allah, karena dia telah meringankan beban orang lain. Dan Islam memerintahkan untuk tolong menolong dalam kebaikan.


Allah berfirman :

                    

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ، وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ، وَاتَّقُوا اللَّهَ، إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Maidah : 2).


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ


Barangsiapa yang membantu seorang muslim dalam kesusahan di dunia, maka Allah akan membantu kesusahannya pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan beban seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat. (HR. Muslim, hadist no. 2699).


Untuk itu, jika seorang muslim dalam kesusahan dan ingin meminjam uang, maka pinjamkanlah jika memang menyimpan uang lebih. Karena ketika seorang muslim membantu dan meringankan beban saudaranya, maka Allah akan membantu meringankan bebannya juga di akhirat.


Lalu bagaimana jika tidak mendapat pinjaman, kemudian meminjam uang di Aplikasi Pinjaman Online?


Perlu diketahui, bahwa meminjam uang di aplikasi pinjaman online termasuk riba, karena ada tambahan pada harta pokok.


Syekh Az-Zuhaily rohimahullah membawakan sebuah qoidah di dalam kitabnya Tafsir Al-Munir Fil ‘Aqidah was Syari’ah wal Manhaj :


كل قرض جر نفعا فهو ربا


Setiap hutang piutang yang ditarik manfaat di dalamnya (memberikan keuntungan), maka itu termasuk riba. (Tafsir Al-Munir Fil ‘Aqidah was Syari’ah wal Manhaj, jilid 4 halaman 84).


Contoh :


Si A meminjam uang sebesar 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu) rupiah, kemudian dia cicil selama 1 tahun. Nah, jika dikembalikan dengan harga normal, maka dia mencicil RP. 125.000 per bulannya.


Namun, karena meminjam ke aplikasi pinjaman online, maka dia harus mengembalikan 1.700.00 (satu juta tujuh ratus ribu) dengan cicilan RP. 141.000 lebih. Nah tambahan sebanyak Rp. 200.000 (dua ratus ribu) inilah yang disebut riba dan haram bagi seorang muslim jika melakukan perbuatan riba seperti transaksi ini, karena Islam melarang ummat Islam memakan harta riba.


Allah berfirman :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً، وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. Ali Imran : 130).


Dari Jabir rodhiyallahu ‘anhu berkata :


لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: آكِلَ الرِّبَا، وَمُوكِلَهُ، وَكَاتِبَهُ، وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang makan riba, pemberi makan riba, pencatatnya, dan dua saksinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : mereka semua sama. (HR. Muslim, Subulus Salam, hadist no. 781).


Oleh karnanya, setiap transaksi yang di dalamnya ada tambahan dan memberikan keuntungan, maka termasuk riba, termasuk meminjam uang di aplikasi pinjaman online.


Kesimpulan :


1. Meminjam uang di aplikasi pinjaman online termasuk riba, sehingga seorang muslim haram hukumnya meminjam uang di tempat yang melakukan perbuatan riba.


2. Bukan hanya di aplikasi pinjaman online, di manapun, baik meminjam uang kepada rentenir ataupun kepada teman sendiri, jika ada tambahan pada harta pokok, dengan menambah jumlah uang dari uang yang dipinjam, maka juga termasuk riba dan haram melakukan transaksi riba seperti ini, walau kepada siapapun dan dalam bentuk apapun.


3. Apabila seorang muslim ingin meminjam uang, maka pinjamlah kepada keluarga atau kepada teman, dengan syarat mencari pinjaman yang terbebas dari riba. Dengan begitu, terhindar dari perbuatan yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.