logo

Cara Makmum Mengingatkan Imam Yang lupa Membaca Al-Fatihah | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...


Ust afwan mau bertanya bagaimana cara membenarkan imam ketika sholat lupa tidak membaca alfatihah,


Jazakumullah khairant kastirant


Dari : Ummu Azizah


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Mengingatkan Imam yang lupa membaca bacaan harus dilakukan. Hal itu sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

 

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu 'anhu berkata :

 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " صَلَّى صَلَاةً، فَقَرَأَ فِيهَا فَلُبِسَ عَلَيْهِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ لِأُبَيٍّ: «أَصَلَّيْتَ مَعَنَا؟» قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «فَمَا مَنَعَكَ»

 

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat dan membaca (beberapa ayat Al-Qur'an) dalam shalatnya, dan beliau terbalik-balik dalam bacaannya, seusai shalat beliau bersabda kepada Ubay : Apakah kamu tadi ikut shalat bersama kami?” Ubay menjawab : “Ya.” beliau berkata : “Apa yang mencegahmu untuk tidak membenarkan tentang ayat tadi?” (HR. Abu Dawud, hadist no. 907).

 

Imam An-Nawawi rohimahullah mengomentari hadist ini di dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab :

 

رَوَاهُ أَبُو دَاوُد بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ

 

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih. (Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab, jilid 4 halaman 241).

 

Lalu jika Imam salah atau lupa, bagaimana cara mengingatkannya?

 

Dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idy rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ مَا لَكُمْ حِينَ نَابَكُمْ شَيْءٌ فِي الصَّلاَةِ، أَخَذْتُمْ فِي التَّصْفِيقِ إِنَّمَا التَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ، مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلاَتِهِ فَلْيَقُلْ: سُبْحَانَ اللَّهِ، فَإِنَّهُ لاَ يَسْمَعُهُ أَحَدٌ حِينَ يَقُولُ: سُبْحَانَ اللَّهِ إِلَّا التَفَتَ

 

Wahai manusia, kenapa jika terjadi sesuatu dalam shalat kalian bertepuk tangan? Sesungguhnya bertepuk tangan adalah untuk wanita. Barangsiapa menemui kejadian dalam shalatnya, hendaklah ia mengucapkan: subhaanallah. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mendengarnya ketika dia mengucap: subhanallah melainkan dia telah berpaling. (HR. Bukhari, hadist no. 1234).

 

🟠 Laki-laki :

 

Mengucapkan subhanallah

 

🟣 Perempuan :

 

Bertepuk tangan

 

Jika Imam Gagap dalam membaca ayat :

 

Jika Imam gagap dalam membaca ayat, maka makmum boleh mengejakannya kepada Imam.

 

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab :

 

فِي مَذَاهِبِ الْعُلَمَاءِ فِي تَلْقِينِ الْإِمَامِ: قَدْ ذَكَرْنَا أَنَّ مَذْهَبَنَا اسْتِحْبَابُهُ وَحَكَاهُ ابن المنذر عن عثمان بن عفان وعلي بْنِ أَبِي طَالِبٍ وَابْنِ عُمَرَ وَعَطَاءٍ وَالْحَسَنِ وَابْنِ سِيرِينَ وَابْنِ مَعْقِلٍ بِالْقَافِ وَنَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ وَأَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ واسحق

 

Mengenai pendapat ulama tentang mendiktekan bacaan imam. Kami telah mengatakan bahwa pendapat kami (ulama Syafi'iyah), dianjurkan. Pendapat ini dikatakan oleh Ibnul Mundzir dari Usman bin Affan, Alin bin Abi Thalib, Ibnu Umar, Atha’, Ibnu Sirin, Ibnu Ma’qal, Nafi’ bin Jubair, Abi Asma Arrahabi, Malik, Syafii, Ahmad dan Ishaq. (Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab : jilid 4 halaman 240).

 

Akan tetapi jika perempuan shalat di masjid, otomatis banyak para lelaki yang di belakang Imam, maka ketika Imam salah membaca ayat atau lupa membaca Al-Fatihah atau ayat, perempuan di belakang tidak perlu bertepuk tangan, karena masih banyak laki-laki di depan.

 

Kecuali jika seorang perempuan shalat sunnah bersama suaminya di rumah seperti shalat tahajjud misalnya, dan ketika sang suami salah membaca atau lupa, maka sang istri boleh bertepuk tangan karena cuma shalat berdua saja dengan suaminya.

 

Namun jika shalat di masjid, maka cukup satu orang saja yang mengingatkan, yang lain tidak usah ikut-ikutan bersuara. Itulah gunanya orang yang di belakang Imam harus tau ayat Al-Qur'an ataupun orang yang mengetahui ilmu tentang shalat, agar ketika Imam lupa, dia yang mengingatkannya. Begitu juga ketika Imam batal wudhu'nya, maka dia tau apa yang harus dilakukannya, yaitu maju ke depan untuk menggantikan sang Imam.

 

Begitulah cara mengingatkan Imam bagi laki-laki dan perempuan.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.