logo

Balasan Bagi Orang Yang Berhutang Tapi Melarikan Diri | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu...... afwan ana mau nanya.... gimana ya.... hukumnya jika berhutang.... tapi dana yg mau buat ngutang.... di pake fulanah....  sebelumnya sifulanah tau uang itu mau buat ngutang tapi setelah 3 tahun nggak ngutang2.... alias melarikan diri... syukron


Dari : Ummu Fadil


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Setiap muslim wajib membayar hutangnya, karena jika dia tidak membayarnya di dunia, dia akan membayarnya di akhirat dengan amal perbuatannya.

 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

 

Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya di hari kiamat nanti, karena di akhirat tidak ada lagi dinar dan dirham. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 2414).

 

Hanya saja kadang-kadang meskipun seseorang memiliki uang dan memiliki pekerjaan, banyak yang harus dia penuhi di dalam kehidupannya. Entah berhutang sama orang lain juga, ataupun uang gajinya tersebut tidak cukup untuk dia dan keluarganya, makanya dia belum bisa membayar hutangnya.

 

Namun Allah memberi pilihan kepada orang yang dihutangi.

 

Allah berfirman :

 

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

Jika orang yang berhutang itu dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan sebagian atau semua hutang itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 280).

 

Di dalam ayat ini Allah memberi 2 pilihan kepada orang yang dihutangi :

 

1. Memberi tenggang waktu kepada yang berhutang sampai dia membayarnya.

 

2. Mengikhlaskan hutang-hutang tersebut.

 

Namun jika tidak bisa memilih poin yang kedua hendaknya dia memberi tenggang waktu lagi kepada yang berhutang.

 

Jangan diviralkan, karena sama saja membongkar aib saudara sesama muslim. Nanti dia sakit hati dan malu karena dia tidak bisa membayar hutangnya. Jaga aib saudara sesama muslim.

 

Bagaimana jika dia melarikan diri?

 

Ada pilihan bagi orang yang berhutang sebagaimana firman Allah di atas. Antara dia mengikhlaskan hutang tersebut, atau tetap menagih sampai dibayar, tentunya harus menunggu sampai ada kontak-kontakan lagi dengan orang yang bersangkutan.

 

Namun, jika uang yang dipinjam itu bukan dalam jumlah yang besar, hendaklah dia mengikhlaskan. Karena sudah tidak ada kabarnya. Dan mengikhlaskan akan jauh lebih baik daripada menunggu hutang tersebut dibayar. Dengan mengikhlaskan, insyaAllah akan diberi pahala oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.