logo

Mendengar Ayam Berkokok di Tengah Malam, Ini Yang Harus Dilakukan! | Konsultasi Muslim



Dulu ketika masih kecil, orang-orang tua sering mengatakan bahwa ayam ketika berkokok di malam hari atau hampir waktu pagi, maka ayam tersebut melihat malaikat. Entah dari mana orang-orang tua dulu tau, Allahu a’lam. Mungkin saja belajar dari , orang tua, kakek mereka ataupun buku, karena di kampung-kampung belum adanya para ustadz seperti halnya di kota, apalagi di pelosok, nun jauh dari perkotaan. Tapi rupanya orang-orang tua dulu telah belajar agama dari orang tua dan kakek mereka yang mungkin saja belajar dari para ulama di zaman dulu.


Ternyata, apa yang mereka katakan soal ayam yang berkokok melihat malaikat memang benar adanya dan terdapat dalam hadist yang shahih.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا


Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdo’alah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringikan keledai, mintalah perlindungan  kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan. (HR. Bukhari, hadist no. 3303).


Fatawa As-Sabakah Al-Islamiyyah berkata :


كونك وزميلك في معظم الأحيان إذا مررتما بإحدى الساحات، يقوم حمار مربوط فيها بنهيق. فإنه أمر ليس بغريب، وتفسيره كما ورد في الحديث أنه رأى شيطانا. وقد يكون الشيطان الذي رآه هو القرين الملازم لكل منكما، وقد يكون رأى شيطاناً آخر


Ketika kamu dan temanmu melewati sekumpulan hewan di depannya, maka hewan yang terikat itupun berdiri dan meringik, karena melewatinya dengan cara yang aneh. Dan penjelasannya sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist bahwa dia melihat setan. Kadang-kadang setan yang dilihat itu adalah qorin yang ada di setiap kamu, dan kadang-kadang yang dilihat itu setan yang lain. (Fatawa As-Sabakah Al-Islamiyyah, jilid 9 halaman 264).


Apa tujuan berdo’a ketika ayam berkokok?


Imam Ibnu Hajar rohimahullah berkata di dalam kitabnya Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari :


قَالَ عِيَاضٌ كَانَ السَّبَبُ فِيهِ رَجَاءَ تَأْمِينِ الْمَلَائِكَةِ عَلَى دُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِمْ لَهُ وَشَهَادَتِهِمْ لَهُ بِالْإِخْلَاصِ


Qodhi Iyadh berkata : alasan dianjurkan berdo’a ketika ayam berkokok adalah mengharapkan ucapan amin dari Malaikat atas do’a yang dipanjatkan dan permohonan ampun mereka kepada kita, serta persaksian mereka akan keikhlasan kita. (Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari, jilid 6 halaman 353).


Apa do’anya?


Adapun do’a ketika mendengar ayam berkokok di malam atau pagi tidak terdapat di dalam hadist yang menyatakan hal itu, dan tidak ada do’a khusus tentang itu. Artinya boleh berdo’a dengan do’a apapun. Maka dari itu, seorang muslim dianjurkan untuk berdo’a apa saja agar diaminkan oleh para malaikat dan berharap kepada Allah agar dikabulkan.


Keistimewaan Ayam Jantan


Imam Ibnu Hajar rohimahullah berkata tentang keistimewaan ayam jantan sebagaimana di dalam kitab Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari :


وَلِلدِّيكِ خَصِيصَةٌ لَيْسَتْ لِغَيْرِهِ مِنْ مَعْرِفَةِ الْوَقْتِ اللَّيْلِيِّ فَإِنَّهُ يُقَسِّطُ أَصْوَاتَهُ فِيهَا تَقْسِيطًا لَا يَكَادُ يَتَفَاوَتُ وَيُوَالِي صِيَاحَهُ قَبْلَ الْفَجْرِ وَبَعْدَهُ لَا يَكَادُ يُخْطِئُ سَوَاءٌ أَطَالَ اللَّيْلُ أَمْ قَصُرَ وَمِنْ ثَمَّ أَفْتَى بَعْضُ الشَّافِعِيَّةِ بِاعْتِمَادِ الدِّيكِ الْمُجَرَّبِ فِي الْوَقْتِ


Ayam jantan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki binatang lain, yaitu mengetahui perubahan waktu di malam hari. Dia berkokok di waktu yang tepat dan tidak pernah ketinggalan. Dia berkokok sebelum subuh dan sesudah subuh, hampir tidak pernah meleset. Baik malamnya panjang atau pendek. Karena itulah, sebagian syafi’iyyah memfatwakan untuk mengacu kepada ayam jantan yang sudah terbukti, dalam menentukan waktu. (Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari, jilid 6 halaman 353).


Benarkah hewan bisa melihat makhluk halus?


Syekh Umar bin Sulaiman rohimahullah berkata di dalam kitabnya ‘Aalamul Jin was Sayathin :


ورؤية الحيوان لما لا نرى ليس غريباً، فقد تحقق العلماء من قدرة بعض الأحياء على رؤية ما لا نراه


Penghlihatan hewan terhadap sesuatu yang tidak kita lihat bukanlah sesuatu yang mengherankan. Sungguh para ulama membenarkan kemampuan Sebagian makhluk hidup dalam melihat sesuatu yang tidak bisa kita lihat. (‘Aalamul Jin was Sayathin, jilid 1 halaman 16).


MasyaAllah, sungguh Islam adalah agama yang sempurna. Semua ada aturannya dan tidak asal-asalan dalam menjalankan amalan. Bahkan ketika mendengar ayam berkokok sekalipun kita dianjurkan untuk berdo’a apa saja, disebabkan ayam tersebut melihat malaikat. Dan semua alasan yang di kemukakan di dalam Islam itu sungguh masuk akal dan membuat kagum. Inilah agama yang sempurna, semua ada aturannya, dari bangun tidur sampai tidur lagi, semua diatur dan terstruktur serta menambah decak kagum akan keluasan ilmu pengetahuan yang diajarkan Islam kepada kita.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.