logo

Kisah Mukjizat Rasulullah, Makanan Porsi 3 Orang Bisa untuk Ribuan Sahabat | Konsultasi Muslim



Tak bisa dipungkiri, bahwa ketika membaca kisah-kisah tentang perjuangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama sahabat begitu menyayat hati. Bisa menteskan air mata saking besarnya perjuangan baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabatnya.


Banyak sekali mukjizat-mukjizat Rasulullah yang tidak terduga dan terkesan mustahil jika dibaca oleh orang yang tidak kuat imannya. Namun bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan kuat imannya, akan senantiasa mengimani dan percaya terhadap kejadian-kejadian yang dialami para sahabat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Baca Juga : Sebelum Makan dan Wudhu Membaca Bismillahirrahmanirrahim atau Bismillah Saja?


Berikut adalah salah satu mukjizat Rasulullah yang nyata dan dirasakan langsung oleh sahabat-sahabat beliau ketika menggali parit sebelum perang Khandaq.


حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ أَيْمَنَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْتُ جَابِرًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ إِنَّا يَوْمَ الْخَنْدَقِ نَحْفِرُ فَعَرَضَتْ كُدْيَةٌ شَدِيدَةٌ فَجَاءُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا هَذِهِ كُدْيَةٌ عَرَضَتْ فِي الْخَنْدَقِ فَقَالَ أَنَا نَازِلٌ ثُمَّ قَامَ وَبَطْنُهُ مَعْصُوبٌ بِحَجَرٍ وَلَبِثْنَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ لَا نَذُوقُ ذَوَاقًا فَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِعْوَلَ فَضَرَبَ فَعَادَ كَثِيبًا أَهْيَلَ أَوْ أَهْيَمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي إِلَى الْبَيْتِ فَقُلْتُ لِامْرَأَتِي رَأَيْتُ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا مَا كَانَ فِي ذَلِكَ صَبْرٌ فَعِنْدَكِ شَيْءٌ قَالَتْ عِنْدِي شَعِيرٌ وَعَنَاقٌ فَذَبَحَتْ الْعَنَاقَ وَطَحَنَتْ الشَّعِيرَ حَتَّى جَعَلْنَا اللَّحْمَ فِي الْبُرْمَةِ ثُمَّ جِئْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْعَجِينُ قَدْ انْكَسَرَ وَالْبُرْمَةُ بَيْنَ الْأَثَافِيِّ قَدْ كَادَتْ أَنْ تَنْضَجَ فَقُلْتُ طُعَيِّمٌ لِي فَقُمْ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَرَجُلٌ أَوْ رَجُلَانِ قَالَ كَمْ هُوَ فَذَكَرْتُ لَهُ قَالَ كَثِيرٌ طَيِّبٌ قَالَ قُلْ لَهَا لَا تَنْزِعْ الْبُرْمَةَ وَلَا الْخُبْزَ مِنْ التَّنُّورِ حَتَّى آتِيَ فَقَالَ قُومُوا فَقَامَ الْمُهَاجِرُونَ وَالْأَنْصَارُ فَلَمَّا دَخَلَ عَلَى امْرَأَتِهِ قَالَ وَيْحَكِ جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَمَنْ مَعَهُمْ قَالَتْ هَلْ سَأَلَكَ قُلْتُ نَعَمْ فَقَالَ ادْخُلُوا وَلَا تَضَاغَطُوا فَجَعَلَ يَكْسِرُ الْخُبْزَ وَيَجْعَلُ عَلَيْهِ اللَّحْمَ وَيُخَمِّرُ الْبُرْمَةَ وَالتَّنُّورَ إِذَا أَخَذَ مِنْهُ وَيُقَرِّبُ إِلَى أَصْحَابِهِ ثُمَّ يَنْزِعُ فَلَمْ يَزَلْ يَكْسِرُ الْخُبْزَ وَيَغْرِفُ حَتَّى شَبِعُوا وَبَقِيَ بَقِيَّةٌ قَالَ كُلِي هَذَا وَأَهْدِي فَإِنَّ النَّاسَ أَصَابَتْهُمْ مَجَاعَةٌ


Telah menceritakan kepada kami Khallad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Aiman dari Ayahnya dia berkata : aku pernah menemui Jabir rodhiyallahu ‘anhu, ketika kami menggali parit pada peristiwa khandaq, sebongkah batu yang sangat keras menghalangi kami, lalu para sahabat menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka berkata : Batu yang sangat keras ini telah menghalangi kami dalam menggali parit, lalu beliau bersabda : "aku sendiri yang akan turun." Kemudian beliau berdiri (di dalam parit), sementara perut beliau tengah diganjal dengan batu (karena lapar). Semenjak tiga hari kami lalu tanpa ada makanan yang dapat kami rasakan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil kampak dan memukulkan pada batu tersebut hingga dia menjadi pecah berantakan atau hancur. Aku berkata : "Wahai Rasulullah, izinkanlah aku untuk pulang ke rumah." Setelah itu kukatakan kepada istriku : "aku melihat pada diri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sesuatu yang aku sendiri tidak tega melihatnya, apakah kamu memiliki sesuatu (makanan)?" istriku menjawab : "Aku memiliki gandum dan anak kambing." Kemudian dia meyembelih anak kambing tersebut dan membuat adonan gandum hingga menjadi makanan dalam tungku, setelah itu aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara adonan mulai matang, dan periuk berada di antara dua tungku api dan hampir masak, maka aku berkata : "aku memiliki sedikit makanan, maka berdirilah wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersama dengan satu atau dua orang saja. Beliau bersabda : "Untuk berapa orang?" Lalu aku memberitahukan kepada beliau, beliau bersabda : "Tidak mengapa orang banyak untuk datang." Beliau bersabda lagi : "Katakan kepada istrimu, jangan mengangkat periuk dan adonan rotinya dari tungku api hingga aku datang." Setelah itu beliau bersabda : "Bangunlah kalian semua." Bergegas kaum Muhajirin dan Anshar berdiri berangkat, ketika Jabir menemui Istrinya, dia berkata : "Waduh, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah datang bersama kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang bersama mereka." Istri Jabir berkata : "Memang beliau (Rasulullah) memintamu yang demikian?" Jabir menjawab : "Ya, begitu." Lalu Rasulullah berkata : "Masuklah dan jangan berdesak-desakan." Kemudian Rasulullah mencuil-cuil roti dan dia tambahkan dengan daging, dan dia tutup periuk dan tungku api. Selanjutnya beliau ambil dan beliau dekatkan kepada para sahabatnya. Lantas beliau ambil kembali periuk itu dan terus menerus beliau lakukan antara mencuili roti dan menciduknya hingga semua sahabat kenyang dan masih menyisakan sisa. Setelah itu beliau bersabda: "Sekarang makanlah engkau (maksudnya istri Jabir) dan kalau bisa, hadiahkanlah kepada yang lain, sebab orang-orang, banyak yang masih kelaparan." (HR. Bukhari, hadist no. 4101).


MasyaAllah, betapa luar biasanya Allah jika ingin menunjukkan kekuasaan-Nya melalui utusan-Nya. Hanya saja Allah tidak memperlihatkan kekuasaan-Nya secara terang-terangan agar manusia berfikir akan kebesaran Allah dan benar-benar mencari tau. Dan hanya orang-orang yang kuat imannya lah yang kemudian mengerti dan paham betapa Maha Besarnya Allah dan mengetahui bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Tiada yang bisa menandingi-Nya di dunia ini, karena Dia-lah pencipta alam semesta ini dan semua yang ada di dalamnya.


Semoga cerita di atas bisa menjadikan kaum muslimin bertambah yakin akan kebesaran Allah Subhanahuwa Ta’ala dan bertambah yakin dengan Mukjizat yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.