logo

Azab Bagi Pembunuh Sesama Muslim di dalam Islam | Konsultasi Muslim



Begitu banyak kita saksikan di akhir zaman ini kebenaran yang di sabdakan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalah hadist beliau, di mana di akhir zaman akan banyak terjadi pembunuhan, nyawa bagi mereka sudah tidak ada lagi harganya, fitnah bermunculan dan kebodohan merajalela.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ، وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ، وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ قَالُوا: وَمَا الْهَرْجُ؟ قَالَ : الْقَتْلُ


Zaman saling berdekatan, ilmu dihilangkan, berbagai fitnah bermunculan, kebakhilan dilemparkan ke dalam hati dan Al-Harj semakin banyak. Para sahabat bertanya : Apa itu Al-Harj wahai Rasulullah? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Pembunuhan. (HR. Muslim, hadist no. 157).


Apa yang disabdakan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas semenjak 1400 tahun yang lalu terjadi sekarang dan begitu dahsyat kita rasakan pada saat sekarang ini.


Beberapa hari terakhir kita mendengar berita yang sangat menyedihkan dan membuat pilu hati seorang muslim mukmin, yaitu 6 orang saudara sesama muslim ditembak mati tanpa hak, dan tentunya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at Islam. Tentunya Islam mengutuk keras perbuatan tercela ini, karena tidak boleh menghilangkan nyawa seorang muslim tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at Islam.


Dari Al-Bara’ Al-‘Adzib rodhiyallahu 'anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ


Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 2619).


Hadist ini shahih menurut para ulama.


Coba renungkan wahai pembunuh kaum mukmin tanpa hak, satu nyawa seorang muslim mukmin lebih berharga daripada dunia. Allahu Akbar, betapa berharganya satu nyawa seorang mukmin di hadapan Allah. Lalu mereka dengan sombongnya membunuh 6 orang mukmin tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at Islam. Ini merupakan kedzoliman yang nyata kepada kaum mukmin. Mereka mengira bahwa mereka berkuasa dan tidak ada yang bisa menghukum mereka. Padahal itu salah besar, ada Allah yang selalu mengawasi mereka setiap saat, yang tidak pernah tidur, walau satu detikpun.


Allah berfirman :


وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ


Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (QS. Ibrahim : 42).


Mereka mungkin di dunia bersenang-senang karena misi mereka telah tercapai, namun ingat! Bahwa 6 nyawa yang kalian bunuh itu kelak akan kalian pertanggung jawabkan di hadapan Allah. Di saat tangan dan dan kaki bersaksi atas perbuatan semasa di dunia, semua akan diungkap sesuai dengan perbuatan yang dilakukan, dan kalian tidak akan bisa untuk menipu Allah, karena Allah pencipta alam semesta, maka bersiap-siaplah mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan seluruh alam.


Allah berfirman :


الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. Yasin : 65).


Allahu Akbar, betapa manusia tak kan bisa lepas dari pertanggungjawaban dan tak kan bisa berbohong di hadapan Allah. Jika dia dulu semasa di dunia terlibat dalam pembunuhan 6 orang mukmin tersebut, namun sewaktu di dunia dia menutupinya, ingatlah, di akhirat semuanya tak akan bisa ditutupi karena anggota badan akan bersaksi di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Apa azab bagi orang yang membunuh seorang mukmin tanpa hak?


Allah berfirman :


وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا


Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal dia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An-Nisa’ : 93).


Na’udzubillah tsumma na’udzubillah. Allah akan mengazabnya dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahannam dan dia kekal tinggal di dalam neraka itu, serta mengutuki si pelaku disebabkan membunuh seorang mukmin dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at Islam.


Jika sudah penciptamu sendiri yang berkata seperti itu, lalu apa yang harus kau perbuat? Hidup pun rasanya percuma dan tiada gunanya jika tidak bertobat kepada Allah, karena dia dikutuk sang penciptanya sendiri, matipun tiada berguna karena azab akan datang dan menunggu sang pembunuh. Tiada posisi yang paling bagus bagi si pembunuh melainkan bertobat kepada Allah. Allah tidak main-main dengan ancaman-Nya kepada setiap pembunuh seorang mukmin tanpa hak, yaitu tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at Islam.


Apa alasan yang dibenarkan syari’at Islam dalam membunuh seorang mukmin?


1. Dia membunuh seorang muslim dengan sengaja, tanpa hak (alasan yang dibenarkan oleh syari’at Islam), maka balasannya di dalam Islam adalah Qishas (dibunuh juga). Tapi yang berhak melaksanakan hukum qishas ini adalah penguasa, bukan siapa saja boleh melaksanakan hukum qishas, apalagi dihakimi massa. Tidak boleh kecuali dilakukan penguasa.


Hukum qishas wajib hukumnya jika ada yang membunuh seorang muslim dengan sengaja dan tanpa alasan yang dibenarkan syari’at Islam.


Allah berfirman :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. (QS. Al-Baqarah : 178).


Inilah ayat yang menjadi dasar disyari’atkannya hukum qishas di dalam Islam. Apabila ada orang yang membunuh seorang muslim dengan sengaja, tanpa alasan yang dibenarkan, maka dia dihukum qishas (dibunuh juga).


2. Murtad (keluar dari Islam), maka hukumannya di dalam Islam adalah hukuman bunuh.


Dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، إِلَّا بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالمَارِقُ مِنَ الدِّينِ التَّارِكُ لِلْجَمَاعَةِ


Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi laa ilaaha illallah dan bahwa aku utusan Allah, kecuali karena tiga hal: nyawa dibalas nyawa, orang yang berzina setelah menikah, dan orang yang meninggalkan agamanya, memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin. (HR. Bukhari, hadist no. 6878).


Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ


Barangsiapa yang mengganti agamanya, bunuhlah dia. (HR. Bukhari, hadist no. 3017).

 

3. Seseorang yang telah menikah, kemudian dia berzina, maka hukumannya di dalam Islam adalah dirajam sampai mati. Dan orang tersebut hukumannya adalah bunuh sebagaimana disebutkan di dalam hadist di atas.


Inilah 3 alasan yang dibenarkan syari’at Islam jika ingin memmbunuh seorang muslim. Jika 3 syarat di atas tidak ada pada seorang muslim, maka penguasa tidak dibenarkan membunuh seorang muslim dan jika dia tetap membunuh seorang muslim tanpa hak, maka Allah akan mengazabnya dan mengutuknya serta menyediakan neraka Jahannam bagi semua yang terlibat dalam pembunuhan tersebut, begitu juga kasus yang terjadi pada 6 orang muslim yang dibunuh tanpa hak, kelak pembunuh serta semua yang terlibat di dalamnya akan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan Allah.


Mereka menunjukkan kekuasaan mereka kepada manusia, khususnya kepada umat Islam Indonesia, tapi mereka lupa ada yang lebih berkuasa daripada mereka, yaitu Allah ‘Azza wa Jalla.


Ya Allah, sebagaimana mereka telah menunjukkan kekuasaan mereka kepada manusia, tunjukkan pula kekuasaan-Mu ya Allah kepada mereka, serta hancurkan mereka sehancur-hancurnya.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.