logo

Hukum Tidur Setelah Ashar, Boleh ataukah Dilarang? | Konsultasi Muslim



Tidur setelah Ashar merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian orang. Dan di antara hal yang diyakini juga oleh sebagian kaum muslimin selama ini adalah dilarangnya tidur setelah Ashar. Benarkah demikian?


Dari Aisyah Ummul Mukminin rodhiyallahu ‘anha berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ نَامَ بَعْدَ الْعَصْرِ فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ


Barangsiapa yang tidur setelah ashar dan akalnya hilang, maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri. (HR. Abu Ya’la, Musnad Abu Ya’la, hadist no. 4918).


Hadist ini didho’ifkan oleh para ulama karena ada ‘Amr bin Al-Husoin.


Syekh Sholeh Al-Munajjid rohimahullah berkata di dalam Mauqi’ul Islam Sual wa Jawab :


أما حكم النوم بعد العصر فقد جاء فيه قولان عن أهل العلم:


Adapun hukum tidur setelah Ashar ada 2 pendapat para ulama :


الأول: الكراهة، وقد نص عليه كثير من الفقهاء في كتب الفقه، وبعضهم يستدل عليه بالحديث السابق


Pertama : hukumnya makruh. Dan telah jelas nash nya yang dibawakan oleh ulama fiqih di dalam kitab-kitab fiqih, dan sebagian dari ulama tersebut berdalil dengan hadist yang telah disebutkan terdahulu. (Mauqi’ul Islam Sual wa Jawab, jilid 4 halaman 250).


ونقل المروذي قال: سمعت أبا عبد الله - يعني الإمام أحمد بن حنبل - يكره للرجل أن ينام بعد العصر، يخاف على عقله


Dinuqil dari Imam Al-Marwazi, dia berkata : Saya mendengar Abu Abdullah, maksudnya Imam Ahmad bin Hanbal, memakruhkan seseorang tidur setelah Ashar, dikhawatirkan hilang akalnya. (Dinuqil oleh Ibnu Muflih di dalam kitab Al-Adab As-Syar’iyyah, jilid 3 halaman 159). (Mauqi’ul Islam Sual wa Jawab, jilid 4 halaman 250).


الثاني: هو الجواز، لأن الأصل هو الإباحة، ولم يرد النهي عنه في حديث صحيح، والأحكام الشرعية تؤخذ من الأحاديث الصحيحة، لا من الأحاديث الضعيفة فضلا عن المكذوبة، ولا من آراء الناس


Kedua : hukumnya boleh. Karena asal segala sesuatu (dalam perkara dunia) itu boleh. Dan tidak ditolak larangan jika berasal dari hadist shahih. Dan hukum-hukum Islam diambil dari hadist-hadist shahih, bukan dari hadist-hadist dho’if, lebih-lebih dari hadist-hadist palsu,dan tidak juga dari perkataan manusia. (Mauqi’ul Islam Sual wa Jawab, jilid 4 halaman 250).


Fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi :


النوم بعد العصر من العادات التي يعتادها بعض الناس، ولا بأس بذلك، والأحاديث التي في النهي عن النوم بعد العصر ليست بصحيحة


Tidur setelah shalat Ashar adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian manusia. Dan tidak apa-apa melakukan hal tersebut. Dan hadist-hadist mengenai larangan tidur setelah Ashar bukanlah hadist-hadist shahih. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, jilid 26 halaman 147).


Kesimpulan :


1. Boleh mengambil pendapat mana saja yang sekiranya diyakini. Karena memang jika tidur setelah ashar, maka pikiran seperti tidak terarah. Mungkin hal semacam inilah yang dimaksud oleh para ulama, sehingga akan membuat seseorang menjadi malas dalam melakukan aktifitas apapun.


2. Tidak menyalahkan pendapat manapun yang dipegang oleh kaum muslimin karena semua ada dasar dan alasannya, dan hendaknya saling menghromati pendapat yang dipegang sesama muslim.


3. Tidurlah jika memang mata mengantuk dan merasa capek, namun jangan berlebihan, sebab bisa menimbulkan malas dalam melakukan aktifitas apapun.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.