logo

Benarkah jika Bukan Mahrom tidak boleh Bertegur Sapa? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Assalamu'alaikum ust. Izin bertanya apakah benar umat islam kalau bukan mukrimnya tidak boleh bertegur sapa walaupun dengan keluarga dekat nya?


Dari : Serlyana


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Yang pertama saya beritahu lagi bahwa istilah yang tepat adalah mahrom, bukan muhrim. Karena dua kata ini berbeda maknanya.

 

Muhrim artinya adalah orang yang ihrom. Sedangkan mahrom adalah orang yang tidak boleh dinikahi.

 

Benarkah jika bukan mahrom tidak boleh bertegur sapa?

 

Pada hakikatnya, kita memang diperintahkan untuk menjauhi apapun yang bisa menimbulkan fitnah.

 

Allah berfirman :

 

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

 

Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Anfal : 25).

 

Berdasarkan dalil ini, maka segala bentuk fitnah seharusnya dihindari oleh seorang muslim.

 

Syekh Muhammad Ali As-Shobuni rohimahullah menuqil pendapat Imam Ibnu Katsir sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Tafsir Rowaai’ul Bayaan Ayat Ahkam Minal Qur’an :

 

وذهب ابن كثير رَحِمَهُ اللَّهُ إلى أن المرأة منهية عن كل شيء يلفت النظر إليها، أو يحرك شهوة الرجال نحوها

 

Ibnu Katsir Rohimahullah berpendapat bahwa seorang perempuan dilarang dari segala hal yang yang menjadikan pandangan mengarah kepadanya atau menggerakkan syahwat para lelaki padanya. (Tafsir Rowaai’ul Bayaan Ayat Ahkam Minal Qur’an, jilid 2 halaman 167).

 

Artinya begini, jika menyapa dalam rangka supaya akrab dengan lawan jenis (yang bukan mahrom), maka ini dilarang di dalam Islam karena bisa menimbulkan fitnah.

 

Diawali dari menyapa, ngobrol, ketemuan dan janjian, akhirnya terjadilah sesuatu yang dilarang oleh syari'at Islam.

 

Untuk itu Islam selalu punya solusi terhadap sebuah masalah. Solusi yang lebih baik adalah mencegah fitnah dan kemudorotan sebelum terjadi.

 

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

 

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

 

Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada nengambil manfaat.

 

Daripada nanti terjadi mudorot, mending dicegah terlebih dahulu dengan cara tidak menyapa lawan jenis.

 

Bukannya sombong atau yang lainnya, akan tetapi dalam rangka menjaga kehormatan seorang muslimah.

 

Salah satu caranya adalah tidak menyapa kepada lawan jenis yang bukan mahrom. Kecuali kepada orang-orang tua yang sudah tidak punya syahwat lagi, ataupun yang sudah biasa berbicara dengannya seperti tetangga ataupun lainnya, artinya keinginannya kepada perempuan sudah tidak ada lagi. Maka menyapa dalam rangka menghormati tidak mengapa.

 

Tapi jika yang dimaksud menyapa dalam rangka agar akrab dengan lawan jenis, maka ini jelas-jelas dilarang di dalam Islam, karena dari situ banyak mudorot dan fitnah yang akan ditimbulkan.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.