logo

Berhubungan Suami Istri Mendapat Pahala | Konsultasi Muslim



Banyak di antara kaum muslimin yang belum mengetahui urusan ranjang menurut Islam, mereka cenderung cuek dan bahkan tidak memperdulikannya sama sekali. Akibatnya mereka tidak memperhatikan nilai-nilai ibadah yang terkandung di dalam berhubungan suami istri. Mereka tidak tau bahwa jika hubungan suami istri dilakukan secara benar, maka akan bernilai ibadah dan tentunya mendapatkan pahala di sisi Allah. Akan tetapi, jika dilakukan secara asal-asalan, mereka tidak memperoleh pahala di sisi Allah karena tidak mengikuti apa yang diajarkan oleh Islam.


Berhubungan suami istri, jika dilakukan dengan benar, maka akan bernilai ibadah dan mendapatkan pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Dari Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ


Hubungan suami istri di antara kalian adalah sedekah. Para sahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami mendatangi (menyetubuhi) istri dengan syahwat bisa bernilai pahala? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah dia menanggung dosa? Maka sudah sepantasnya jika dia meletakkan syahwat tersebut pada yang halal, akan mendatangkan pahala baginya. (HR. Muslim, hadist no. 1006).


Lalu apa yang harus dilakukan oleh suami istri agar keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah ketika berhubungan suami istri?


1. Diniatkan untuk menunaikan hak istrinya dan mempergaulinya dengan baik


2. Diniatkan untuk mendapatkan keturunan yang sholeh


3. Untuk menjaga dirinya dan istrinya dari perbuatan yang baik dan yang lainnya


Ibnu Daqiq rohimahullah berkata di dalam kitabnya Syarah Al-Arba’in An-Nawawiyyah Fil Ahaadits As-Shahihah An-Nabawiyyah :


وأما قوله صلى الله عليه وسلم: "في بضع أحدكم صدقة" وهو بضم الباء ويطلق على الجماع وعلى الفرج نفسه وكلاهما يصح إرادته ها هنا، وقد تقدم أن المباحات تصير بالنيات طاعات فالجماع يكون عبادة إذا نوى به الإنسان قضاء حق الزوجة ومعاشرتها بالمعروف أو طلب ولد صالح أو إعفاف نفسه أو زوجته أو غير ذلك من المقاصد الصالحة


Adapun sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Hubungan suami istri di antara kalian adalah sedekah.” Maksudnya adalah Jima’ dan bermakna kemaluan. Dan kedua makna tersebut benar di sini. Dan telah dikemukakan bahwa sesuatu hal yang mubah bisa diniali suatu ketaatan jika niatnya benar. Maka Jima’ bisa menjadi ibadah jika seorang suami berniat untuk menunaikan hak istrinya dan mempergaulinya dengan baik, diniatkan untuk mendapatkan keturunan yang sholeh, atau untuk menjaga dirinya dan istrinya dari perbuatan yang baik dan yang lainnya. (Syarah Al-Arba’in An-Nawawiyyah Fil Ahaadits As-Shahihah An-Nabawiyyah, jilid 1 halaman 91).


Oleh karnanya jangan terlalu tergesa-gesa dalam berhubungan suami istri dan jangan juga berhubungan suami istri hanya sekedar melampiaskan syahwat saja, karena jika hanya sekedar melampiaskan syahwat saja tanpa adanya niat yang benar seperti yang disebutkan di atas, maka hubungan suami istri yang dilakukan tidak bernilai ibadah dan tidak mendapatkan pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Itulah pentingnya belajar ilmu agama, agar mengetahui seluk beluk kehidupan manusia. Karena Islam agama yang sempurna, mengajarkan tata cara beribadah sesuai dengan perintah Allah, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, semua itu di atur di dalam Islam.


Ingat, jangan hanya sekedar melampiaskan syahwat saja, namun niatkan untuk ibadah sebagaimana yang disebutkan di atas, insyaAllah akan bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.