logo

Hukum Rambut Wanita di atas Bahu, Boleh atau Haram? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Assalamualaikum pak ustad, saya mw bertanya.... ad yg blg klk pjg ny rambut wanita di atas bahu haram ya ustad, AP benar begitu?? Terima kasih


Dari : Melda


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Ada sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

 

الحكم يدور مع العلة، وجودا وعدما

 

Hukum itu berputar dengan illatnya (sebabnya), baik ketika sebabnya ada maupun ketika tidak ada.

 

Dari qoidah ini bisa disimpulkan kepada 2 hal :

 

1. Hukumnya haram.

 

Jika seorang wanita memendekkan rambutnya karena tasyabbuh, seperti dia ingin rambutnya seperti rambut lelaki, ataupun ingin meniru wanita-wanita non muslim, maka hukumnya haram. Karena hal ini tasyabbuh kepada orang-orang kafir.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

 

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia bagian dari kaum tersebut. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 4031).

 

Yang disebut Tasyabbuh itu seperti apa sih?

 

Imam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata :

 

أن المشابهة في الظاهر تورث نوع مودة ومحبة، وموالاة في الباطن، كما أن المحبة في الباطن تورث المشابهة في الظاهر، وهذا أمر يشهد به الحس والتجربة

 

Bahwa penyerupaan penampilan dalam lahiriyah akan menimbulkan unsur kecintaan dan kesukaan serta loyalitas di dalam hati, sebagaimana juga kecintaan dalam hati akan menimbulkan penyerupaan dalam lahiriyah. Ini adalah sesuatu yang bisa dirasakan oleh indra dan terbukti oleh pengalaman. (Iqtidho’ As-Siroth Al-Mustaqim, jilid 1 halaman 549).

 

Nah, jika dia niatnya tasyabbuh kepada rambut laki-laki ataupun rambut wanita-wanita non muslim, maka haram hukumnya dan tasybbuh dilarang di dalam Islam.

 

2. Hukumnya boleh.

 

Jika seorang wanita memendekkan rambutnya agar rambutnya kembali lurus, misalnya sebelum itu rambutnya agak keriting, maka dia potong di atas bahu agar ketika rambutnya panjang bentuknya menjadi lurus. Hal seperti ini hukumnya boleh, karena istri-istri baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun pernah memendekkan rambut mereka.

 

Dari Abu Salmah bin Abdurrahman rodhiyallahu 'anhu mengatakan :

 

وَكَانَ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذْنَ مِنْ رُءُوسِهِنَّ حَتَّى تَكُونَ كَالْوَفْرَةِ

 

Dan adalah Istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memendekkan rambut mereka sampai ada yang tidak melebihi ujung telinga. (HR. Muslim, hadist no. 320).

 

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim :

 

وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى جَوَازِ تَخْفِيفِ الشُّعُورِ لِلنِّسَاءِ

 

Hadist ini adalah dalil bolehnya memendekkan rambut bagi wanita. (Syarah Shahih Muslim, jilid 4 halaman 5).

 

Kesimpulannya memendekkan rambut bagi wanita itu boleh, asalkan tidak berniat menyerupai rambut laki-laki dan wanita-wanita non muslim.

 

Akan tetapi lebih bagusnya rambut wanita itu terurai panjang agar enak dipandang oleh suaminya. Namun apabila suaminya tidak mempermasalahkan ketika istrinya memendekkan rambutnya untuk kepentingan tertentu, maka tidak menjadi masalah.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.