logo

Ini Akibatnya Apabila Amanah Diserahkan Bukan Kepada Ahlinya | Konsultasi Muslim



Merebaknya suatu amanah yang diemban oleh orang yang tidak berkompeten menerimanya sudah bukan hal yang janggal lagi, namun hal itu sudah biasa terjadi di sebuah negara. Semua itu bukan hanya semata-mata kesalahan orang yang menerima amanah itu, tapi juga kesalahan dari orang-orang yang menyerahkan amanah itu kepada orang yang bukan ahlinya.


Untuk itu, Allah sampai-sampai berfirman bahwa tidak ada satu makhluk pun yang sanggup menerima amanah Allah di alam semesta ini, namun manusia menerima serta menyanggupinya, dan kebanyakan manusia itu apabila sudah diberikan amanah, maka mereka tidak berlaku adil dan berbuat zolim kepada yang dipimpinnya serta bodoh dalam memimpin.


Allah berfirman :


إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا


Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. (QS. Al-Ahzab : 72).


Pemimpin adalah orang yang didengarkan ucapannya oleh orang banyak serta meneduhkan jika berbicara. Maka dari itu pilihlah orang yang ahli di bidang itu. Pilih orang yang bisa memimpin, bukan hanya sekedar pencitraan ataupun ucapan janji belaka, namun dia bisa menepatinya. Pilihlah pemimpin yang benar-benar ahli dalam memimpin masyarakat, karena jika sampai amanah diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ


Apabila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya. (HR. Bukhari, hadist no. 59).


Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِذَا ضُيِّعَتِ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ» قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «إِذَا أُسْنِدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ


Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi. Ada seorang sahabat bertanya : bagaimana maksud amanat disia-siakan? Nabi menjawab : “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR. Bukhari, hadist no. 6496).


Kalau memilih pemimpin yang tidak ahli dibidangnya, maka yang terjadi nantinya menunggu kehancuran yang datang disebabkan dia tidak ahli dibidangnya, atau dia bisa menggunakan kekuasaannya untuk hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat dan jatuhnya dia bisa menjadi pemimpin yang zolim. Begitulah mudorot yang ditimbulkan jika memilih pemimpin yang bukan ahli dibidangnya.


Oleh sebab itu Allah memperingatkan kepada kita semua agar memilih pemimpin yang berhak menerimanya.


Allah berfirman :


إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا


Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An-Nisa’ : 58).


Jangan salah memilih pemimpin, karna pemimpin merupakan tiangnya negara, dia yang mengatur urusan negara. Apabila amanah diserahkan bukan kepada ahlinya, maka negara tersebut bisa mengalami kehancuran dan masyarakatnya menjadi tidak tenang disebabkan pemimpin mereka tidak ahli dibidanya dan pada akhirnya suatu negara berubah menjadi kacau. Berhati-hatilah memilih pemimpin, karena akan dipertanggungjawabkan di hdapan Allah.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.