logo

Semua Do’a Terhalang Sampai Dibacakan Hadist Nabi | Konsultasi Muslim



Do’a merupakan senjatanya kaum muslimin, karena dengan berdo’a kepada Allah, semua yang diminta bisa dikabulkan oleh Allah. Dan Allah memerintahkan kepada setiap muslim untuk berdo’a kepada-Nya. Jika berdo’a kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’anya.


Allah berfirman :


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


Dan Tuhanmu berfirman : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (QS. Al-Mukmin : 60).


Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam berdo’a, karna jika adab-adab dalam berdo’a tidak diperhatikan, maka do’a menjadi terhalang. Di antara yang harus dilakukan sebelum berdo’a adalah bershalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Dari Umar bin Khattab rodhiyallahu ‘anhu berkata :


إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لَا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Sesungguhnya do’a itu akan tertahan di antara langit dan bumi, tidak akan diangkat hingga engkau bershalawat kepada Nabimu shallallahu ’alaihi wa sallam. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 486).


Hadist ini hasan menurut syekh Al-Albani karena ada jalur lain yang serupa dengannya.


Mengomentari hadist di atas, Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Al-Adzkar :


قلتُ: أجمع العلماءُ على استحباب ابتداءِ الدعاِ بالحمد لله تعالى، والثناء عليه، ثم الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم، وكذلك يختم الدعاء بهما؛ والآثارُ في هذا الباب كثيرٌ معروفة


Saya bekata : Para ulama sepakat dianjurkannya memulai do’a dengan ucapan Alhamdulillah dan memuji Allah, kemudian bershalawat atas baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bgitu juga dia dianjurkan untuk menyempurnakan do’anya dengan keduanya (Alhamdulillah dan Shalawat). Atsar tentang itu di bab ini banyak dan terkenal. (Al-Adzkar, jilid 1 halaman 225).


Apa shalawat yang dibaca?


حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عِيسَى، سَمِعَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي لَيْلَى، قَالَ: لَقِيَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَ، فَقَالَ: أَلاَ أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً سَمِعْتُهَا مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقُلْتُ: بَلَى، فَأَهْدِهَا لِي، فَقَالَ: سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ البَيْتِ، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ؟ قَالَ: " قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


Telah bercerita kepadaku ‘Abdullah bin ‘Isa  dia mendengar ‘Abdur Rahman bi Abi Laila berkata : Ka’ab bin ‘Ujrah menemui aku lalu berkata : “Maukah kamu aku hadiahkan suatu hadiah yang aku mendengarnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Aku jawab : “Ya, hadiahkanlah aku”. Lalu dia berkata : “Kami pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya kami bershalawat kepada tuan-tuan kalangan Ahlul Bait sementara Allah telah mengajarkan kami bagaimana cara menyampaikan salam kepada kalian?”. Maka Beliau bersabda : Ucapkanlah : “Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibrahiim wa ‘alaa aali Ibrahim innaka hamiidun majid. Allahumma baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa baarakta ‘alaa Ibrahiim wa ‘alaa aali Ibrahim innaka hamiidun majiid.” (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahiim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah berilah barakah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia). (HR. Bukhari, hadist no. 3370).


Lafadznya :


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


Allahumma Sholli ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin, kama shollaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala aali Ibrahim, Innaka hamidun majid. Allahumma baarik ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin, kama baarokta ‘ala Ibrahim, wa ‘ala aali Ibrahim Innaka hamidun majid.


Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahiim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah berilah barakah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia. (HR. Bukhari, hadist no. 3370).

 

Pelajaran yang bisa diambil dari hadist di atas :


1. Hendaknya seorang muslim mengucapkan Alhamdulillah sebelum berdo’a dan memuji Allah dengan pujian yang indah. Karena hal itu sebagai rayuan kepada Allah agar do’a dikabulkan.


2. Hendaklah membaca shalawat atas Nabi sebelum berdo’a kepada Allah, karena dengan bershalawat atas Nabi bisa menjadikan do’a dikabulkan Allah serta tidak ada penghalang do’anya untuk sampai kepada Allah.


3. Seorang muslim harus merendahkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika berdo’a. Allah berfirman :


ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ


Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-A’raf : 55).


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.