logo

Benarkah Rasulullah Tidak Lahir Pada Tanggal 12 Rabiul Awal? | Konsultasi Muslim



Baru-baru ini ada sebuah kelompok yang mengatakan bahwa Rasulullah dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awwal sanadnya munqothi’ sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir.


Hadist yang dimaksud adalah :


Ibnu Katsir rohimahullah berkata di dalam kitabnya As-Siroh An-Nabawiyyah (Al-Bidayah wan Nihayah) :


وَقَالَ أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ: حَدَّثَنَا عُثْمَان، عَن سعيد بن ميناء، عَنْ جَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَا: وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفِيلِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ الثَّانِيَ عَشَرَ مِنْ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ، وَفِيه بعث، وَفِيه عرج بِهِ إِلَى السَّمَاء، وَفِيهِ هَاجَرَ، وَفِيهِ مَاتَ. فِيهِ انْقِطَاعٌ.


Abu Bakar bin Abi Syaibah berkata : Telah menceritakan kepada kami Utsman, dari Sa’id bin Minaa, dari Jabir dan Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, mereka berdua berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun Gajah, hari senin, tanggal 12 Rabi’ul Awwal, dan pada tanggal tersebut diutus menjadi nabi, melakukan mi’raj ke langit, berhijrah dan meninggal. Hadits ini sanadnya terputus. (As-Siroh An-Nabawiyyah (Al-Bidayah wan Nihayah), jilid 2 halaman 93).


Menurut Ibnu Katsir sand hadist diatas terputus. Hal ini karena tidak adanya perowi yang tersambung kepada Jabir dan Ibnu Abbas. Di mana Sa’id bin Minaa tidak pernah berjumpa dengan Jabir ataupun Ibnu Katsir. Biasanya jika dia berjumpa, maka akan ada kataسمعت  atau selainnya. Karena perowinya tidak berjumpa dengan orang yang mengatakan hadist tersebut, kemudian hadist ini disebut Munqothi’. Hadist Munqothi’ termasuk hadist Dho’if.


Namun, bukan karena hadist ini statusnya hadist Dho’if tidak dipake untuk rujukan oleh ulama, bahkan kebanyakan (mayoritas) ulama menjadikan hadist diatas sebagai rujukan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan tanggal 12 Rabiul Awwal, sebab tanggal yang menyebutkan selain tanggal 12 Rabiul Awwal tidak ada hadistnya. Sedangkan hadist diatas, sekalipun lemah dari segi sanad, maka dia tetap disebut hadist, maka dari itu dipakai oleh mayoritas ulama.


Ibnu Rojab Al-Hanbali rohimahullah berkata di dalam kitabnya Lathoif Al-Ma’arif :


ثم اختلفوا فقيل: لليلتين خلتا منه وقيل: لثمان خلت منه وقيل: لعشر وقيل: لاثنتي عشرة وقيل: لسبع عشرة وقيل: لثماني عشرة وقيل لثمان بقين منه وقيل: إن هذين القولين غير صحيحين عمن حكيا عنه بالكلية والمشهور الذي عليه الجمهور: أنه ولد يوم الإثنين ثاني عشر ربيع الأول وهو قول ابن إسحاق وغيره.


Para ulama berbeda pendapat mengenai tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dikatakan : tanggal 2 Rabiul Awwal, tanggal 8 Rabiul Awwal, tanggal 10 Rabiul Awwal, tanggal 12 Rabiul Awwal, tanggal 17 Rabiul Awwal, dan tanggal 18 Rabiul Awwal, 8 (23) akhir Rabiul Awwal, dikatakan : 2 Perkataan ini tidak shahih sebagaimana hikayat yang diceritakan. Dan Adapun yang masyhur di kalangan jumhur (mayoritas ulama) adalah bahwa baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan hari Senin, 12 Rabiul Awwal, dan ini pendapat Ibnu Ishaq dan yang lainnya. (Lathoif Al-Ma’arif, jilid 1 halaman 93).


Mereka hanya membawakan perkataan Ibnu Rojab Al-Hanbali sampai kalimat 18 Rabiul Awwal saja, mereka tidak meneruskan perkataan Ibnu Rojab Al-Hanbali sampai habis. Padahal di kahir beliau (Ibnu Rojab Al-Hanbali) mengatakan Dan Adapun yang mayshur di kalangan ulama, mereka tidak membawakan itu, mereka memotongnya. Maka seolah-olah pembaca hanya disodorkan dengan perbedaan pendapat ulama saja, dia tidak membawakan bahwa ada pendapat jumhur (mayoritas) ulama. Ini yang mereka sembunyikan. Ada apa sebenarnya? Apa yang mereka inginkan? Mereka seolah-olah selalu menacri-cari celah kesalahan kaum muslimin, mereka tidak pernah mau besartu dengan kaum muslimin.


Salafi palsu tersebut tidak ubahnya seperti syi’ah, mereka musuh dalam selimut, menikam kaum muslimin dari belakang. Selalu ingin tampil beda dari kaum muslimin, dalam hal apapun itu, padshal terkadang permasalahan tersebut sudah jelas, bahkan pendapat jumhur ulama, bukan hanya dalam masalah ini, tapi banyak permasalahan lainnya yang mereka juga berperilaku seperti itu. Mereka hanya mau bersatu sesama mereka, tidak mau bersatu dengan yang lainnya. Keras kepada kaum muslimin, tapi lembut kepada kafir, hanya memikirkan kelompoknya saja, tidak memikirkan kemajuan Islam kedepannya. Ini pemikiran sempit yang harus diubah, apalagi anak-anak baru hijrah yang baru masuk salafi palsu tersebut. Baru hijrah, tapi lagaknya seolah-olah seperti Mujtahid Mutlaq. Menyalahkan ustadz ini dan itu, bahkan mereka tidak segan-segan menghina dan mencaci maki ustadz tersebut. Inikah yang dinamakan sunnah? Bukan sunnah Rasulullah tapi sunnah palsu yang mereka dengung-dengungkan.


Lanjut ke pembahasan berikutnya :


Tahun lahir :


Ibnu Rojab Al-Hanbali rohimahullah melanjutkan :


وأما عام ولادته فالأكثرون على أنه عام الفيل وممن قال ذلك: قيس بن مخرمة وقبات بن أشيم وابن عباس وروي عنه: أنه ولد يوم الفيل وقيل: إن هذه الرواية وهم إنما الصحيح عنه أنه قال: عام الفيل ومن العلماء من حكى الإتفاق على ذلك


Adapun tahun kelahirannya, maka kebanyakan ulama berpendapat “tahun gajah” dan diantara ulama yang berpendapat demikian adalah Qois bin Mukhrimah, Qobath bin Ibnu Asyim dan Ibnu Abbas, dan diriwayatkan darinya (Ibnu Abbas), bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan di hari gajah. Dikatakan : Sesungguhnya Riwayat ini bagi mereka Shahih darinya (Ibnu Abbas). Ada juga ulama yang mengatakan : Tahun gajah dan dari ulama ada yang mengatakan ini kesepakatan ulama. (Lathoif Al-Ma’arif, jilid 1 halaman 93).


وقال: كل قول يخالفه وهم والمشهور أنه صلى الله عليه وسلم ولد بعد الفيل بخمسين يوما وقيل: بعده بخمس وخمسين يوما وقيل: بشهر وقيل: بأربعين يوما وقد قيل: إنه ولد بعد الفيل بعشر سنين وقيل: بثلاث وعشرين سنة وقيل: بأربعين سنة وقيل: قبل الفيل بخمس عشرة سنة وهذه الأقوال وهم عند جمهور العلماء ومنها لا يصح عمن حكي عنه


Namun para ulama berbeda pedapat mengenai tahun apa Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan. Ada ulama yang mengatakan : Rasulullah dilahirkan 10 tahun setelah tahun gajah, ada yang berpendapat :  23 tahun setelahnya, ada yang berpendapat : 40 tahun setelahnya. Ada yang berpendapat : 15 tahun sebelum tahun gajah. Dan ini adalah pendapat-pendapat yang ada di sisi mayoritas ulama, dan darinya tidak shahih sebagaimana yang diriwayatkan. (Lathoif Al-Ma’arif, jilid 1 halaman 93).


Beliau melanjutkan :


قال إبراهيم بن المنذر الحزامي: الذي لا يشك فيه أحد من علمائنا أنه صلى الله عليه وسلم ولد عام الفيل وقال خليفة بن خياط: هذا هو المجمع عليه وكانت قصة الفيل توطئة لنبوته وتقدمة لظهوره وبعثته وقد قص الله ذلك في كتابه فقال: {أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ، أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ، وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْراً أَبَابِيلَ، تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ، فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ} [الفيل: 1, 5]


Ibrahim bin Mudzir Al-Hizami berkata : Tidak ada keraguan satu apapun dari ulama kami bahwa baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan tahun gajah. Khalifah bin Khayyat berkata : Pendapat ini merupakan kesepakatan ulama. Hal ini berdasarkan kisah Al-Fil tentang kenabiyannya dan dan juga telah jelas sebagaimana terdahulu dan dia diutus di tahun itu. Dan Allah mengkisahkan itu di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman : (Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat), (QS. Al-Fiil : 1-5). ((Lathoif Al-Ma’arif, jilid 1 halaman 93-94).


Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Ibnu Rojab Al-Hanbali diatas bahwa Jumhur (Mayoritas) ulama berpendapat bahwa baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada Hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awwal, Tahun Gajah atau bertepatan dengan 571 M.


Memang banyak pendapat ulama, namun pendapat Jumhur ulama mengatakan seperti diatas dikarenakan 12 Rabiul Awwal, sekalipun hadistnya Dho’if karena sanadnya terputus, maka tetap disebut hadist dan dijadikan rujukan sebagai penetapan tanggal kelahirab baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena tanggal lainnya tidak ada disebutkan di dalam hadist Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Semoga bermanfaat.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.