logo

Waktu Terbaik Mengerjakan Shalat Dhuha Menurut Ulama | Konsultasi Muslim

 


Pertanyaan :


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Aseef izin bertanya.


Apakah benar waktu paling bagus untuk melaksanakan sholat dhuha yaitu saat menjelang waktu dzuhur?


Dari : Ahda


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Menurut ulama, bahwa mengerjakan shalat Dhuha yang paling utama adalah ketika anak unta merasakan terik matahari, maksudnya adalah di akhir waktu. Waktunya agak siang, bukan mendekati waktu Zuhur, namun yang sekiranya unta ataupun binatang lainnya sudah bisa merasakan panasnya terik matahari. Hal ini sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqom rodhiyallahu 'anhu.

 

Dari Al-Qosim As-Saibany rodhiyallahu 'anhu berkata :

 

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ، رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى، فَقَالَ: أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ، إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ»

 

Bahwa Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, kemudian dia berkata : Apakah mereka tidak tau bahwa ada waktu yang utama selain waktu yang mereka kerjakan saat ini? Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Waktu terbaik shalat awwabin (shalat Dhuha) adalah ketika anak unta merasakan terik matahari. (HR. Muslim, hadist no. 748).

 

Imam As-Syaukani rohimahullah berkata di dalam kitabnya Nailul Author :

 

والحديث يدل على أن المستحب فعل الضحى في ذلك الوقت وقد توهم أن قول زيد بن أرقم: إن الصلاة في غير هذه الساعة أفضل كما في رواية مسلم يدل على نفي الضحى وليس الأمر كذلك، بل مراده أن تأخير الضحى إلى ذلك الوقت أفضل

 

Hadist ini menunjukkan bahwa sunnahnya mengerjakan shalat Dhuha pada waktu tersebut. Dan seakan-akan perkataan Zaid bin Arqom : Sesungguhnya shalat Dhuha selain waktu ini lebih utama sebagaimana pada riwayat Muslim menunjukkan peniadaan shalat Dhuha, namun maksudnya bukan demikian. Akan tetapi maksudnya adalah bahwa mengakhirkan shalat Dhuha di waktu tersebut lebih utama. (Nailul Author, jilid 3 halaman 81).

 

Oleh sebab itu, mengakhirkan shalat Dhuha hukumnya sunnah sebagaimana yang disebutkan oleh Imam As-Syaukani di atas dan mengerjakan shalat Dhuha di waktu tersebut lebih utama di banding waktu-waktu lainnya.

 

Sekali lagi, waktunya memang sebelum Zuhur, namun bukan sangat mendekati (mepet) waktu Zuhur. Setiap daerah bisa memperkirakan waktu panas. Seperti misalnya di Sumatera atau Jawa, jam 9 siang itu sudah panas sekali. Nah berarti jika sudah sangat panas, maka itulah waktu yang lebih utama. Tergantung daerah masing-masing. Namun jika diperkirakan sekitar jam 9-10 siang. Yang sekiranya unta ataupun binatang lainnya sudah bisa merasakan panasnya terik matahari, sebagaimana disebutkan di dalam hadist di atas.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.