logo

Sakit Bisa Menggugurkan Dosa | Konsultasi Muslim



Sebagian kaum muslimin masih banyak yang mengeluh tatkala ditimpa musibah, baik berupa demam, sakit kepala, tertusuk duri dan berbagai penyakit lainnya. Andai mereka tau hikmah dari mereka ditimpa penyakit, sudah barang tentu mereka tak kan mengeluh lagi.


Apa hikmah ketika ditimpa penyakit?


Yaitu Allah akan menggugurkan dosa-dosa mereka karena penyakit atau musibah yang diderita tersebut.


Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً


Tidak seorang mukmin ditimpa musibah berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya. (HR. Muslim, hadist no. 2572).


Dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ، فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ، كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا


Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya. (HR. Muslim, hadist no. 2571).

 


Do’a-do’a yang diajarkan Rasulullah ketika menjenguk orang yang sedang sakit :


1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a :


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، مُذْهِبَ البَاسِ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا


Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman.


Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah dia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi. (HR. Bukhari, hadist no. 5742).


Imam An-Nawawi rohimahullah mengomentari hadist di atas di dalam kitabnya Al-Adzkar :


قلت: معنى لا يغادر: لا يترك، والبأس: الشدّة والمرض


Aku berkata : Arti “Laa Yughodiru” yaitu tidak meninggalkan bekas. Sedangkan Al-Ba’su : Penderitaan dan penyakit. (Al-Adzkar, jilid 1 halaman 134).

 

2. Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a :


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ، قَالَ: وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ فَقَالَ لَهُ: «لاَ بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»


Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumah orang Arab pedalaman untuk menjenguknya, dan adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk ke rumah seseorang untuk menjenguk orang yang sedang sakit, maka beliau mengucapkan do’a : “Laa Ba’sa, Thohurun InsyaAllah.” Tidak apa-apa, sakitmu membuat dosamu bersih insyaAllah. (HR. Bukhari, hadist no. 5656).


3. Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِذَا عَادَ الْمَرِيضَ جَلَسَ عِنْدَ رَأْسِهِ، ثُمَّ قَالَ سَبْعَ مِرَارٍ: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، أَنْ يَشْفِيكَ


Apabila salah seorang di antara kamu menjenguk orang yang sedang sakit, maka hendaklah dia duduk di dekat kepalanya, kemudian ucapkan do’a ini sebanyak 7 kali :


“As’alullahal ‘Adzima, Robbal ‘Arsyil ‘Adzimi, An Yasfika.”


Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang menguasai Arsy yang agung, agar menyembuhkan penyakitmu. (HR. Bukhari, Adabul Mufrad, hadist no. 536).

 


Anjuran Menjenguk Orang yang sedang Sakit :


Di antara hikmah menjenguk orang yang sedang sakit adalah :


1. Mengingatkan kepada akhirat.


Dari Abu Sa’id Al-Khudry rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


عُودُوا الْمَرِيضَ، وَاتَّبِعُوا الْجَنَازَةَ تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ


Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, karena hal itu akan mengingatkan kalian pada akhirat. (HR. Ahmad, hadist no. 11270).


2. Menjenguk orang yang sedang sakit bagaikan berada di taman Surga.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ


Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim yang sedang sakit, maka seakan-akan dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba. (HR. Ahmad, hadist no. 612).


Oleh karnanya jika ada teman atau saudara yang tertimpa musibah, maka yang harus dia lakukan adalah :


1. Menjenguknya, karena menjenguk orang sakit hukumnya sunnah sebagaimana yang dilakukan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti di dalam hadist di atas.


2. Mendo’akan kesembuhan untuknya sebagaimana do’a yang diajarkan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.


3. Mengambil pelajaran darinya bahwa betapa berharganya nikmat sehat yang Allah berikan kepadanya setiap saat.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.