logo

Menghina dan Membenci Keturunan Rasulullah Akan Dimasukkan ke dalam Neraka | Konsultasi Muslim



Sebagai seorang muslim, hendaklah kita memuliakan junjungan kita yaitu Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena beliau merupakan Nabi terakhir dan pembawa kabar gembira bagi setiap orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya berupa surga yang penuh dengan kenikmatan.


Memuliakan Rasulullah berarti juga harus memuliakan keturunan beliau dan menghormati beliau, karena jika seorang muslim tidak menghormati keturunan baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sama saja tidak menghormati baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Betapa sakitnya ketika kita saksikan baru-baru ini ada artis yang dengan terang-terangan menghina salah satu keturunan baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia dengan sombongnya menantang balik orang yang mengecam dirinya, seolah-olah dia berada di pihak yang benar dan dia menganggap bahwa dia benar ketika menghina keturunan Rasulullah. Orang seperti ini termasuk orang yang munafik dan orang munafik yang membenci keturunan Rasulullah sama saja menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui keturunan beliau.


Di dalam hadist disebutkan bahwa orang-orang yang membenci keturunan Rasulullah, maka dia termasuk orang yang munafik dan kelak akan masuk ke dalam neraka.


1. Pembenci keturunan Rasulullah termasuk orang munafik.


Dari Abu Sa’id Al-Khudry rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ أَبْغَضَنَا أَهْلَ الْبَيْتِ فَهُوَ مُنَافِقٌ


Barangsiapa yang membenci kami ahlul bait maka dia termasuk golongan munafik. (HR. Ahmad hadist no. 1126 di dalam kitab Fadhoulus Shohabah jilid 2 halaman 661).


Dari Ady bin Tsabit berkata, Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu berkata :


وَالَّذِي فَلَقَ الْحَبَّةَ، وَبَرَأَ النَّسَمَةَ، إِنَّهُ لَعَهْدُ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيَّ: «أَنْ لَا يُحِبَّنِي إِلَّا مُؤْمِنٌ، وَلَا يُبْغِضَنِي إِلَّا مُنَافِقٌ


Demi Dzat yang membelah biji-bijian dan melepaskan angin. Sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah berjanji kepadaku bahwasannya tidak ada yang mencintaiku kecuali dia seorang mukmin, dan tidak ada yang membenciku kecuali dia seorang munafiq. (HR. Muslim, hadist no. 78).


Hadist di atas menggambarkan bahwa orang-orang yang membenci atau menghina keturunan baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk orang yang munafik. Bahkan kita saksikan bahwa ada orang yang dengan sombongnya dan dengan terang-terangan menghina keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang seperti ini termasuk orang yang munafik di dalam Islam, dan orang munafik akan disiksa seperti orang kafir kelak di neraka Jahannam.


Allah berfirman :


إِنَّ الْمُنَافِقِيْنَ فِيْ الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا


Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan engkau tidak akan menjumpai seorang penolong pun bagi mereka. (QS. An-Nisa’: 145).


Di dalam surat lain Allah berfirman :


وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ


Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS. At-Taubah : 68).

 

2. Pembenci keturunan Rasulullah akan dimasukkan oleh Allah ke dalam neraka.


Dari Abu Sa’id Al-Khudry rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَبْغَضُنَا أَهْلَ الْبَيْتِ أَحَدٌ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ


Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah seseorang membenci kami ahlul bait kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam neraka. (HR. Al-Hakim, hadist no. 4717 di dalam Al-Mustadrak, jilid 3 halaman 162).


Imam Al-Hakim mengomentari hadist ini di dalam Al-Mustadrak :


هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ


Hadist ini shahih menurut syarat Muslim, namun dia tidak membawakannya di dalam kitabnya. (Al-Mustadrak, jilid 3 halaman 162).

 

3. Orang yang menghina keturunan Rasulullah sama saja menghina Rasulullah melalui keturunan beliau.


Seorang muslim hendaknya mengikuti ulama dan tidak semena-mena dalam beragama, karena dengan mengikuti ulama insyaAllah hidup ini akan dituntun menuju ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena ulama adalah pewaris para Nabi. Maka ikuti ulama, jangan menghina ulama, apalagi yang dihina adalah Ahlul Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berdosa dan haram hukumnya menghina keturunan Rasulullah karena sama saja menghina Rasulullah melalui keturunan beliau dan tentunya termasuk orang yang munafik, sedangkan orang munafik akan disiksa di neraka yang paling bawah di akhirat kelak. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.


Semoga siapa saja yang masih membenci dan menghina, ataupun membela penghina Rasulullah segera bertaubat kepada Allah, jika tidak maka dia akan di azab oleh Allah di dalam neraka yang sangat panas.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.