logo

Benarkah Tahlilan Itu Bid’ah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Assalamualaikum ustdaz mau nanya apakah Kita melaksanakan acara tahlilan yasinan saat orang meninggal itu bid'ah?


Dari : Witri Hidayah


Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Begini, tahlilan itu isinya ada 3 macam :

 

1. Membaca surat yasin bersama-sama dan dikirim pahalanya untuk si mayit.

 

2. Tahlil, tahmid dan takbir.

 

3. Mendo'akan si mayit agar dilapangkan kuburnya dan di masukkan ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta'ala.

 

Inti dari tahlilan adalah mengirim bacaan Al-Qur'an kepada si mayit.

 

Apakah mengirim bacaan Al-Qur'an kepada si mayit itu sampai?

 

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Al-Adzkar :

 

واختلف العلماء في وصول ثواب قراءة القرآن، فالمشهور من مذهب الشافعي وجماعة أنه لا يصل. وذهب أحمد بن حنبل وجماعة من العلماء وجماعة من أصحاب الشافعي إلى أنه يصل، والاختيار أن يقول القارىء بعد فراغه: "اللهم أوصل ثواب ما قرأته إلى فلان، والله أعلم

 

Para ulama berbeda pendapat mengenai sampainya pahala bacaan Al-Qur'an. Yang masyhur dari Imam Syafi'i adalah tidak sampai. Adapun Imam Ahmad bin Hanbal dan beberapa ulama Syafi'iyyah mengatakan sampai pahalanya. Maka pendapat yang terpilih sebaiknya seorang yang membaca Al-Qur'an hendaknya membaca do'a : "Ya Allah sampaikanlah pahala bacaan ini kepada fulan." (Al-Adzkar halaman 278).

 

Imam An-Nawawi rohimahullah menjelaskan kembali pendapat dalam Mazhab Syafi'i mengenai sampainya menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur'an di dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab :

 

والمختار الوصول إذا سأل الله أيصال ثواب قراءته، وينبغى الجزم به لانه دعاء، فإذا جاز الدعاء للميت بما ليس للداعى، فلان يجوز بما هو له أولى، ويبقى الامر فيه موقوفا على استجابة الدعاء، وهذا المعنى لا يخص بالقراء بل يجرى في سائر الاعمال، والظاهر أن الدعاء متفق عليه انه ينفع الميت والحى القريب والبعيد بوصية وغيرها

 

Dan pendapat yang dipilih adalah sampainya pahala bacaan jika seseorang meminta kepada Allah untuk menyampaikan pahalanya. Karena ini termasuk do'a. Dan do'a itu termasuk perkara yang disepakati kebolehannya dan si mayit mendapatkan manfaat dari do'a tersebut. (Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab  jilid 15 halaman 22).

 

Imam Ibnu Taimiyah rohimahullah  seorang ulama Mazhab Hambali berkata di dalam kitab Majmu' Fatawa :

 

القراءة والصدقة وغيرهما من أعمال البر فلا نزاع بين علماء السنة والجماعة في وصول ثواب العبادات المالية كالصدقة والعتق كما يصل إليه أيضا الدعاء والاستغفار والصلاة عليه صلاة الجنازة والدعاء عند قبره. وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية: كالصوم والصلاة والقراءة. والصواب أن الجميع يصل إليه

 

Adapun bacaan Al-Qur'an, shodaqoh dan ibadah lainnya termasuk perbuatan yang baik dan tidak ada pertentangan dikalangan ulama ahli sunnah wal jamaah bahwa sampainya pahala ibadah maliyah seperti shodaqoh dan membebaskan budak. Begitu juga dengan doa, istighfar, sholat dan doa di kuburan. Akan tetapi para ulama berbeda pendapat tentang sampai atau tidaknya pahala ibadah badaniyah seperti puasa, shalat dan bacaan. Pendapat yang benar adalah semua amal ibadah itu sampai kepada mayit. (Majmu' Fatawa jilid 24 halaman 367).

 

Inilah inti dari Tahlilan sebenarnya.

 

Apakah Tahlilan dikatakan bid'ah?

 

Jika yang dimaksud bid'ah adalah sesuatu yang tidak dikerjakan oleh baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka pengertian bid'ah seperti ini tidaklah benar. Karena pengertian bid'ah yang sebenarnya adalah jika tidak ada dalil dari Al-Qur'an dan Hadist yang mendukungnya. Selama ada dalil yang mendukungnya, baik dari Al-Qur'an maupun dari Hadist, meskipun tidak dikerjakan Rasulullah, maka tidak dikatakan bid'ah.

 

Apa pengertian bid’ah yang sebenarnya?

 

Di dalam kitab Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal disebutkan :

 

وقال الحافظ ابن رجب الحنبلي: والمرادُ بالبدعة : ما أحدث مما لا أصل له في الشريعة يَدُل عليه، أما ما كان له أصل من الشرع يدل عليه، فليس ببدعة شرعاً، وإن كان بدعة لغة

 

Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata : “Yang dimaksud bid’ah itu adalah perkara baru yang tidak ada sumber syariah sebagai dalilnya. Sedangkan perkara baru yang bersumber dari syariah sebagai dalilnya, tidak termasuk perkara bid’ah menurut syara’ (agama), meskipun masuk kategori bid’ah menurut bahasa”.

 

وقال الحافظ ابن حجر : والمراد به ما أحدث وليس له أصل في الشرع ويسمى في عرف الشرع بدعة، وما كان له أصل يدل عليه الشرع فليس ببدعة

 

Ibnu Hajar berkata : “Yang dimaksud perkara baru (bid’ah) adalah tidak ada sumber dalilnya dari syara’ (agama), maka dia disebut bid’ah. Adapun perkara baru yang ada dalilnya dari syara’ (agama), maka tidak termasuk perkara bid’ah.

 

(Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal, jilid 22 halaman 238).

 

Kesimpulan dari 2 pendapat ulama di atas :

 

1. Jika perkara baru tersebut ada dalilnya dari syara' (agama) baik dalilnya berasal dari Al-Qur'an maupun Hadist,dan tidak bertentangan dengan syari'at Islam, maka tidak termasuk perkara bid'ah.

 

2. Jika perkara baru tersebut tidak ada dalilnya dari syara' (agama), tidak ada dalil dari Al-Qur'an dan Hadist, maka termasuk perkara bid'ah.

 

Dan tahlilan ada dalilnya, mana dalilnya?

 

Dari Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu 'anha berkata, bahwa ada seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dia berkata :

 

إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا»

 

Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau? Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab : Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu. (HR. Bukhari, hadist no. 1388).

 

Ini adalah dalil tahlilan dan memang isi tahlilan adalah mengirim pahala kepada mayit. Dan jika ada dalilnya, maka tidak bisa disebut bid'ah karena tidak memenuhi persyaratan, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Rojab Al-Hanbali dan Ibnu Hajar di atas.

 

Oleh sebab itu, jangan tertipu dengan nama tahlilan itu. Dilihat terlebih dahulu apa isinya dan apakah ada dalilnya atau tidak. Karena selama ini banyak yang tertipu dengan nama tahlilan tanpa melihat isinya, yang penting share2 saja jika ada artikel ataupun kajian yang menyalahkan itu semua.

 

Beda halnya jika seseorang berkeyakinan jika tidak mengadakan tahlilan, maka tidak afdol acara pemakaman si mayit, maka ini barulah dikatakan prmahaman yang keliru dan perlu diluruskan.

 

Tahlilan hukumnya boleh karena ada dalil pendukungnya. Bukan sunnah ataupun wajib. Namun saat dia menyatakan bahwa hukumnya sunnah atau wajib, maka inilah yang salah dan perlu diluruskan. Dan juga di dalam tahlilan itu tidak ada kemaksiatan yang dikerjakan semuanya adalah kebaikan.

 

Namun yang perlu diperhatikan adalah, jika keluarga si mayit tidak mampu, maka kaum muslimin yang membantu dia, jangan sampai gara-gara acara tahlilan dia berhutang, maka ini tidak dibenarkan.

 

Terakhir, akan saya bawakan pendapat Imam Ibnu Qudamah dari Mazhab Hambali.

 

Ibnu Qudamah rohimahullah berkata di dalam kitab Al-Mughni :

 

ولنا، ما ذكرناه، وأنه إجماع المسلمين؛ فإنهم في كل عصر ومصر يجتمعون ويقرءون القرآن، ويهدون ثوابه إلى موتاهم من غير نكير

 

Dan apa yang telah kami sebutkan : Ijma' kaum muslimin menyatakan bahwa di tiap waktu dan di seluruh penjuru negeri, kaum muslimin berkumpul untuk membaca Al-Qur'an. Lantas pahala bacaan Al-Qur'an itu mereka hadiahkan kepada orang yang telah wafat, tanpa ada yang mengingkarinya. (Al-Mughni, jilid 2 halaman 423).

 

Maka dari itu, bagi orang-orang yang menuduh amalan saudaranya tidak benar dan lain sebagainya, kaji terlebih dahulu dan bertabayun lah terlebih dahulu, serta jika ada perbedaan pendapat, maka berlapang dada lah. Karena para ulama salaf pun berbeda pendapat dalam masalah furu', namun mereka tetap berlapang dada terhadap perbedaan.

 

Semoga bisa dipahami.

 

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.