logo

Hukum Main Aplikasi Android Penghasil Uang, Boleh atau Haram? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Assalamualaikum Assalamu'alaikum ustadz, saya ingin bertanya tentang aplikasi android yg bisa menghasilkan uang, dengan cara mengumpulkan koin (menyelesaikan misi), lalu koin yg didapatkan bisa dijadikan saldo uang.. apakah itu termasuk Riba ? Mohon penjelasannya ustadz. syukron.


Dari : Annisa


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Mencari rezeki diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala setelah seorang muslim selesai dari mengerjakan kewajibannya kepada Allah.

 

Allah berfirman :

 

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. Al-Jumu'ah : 10).

 

Oleh sebab itu, carilah rezeki setelah mengerjakan ibadah kepada Allah, namun yang harus diingat adalah bahwa mencari rezeki hendaknya dari cara yang halal dan sudah kelas kehalalannya.

 

Lalu bagaimana dengan uang yang didapat dari aplikasi pengumpul koin? Apakah uangnya halal?

 

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan di sini :

 

1. Sebelum main aplikasi pengumpul koin ini hendaknya dia mencari tau, penyedia aplikasi dari perusahaan mana, apakah perusahaan tersebut bergerak dibidang riba atau tidak, apakah perusahaan tersebut menjual barang-barang haram atau tidak. Harus mencari tau secara detail.

 

Karena jika dia tidak tau penyedia aplikasi darimana dan bergerak di bidang apa, riba atau bukan, maka uang yang dihasilkan darinya termasuk syubhat. Syubhat itu tidak jelas halal dan haramnya, dan kita diperintahkan untuk menjauhi yang bersifat syubhat karena lebih cenderung kepada yang haram.

 

Dari Nu'man bin Basyir rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ

 

Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat (masih samar2) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka dia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya. (HR. Muslim, hadist no. 1599).

 

Oleh sebab itu, jika masih bersifat syubhat, hendaknya seorang muslim meninggalkan aplikasi tersebut dikarenakan penghasilan nya tidak jelas, apakah perusahaan yang menyediakan itu bergerak di bidang yang halal atau haram.

 

2. Jika perusahaan tersebut bergerak dibidang yang halal dan perusahaan tersebut jelas darimana dan pendapatnya juga jelas halalnya, kemudian dia memberikan hadiah setelah seseorang mengumpulkan koin dari membaca berita, maka seperti ini sama halnya bonus bagi dari penyedia aplikasi karena sudah membaca berita-berita di aplikasi mereka.

 

Imam Taqiyuddin As-Syafi'i rohimahullah berkata di dalam kitabnya Kifayatul Akhyar :

 

وَيشْتَرط فِي الْجعل أَن يكون مَعْلُوما لِأَنَّهُ عوض فَلَا بُد من الْعلم بِهِ كالأجرة فِي الْإِجَارَة

 

Dan disyaratkan dalam gaji/bonus harus diketahui secara jelas, karena gaji/bonus merupakan pengganti setelah dia bekerja. Maka wajib diketahui oleh orang yang bekerja, sebagaimana imbalan yang wajib diketahui oleh penyewa. (Kifayatul Akhyar, jilid 1 halaman 298).

 

Nah, seperti yang diketahui bahwa pengguna aplikasi dibayar dari berita, setelah dia membaca berita, maka dia mendapatkan koin dan ditukar ke dolar, pendapatannya dari situ dan jelas.

 

Bagaimana dengan perusahaannya? Misalnya perusahaan tersebut bergerak di bidang yang halal, bukan haram.

 

Maka seperti ini tidak masalah dan transaksi seperti ini dianggap bonus dari penyedia aplikasi. Dan tentunya bonus itu hukumnya boleh diambil, bukan termasuk riba ataupun yang lainnya.

 

Namun tetap saja, perusahaan penyedia aplikasi tidak jelas dan mereka dapat uang dengan cara seperti apa, jarang yang tau.

 

Saran saya, tidak usah mencari rezeki dengan cara2 seperti itu, jika belum jelas bisa dikategorikan syubhat, sedangkan syubhat condong kepada haram.

 

Tinggalkan mencari uang dengan cara seperti ini. Masih banyak cara untuk mencari rezeki dan cara tersebut sudah benar-benar jelas kehalalannya. Yang jelas2 saja lah, tidak usah dari aplikasi seperti di atas.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.