logo

Pekerjaan Terbaik Menurut Rasulullah | Konsultasi Muslim

 


Bekerja merupakan kewajiban bagi kaum muslimin, baik suami bekerja untuk menafkahi anak istrinya ataupun seseorang bekerja untuk dirinya sendiri. Karena dengan bekerja dia akan mendapatkan uang dari pekerjaannya itu dan tidak meminta-minta kepada orang lain.


Perintah untuk bekerja ini telah disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.


Allah berfirman :


فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. Al-Jumu’ah : 10).


Allah berfirman :


هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ


Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al-Mulk : 15).


Bekerja apapun asal halal dan tidak dilarang oleh syariat Islam dan tidak merugikan orang lain.


Namun pekerjaan apa yang paling baik dikerjakan oleh seorang muslim?


Dari Rafi’ bin Khodij rodhiyallahu ‘anhu berkata :


قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ: " عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ


Ada yang bertanya : “Wahai Rasulullah, apa pekerjaan yang paling baik?” Beliau menjawab : “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang diberkahi. (HR. Ahmad, hadist no. 17265).


Syekh Syu’aib Al-Arnauth rohimahullah mengomentari hadist di atas di dalam Musnad Ahmad :


حسن لغيره


Hasan Lighairihi. (Musnad Ahmad, jilid 28 halaman 502).


Imam Badruddin Al-‘Ainy rohimahullah berkata di dalam kitabnya ‘Umdatul Qory Syarah Shahih Al-Bukhari :


وَقد يُقَال: هَذَا أطيب من حَيْثُ الْحل، وَذَاكَ أفضل من حَيْثُ الِانْتِفَاع الْعَام، فَهُوَ نفع مُتَعَدٍّ إِلَى غَيره


Dan dikatakan : Inilah pekerjaan yang paling baik dari segi kehalalannya, dan ini yang paling utama dari segi kemanfaatannya secara umum dan manfaatnya luar biasa kepada selainnya. (‘Umdatul Qory Syarah Shahih Al-Bukhari, jilid 12 halaman 155).


Dari Al-Miqdam rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ، خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ


Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena Nabi Daud ‘alaihis salam dahulu bekerja pula dengan hasil kerja keras tangannya. (HR. Bukhari, hadist no. 2072).


Lalu di antara pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan sendiri, apa jenis pekerjaan yang paling paling baik dan utama menurut ulama?


Imam An-Nawawi rohimahullah mengatakan bahwa pekerjaan yang paling utama adalah bercocok tanam atau bertani.


Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim :


وقد اختلف العلماء في أطيب المكاسب وأفضلها فقيل التجارة وقيل الصنعة باليد وقيل الزراعة وهو الصحيح


Para ulama berbeda pendapat mengenai pekerjaan yang paling baik dan paling utama. Dikatakan : Perdagangan. Satu pendapat lagi : pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri. Dan dikatakan juga : Bercocok tanam (bertani). (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, jilid 10 halaman 213).


Imam Zainuddin Al-‘iroqy rohimahullah berkata di dalam kitabnya Thorhu At-Tatsrib Fii Syarhi At-Taqrib :


قَالَ النَّوَوِيُّ فَالصَّوَابُ مَا نَصَّ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهُوَ عَمَلُ الْيَدِ فَإِنْ كَانَ زَرَّاعًا فَهُوَ أَطْيَبُ الْمَكَاسِبِ وَأَفْضَلُهَا؛ لِأَنَّهُ عَمَلُ يَدِهِ وَلِأَنَّ فِيهِ تَوَكُّلًا كَمَا ذَكَرَهُ الْمَاوَرْدِيُّ وَلِأَنَّ فِيهِ نَفْعًا عَامًّا لِلْمُسْلِمِينَ وَالدَّوَابِّ


Imam An-Nawawi berkata : Yang benar adalah apa yang disabdakan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu pekerjaan dengan tangannya sendiri, dan jika dia seorang petani, maka itu adalah pekerjaan yang paling baik dan paling utama baginya, karena dikerjakan dengan tangannya sendiri dan dalam pekerjaan tersebut terdapat tawakal sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Al-Mawardi dan pekerjaan tersebut bisa bermanfaat secara umum yaitu bagi kaum muslimin dan hewan. (Thorhu At-Tatsrib Fii Syarhi At-Taqrib, jilid 4 halaman 84).


Alasan Imam An-Nawawi bahwa bercocok tanam atau bertani adalah pekerjaan yang paling baik dan utam ada 3 alasan :


1. Karena dikerjakan dengan tangan sendiri


2. Di dalam pekerjaan bercocok tanam itu terdapat tawakal


3. Pekerjaan tersebut dan hasilnya bermanfaat bagi kemasalahatan umum, baik bagi kaum muslimin ataupun hewan.


Jual beli mabrur (yang diberkahi) itu seperti apa?


Imam Nuruddin Al-Qoory rohimahullah berkata di dalam kitabnya Mirqootul Mafaatih Syarah Misykaatul Mashobih :


وَالْمُرَادُ بِالْمَبْرُورِ أَنْ يَكُونَ سَالِمًا مِنْ غِشٍّ وَخِيَانَةٍ، أَوْ مَقْبُولًا فِي الشَّرْعِ بِأَنْ لَا يَكُونَ فَاسِدًا وَلَا خَبِيثًا أَيْ رَدِيًّا، أَوْ مَقْبُولًا عِنْدَ اللَّهِ بِأَنْ يَكُونَ مُثَابًا بِهِ


Yang dimaksud mabrur (diberkahi) adalah bahwa jual belinya itu selamat dari kecurangan dan khianat atau diterima secara syariat dan jual beli tersebut tidak rusak atau jelek, atau diterima di sisi Allah dan dia mendapat pahala karena jual beli tersebut. (Mirqootul Mafaatih Syarah Misykaatul Mashobih, jilid 5 halaman 1904).


Mari mendapatkan keberkahan dalam jual beli dengan cara melakukan jual beli sesuai syariat Islam dan menjauhi jual beli dengan kecurangan dan khianat.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.