logo

Ini Makna Jilbab Punuk Unta Menurut Ulama | Konsultasi Muslim



Jilbab hukumnya wajib bagi setiap perempuan muslimah yang telah baligh dan berakal, namun tentunya dalam pemakaiannya haruslah mengikuti peraturan yang telah ditetapkan di dalam Islam karena Islam telah mengatur itu semua. Dan Islam mengingatkan kepada setiap wanita muslimah agar tidak bersanggul seperti punuk unta, sebab model sanggul seperti ini dan dilapisi dengan jilbab dilarang di dalam Islam.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا


Ada dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihatnya :


1. Golongan yang membawa cambuk yang seperti ekor sapi di mana dengan cambuk tersebut mereka mencambuki orang-orang.


2. Golongan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung tidak taat kepada Allah dan mengajarkan orang lain untuk meniru perbuatan mereka. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring, dan mereka tidak akan masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal bau surga akan tercium dari jarak perjalan seperti ini dan seperti ini (jarak jauh). (HR. Muslim, hadist no. 2128).


Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Al-minhaj Syarah Shahih Muslim :


وأما رؤوسهن كأسنمة البخت فمعناه يعظمن رؤوسهن بالخمر والعمائم وغيرها مما يلف على الرأس حتى تشبه أسنمة الإبل البخت هذا هو المشهور في تفسيره قال المازري ويجوز أن يكون معناه يطمحن إلى الرجال ولا يغضضن عنهم ولا ينكسن رؤوسهن واختار القاضي أن المائلات تمشطن المشطة الميلاء قال وهي ضفر الغدائر وشدها إلى فوق وجمعها في وسط الرأس فتصير كأسنمة البخت قال وهذا يدل على أن المراد بالتشبيه بأسنمة البخت إنما هو لارتفاع الغدائر فوق رؤوسهن وجمع عقائصها هناك وتكثرها بما يضفرنه حتى تميل إلى ناحية من جوانب الرأس كما يميل السنام


Adapun kepala-kepala mereka seperti punuk unta, maksudnya adalah mereka membesarkan kepala-kepala dengan khimar (kerudung) tutup kepala wanita dan kain sorban atau yang lainnya dari sesuatu yang digelung (dikonde) di atas kepala sehingga menyerupai punuk unta. Ini adalah tafsir yang masyhur. Menurut Al-Maziri kalimat tersebut boleh diartikan dengan mereka memandang laki-laki tidak menahan pandangan atau memejamkan matanya dari melihat laki-laki dan tidak menundukkan kepalanya. Menurut Al-Qadhi Iyadh bahwa wanita-wanita yang condong maksudnya adalah mereka menyisir rambut mereka dengan model sisiran rambut para pelacur. Yaitu memilin jalinan rambut dan mengikatnya sampai ke atas lalu mengumpulkan di tengah kepala, maka menjadi seperti punuk unta. Menurut Al-Qadhi Iyadh, hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksudkan menyerupai punuk unta itu karena tingginya jalinan rambut di atas kepala, terkumpulnya jalinan rambut di situ, dan menjadi kelihatan banyak (lebat) dengan sesuatu yang mereka pilin sehingga miring ke salah satu sisi dari beberapa sisi kepala sebagaimana miringnya punuk. (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, jilid 17 halaman 191).


Berdasarkan perkataan ulama di atas, bahwa yang dimaksud jilbab punuk unta adalah jika dia menyanggul rambutnya berada di atas kepalanya. Inilah yang menyerupai punuk unta, adapun jika dia menyanggul rambutnya di bagian belakang, maka menurut keterangan ulama di atas tidak termasuk jilbab punuk unta.


Punuk unta artinya bagian punggung unta yang menonjol ke atas bukan ke belakang. Maka dari itu ulama di atas mengatakan bahwa maksud hadist kepala mereka seperti punuk unta adalah mereka membesarkan kepala-kepala mereka dengan khimar (kerudung) tutup kepala dan kain sorban atau yang lainnya dari sesuatu yang digelung di atas kepala sehingga menyerupai punuk unta. Dan yang perlu di garis bawahi itu adalah disanggulnya “di atas kepala” dan “dengan memilin jalinan rambut dan mengikatnya sampai ke atas lalu mengumpulkan di tengah kepala, maka menjadi seperti punuk unta”, begitu menurut Al-Qadhi Iyadh, bukan disanggul ke belakang. Adapun yang dilakukan oleh wanita Muslimah, khususnya di Indonesia kan sanggulnya ke belakang, bukan ke atas, jadi tidak termasuk punuk unta sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas insyaAllah.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.