logo

Menyikapi Hari Kemerdekaan Indonesia dalam Pandangan Islam | Konsultasi Muslim

 


Hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus adalah hari yang membahagiakan masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, bahkan sampai ke pelosok-pelosok desapun ikut bahagia dengan hari Kemerdekaan Indonesia. Merdeka karena terharu dengan perjuangan pahlawan-pahlawan Indonesia yang meregang nyawa demi kemerdekaan bangsa ini. Dan untuk mensyukuri itu semua, maka diadakanlah peringatan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus setiap tahunnya.


Namun yang perlu diketahui, bahwa merdeka bukan hanya sekedar merdeka dari penjajahan manusia saja, tapi harus merdeka juga dari perbuatan-perbuatan jahiliyah seperti yang dilakukan orang-orang zaman dulu yang belum mengenal Islam.


Allah berfirman :


أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ


Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS. Al-Maidah : 50).


Dari Abu Malik Al-As-‘Ary berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ، لَا يَتْرُكُونَهُنَّ: الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ، وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ، وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ، وَالنِّيَاحَةُ وَقَالَ: النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ


Ada 4 macam pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk ditinggalkan :


1. Membangga-banggakan silsilah keluarga.


2. Mencela keturunan.


3. Mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu.


4. Niyahah (Meratapi mayit). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Orang yang melakukan niyahah bila mati sebelum bertaubat, maka dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan dia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal. (HR. Muslim no. 934).


Inilah perbuatan-perbuatan pada zaman jahiliyah, di mana masyarakat tidak hanya harus merdeka dari penjajahan manusia, namun juga harus merdeka dari seluruh perbuatan dan keyakinan orang-orang pada masa jahiliyah.


Masih banyak sekarang kepercayaan-kepercayaan zaman jahiliyah yang dipraktekkan di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Padahal, negeri ini sudah merdeka, namun keyakinan orang-orang jahiliyah masih di junjung tinggi di negeri ini. Selain itu, keyakinan-keyakinan tersebut bertentangan dengan syariat Islam. Oleh karnanya sudah selayaknya bagi generasi bangsa ini meninggalkan keyakinan-keyakinan orang-orang jahiliyah yang ada di Indonesia.


Mencintai tanah air itu harus, karena para pahlawan negara ini telah mengorbankan harta bahkan nyawa mereka demi kemerdekaan Indonesia, sampailah Indonesia seperti sekarang ini. Dan menurut maqolah ulama, cinta tanah air adalah bagian dari iman.


Imam As-Sakhowi rohimahullah menyebutkan di dalam kitabnya sebuah maqolah ulama :


حب الوطن من الإيمان


Cinta tanah air bagian dari Iman. (Al-Maqhasid Al-Hasanah, jilid 1 halaman 752).


Ini bukanlah sebuah hadist, tapi perkataan ulama. Jadi tidak tepat jika disebut sebuah hadist, karena bukan berasal baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Sebagai generasi bangsa ini, kita tidak hanya harus mencintai tanah air ini, akan tetapi melestarikan dan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh merusak apapun yang ada di negara tercinta ini, karena para pahlawan kita telah bersusah payah untuk merdekakan negara ini.


Bersyukur serta menjaga aset negara ini, itulah yang harus dilakukan generasi bangsa ini sekarang dan yang akan datang. Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan alam yang begitu indah dan kekayaan yang berlimpah kepada Indonesia.


Untuk itu, negara kita telah merdeka dari penjajahan selama 76 tahun lamanya, dan generasi penerus bangsa ini sudah selayaknya juga merdeka dari perbuatan dan keyakinan orang-orang jahiliyah. Dan yang harus kita lakukan adalah menjaga Indonesia dengan sebaik mungkin serta bersyukur atas limpahan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memerdekakan negara ini dari penjajah dan hidup tenang, damai dan tentram dan bisa menikmati hidup dengan sebaik-baiknya di Indonesia tanpa ada gangguan penjajah seperti zaman dulu.


Sudah selayaknya kita mensyukuri nikmat yang luar biasa ini, bersyukur kepada Allah dengan cara beribadah kepada-Nya dan menjaga negara ini dengan sebaik-baiknya.


Allah berfirman :


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raf : 96).


Yuk bersyukur kepada Allah, karena atas limpahan rahmat-Nya negeri gemah ripah loh jinawi ini bisa merdeka dari penjajahan.


Sekali lagi, mari anak-anak bangsa kita beryukur kepada Allah dengan cara menjaga negara tercinta ini, dan memerdekakan diri dari perbuatan dan kepercayaan orang-orang jahiliyah. Karna zaman telah berubah dan sudah sepatutnya keyakinan-keyakinan orang-orang jahiliyah tidak lagi digunakan, karena selain sudah tidak relevan dengan zamannya, juga tidak sesuai dengan syariat Islam.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.