logo

Anak Menangis, Apakah Boleh Mempercepat Shalatnya? | Konsultasi Muslim



Ibu-ibu yang mempunyai anak kecil pasti menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan aktifitasnya, salah satunya adalah waktu di mana anak-anaknya sudah tertidur pulas ataupun bermain sendiri dengan aman dan tenang. Terkadang ada sebagian yang masak, nyapu lantai bahkan shalat. Namun dalam masalah shalat rupanya baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ingin memberatkan bagi ibu-ibu yang mempunyai anak kecil.


Dari Syarik bin Abdullah rodhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu bercerita :


مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ إِمَامٍ قَطُّ أَخَفَّ صَلاَةً، وَلاَ أَتَمَّ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنْ كَانَ لَيَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَيُخَفِّفُ مَخَافَةَ أَنْ تُفْتَنَ أُمُّهُ


Aku tidak pernah shalat di belakang imam yang lebih cepat dan lebih sempurna shalatnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. San di saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar tangisan bayi, beliau mempercepat shalatnya karena khawatir ibunya merasa tertekan. (HR. Bukhari, hadist no. 708).


Dari Qotadah rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu bercerita, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِنِّي لَأَدْخُلُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ


Aku sedang shalat dan aku ingin memperlama shalatku, namun aku mendengar anak kecil menangis, maka aku percepat shalatku karena aku tau akan kekhawatiran ibunya disebabkan anaknya yang menangis. (HR. Bukhari, hadist no. 709).


Di dalam Mauqi’ul Islam Sual wa Jawab menuqil dari kitab Matholib Ulin Nuha :


ويسن للإمام تخفيف الصلاة إذا عرض لبعض مأمومين في أثناء الصلاة ما يقتضي خروجه منها كسماع بكاء صبي , لقوله صلى الله عليه وسلم: (إني لأقوم في الصلاة وأنا أريد أن أطول فيها , فأسمع بكاء الصبي , فأتجوز فيها مخافة أن أشق على أمه)


Dan disunnahkan bagi imam untuk meringankan shalatnya apabila ada masalah dengan sebagian makmum pada saat shalat jamaah, sehingga mendesak makmum untuk segera menyelesaikan shalatnya, seperti mendengar tangisan bayi. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : Aku pernah mengimami shalat, dan aku ingin memperlama bacaannya. Kemudian aku mendengar tangisan bayi, maka akupun memperingan shalatku karena aku tidak ingin memberatkan ibunya. (HR. Bukhari, hadist no. 707).


Ibnu Rojab Al-Hanbali rohimahullah mengomentari hadist di atas sebagaimana disebutkan di dalam kitab Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari atau Fathul Baari Libni Rojab :


وفي الحَدِيْث: دليل عَلَى أن من دَخَلَ الصلاة بنية إطالتها فله تخفيفها لمصلحة، وأنه لا تلزم الإطالة بمجرد النية


Hadist ini adalah dalil bahwa barangsiapa yang mengerjakan shalat dengan niat ingin memanjangkan bacaan shalatnya, maka dia boleh meringankan shalatnya karena suatu kepentingan, dan dia tidak wajib memanjangkan sebagaimana niatnya semula. (Fathul Baari Libni Rojab, jilid 6 halaman 234).


Berdasarkan hadist dan perkartaan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :


1. Dianjurkan bagi imam ketika shalat berjama’ah mempercepat shalatnya jika mendengar anak kecil menangis, karena dikhawatirkan ibunya cemas dan membuat hatinya tidak tenang, dan perbuatan mempercepat shalat itu pernah dilakukan oleh baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan di dalam hadist di atas.


2. Boleh bagi seorang ibu mempercepat shalatnya jika anaknya menangis dan hal itu membuat dirinya khawatir terhadap anaknya.


3. Mempercepat shalat bukanlah tanpa aturan, artinya diperbolehkan mempercepat shalat, asalkan tidak meninggalkan rukun shalat, seperti tuma’ninah dan lainnya.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.