logo

Hukum Memakan Aqiqah Anak Hasil Zina di dalam Islam | Konsultasi Muslim

 


Pertanyaan :


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh...


Afwan ust ana mau nanya, apa hukum memakan aqiqah anak hasil zina?


Jazakumullah khairan kastirant


Dari : Ummu Azizah


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Mengaqiqahi anak di hari ke 7 kelahirannya hukumnya sunnah.

 

Imam Ibnu Rusyd rohimahullah berkata di dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid :

 

و ذهب الجمهور إلى أنها سنة

 

Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa aqiqah hukumnya sunnah. (Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid jilid 1 halaman 698).

 

Oleh sebab itu, jika ada anak hasil zina, di mana dia dilahirkan di waktu ayah dan ibunya sudah menikah, maka para ulama mengatakan anak tersebut di nasabkan kepada ayah kandungnya. Namun, jika wanita tidak menikah dengan lelaki yang menghamilinya sampai melahirkan, maka anak yang lahir tesebut dinasabkan kepadanya, bukan kepada lelaki yang menghamilinya.

 

Jika dia melahirkan sang anak dalam keadaan sudah menikah, kemudian mereka mengaqiqahi sang anak, maka hukum makan aqiqah ini boleh, karena halal dan didapat dengan cara yang halal juga.

 

Yang tidak boleh dimakan itu, jika makanan tersebut didapat dari hasil mencuri ataupun dari hasil yang dilarang di dalam Islam. Ini yang tidak diperbolehkan.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.