logo

Hukum Weton Pernikahan di dalam Islam | Konsultasi Muslim


 

Pertanyaan :

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh  ustadz  izin bertanya. Bagaimana hukum weton dalam agama Islam ustadz syukron

 

Dari : Aprilia

 

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

 

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

Weton atau hitung-hitungan untuk menentukan dia cocok menikah dengan pilihannya atau tidak, ataupun mempercayai bahwa jika hitung-hitungan tersebut tidak cocok, maka katanya salah satu di antara 2 keluarga itu ada yang mengalah alias meningal dunia.

 

Mempercayai hal seperti ini disebut juga dalam istilah bahasa dengan Thiyaroh, yaitu menganggap sebagai kesialan, maka hukumnya haram serta termasuk kesyirikan.

 

Barangsiapa yang mempercayainya, maka dia telah berbuat syirik.

 

Dari Abdullah bin Mas'ud rodhiyallahu 'anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ. ثَلاَثًا. وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

 

Beranggapan sial adalah kesyirikan, beranggapan sial adalah kesyirikan. Beliau menyebutnya sampai tiga kali. Ibnu Mas'ud berkata : Tidak ada yang bisa menghilangkan sangkaan jelek dalam hatinya. Namun Allah-lah yang menghilangkan anggapan sial tersebut dengan tawakkal. (HR. Abu Daud, hadist no. 3910).

 

Oleh karnanya, jika dia percaya kepada weton (hitung-hitungan) dalam pernikahan tersebut bisa memudorotkan atau memberi manfaat, maka dia telah berbuat syirik, karena tidak ada satupun manusia, benda, atau makhluk apapun di dunia ini yang bisa memberi manfaat dan mudorot, kecuali Allah saja. Karena semuanya diciptakan oleh Allah.

 

Allah berfirman :

 

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

 

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al-A'raf : 188).

 

 

Jika dia mempercaya weton tersebut, maka dia telah berbuat syirik, dan dia harus bertobat kepada Allah, jika dia tidak bertobat kepada Allah sampai mati, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

 

Allah berfirman :

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

 

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. An Nisa' : 48).

 

Maka berhati-hatilah bagi yang mempercayai weton karena hal itu bagian dari kesyirikan yang nyata. Dunia sudah semakin canggih, sudah seharusnya tidak mempercayai perbuatan syirik semacam itu.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.