logo

Bolehkah Menyingkat Sholawat dan Salam Atas Rasulullah? | Konsultasi Muslim


Sering kita jumpai ketika kaum muslimin nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka banyak yang menyingkat sholawat dan salam setelah nama Nabi Muhammad, seperti SAW dan sebagainya. Bagaimana para ulama memandang hal ini?


Imam As-Suyuthi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Tadrib Ar-Rawi Fi Syarhi Taqrib An-Nawawi :

ويكره الاقتصار على الصلاة أو التسليم هنا وفي كل موضع شرعت فيه الصلاة كما في شرح مسلم وغيره لقوله تعالى: ( صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ). ويكره الرمز إليهما في الكتابة بحرف أو حرفين كمن يكتب ( صلعم ) بل يكتبهما بكمالها

Dan dimakruhkan menyingkat sholawat dan salam di sini, di setiap waktu yang disyariatkan untuk bersholawat. Sebagaimana disebutkan di dalam Syarah Shahih Muslim dan kitab lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah : “Berilah sholawat dan salam kepadanya.” Dan dimakruhkan membuat rumus ketika menulis sholawat dan salam, baik dengan satu huruf atau dua huruf, seperti menyingkat dengan tulisan: صلعم , akan tetapi hendaklah dia menulisnya secara lengkap. (Tadrib Ar-Rawi Fi Syarhi Taqrib An-Nawawi, jilid 1 hal.506).


Ibnus Sholah rohimahullah berkata di dalam kitabnya Muqoddimah Ibnu Sholah :


ينبغي له أن يحافظ على كتابة الصلاة والتسليم على رسول الله صلى الله عليه وسلم عند ذكره ، ولا يسأم من تكرير ذلك عند تكرره فإن ذلك من أكبر الفوائد التي يتعجلها طلبة الحديث وكتبته ، ومن أغفل ذلك فقد حرم حظا عظيما

Seyogyanya penulis hadis berusaha menjaga penulisan sholawat dan salam untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyebut namanya. Dan tidak merasa bosan untuk mengulang-ulang tulisannya (sholawat) ketika mengulang penyebutan nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena di dalamnya ada manfaat-manfaat besar yang segera didapatkan oleh penulis hadis dan tulisannya. Dan barangsiapa yang melalaikan hal ini, maka dia dijauhkan dari keberuntungan yang besar. (Muqoddimah Ibnu Sholah, jilid 298).


Cara menulis Sholawat dan Salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang harus dijauhi oelh seorang muslim.


Beliau rohimahullah melanjutkan :


ثم ليتجنب في إثباتها نقصين
أحدهما: أن يكتبها منقوصة صورة رامزا إليها بحرفين أو نحو ذلك
والثاني: أن يكتبها منقوصة معنى بأن لا يكتب ( وسلم ) وإن وجد ذلك في خط بعض المتقدمين

Kemudian hendaklah menjauhi 2 penulisan sholawat yang kurang :

1. Dia menulis sholawat dengan teks yang kurang (disingkat), dengan membuat rumus dua huruf atau semacamnya.

2. Dia menulis sholawat dengan kalimat yang kurang maknanya, hendaklah dia tidak menulis kalimat wa sallam, hanya menulis (shallallahu ‘alaihi), meskipun semacam ini dijumpai dalam karya ulama di masa silam. (Muqoddimah Ibnu Sholah, jilid 299).

Oleh karnanya, menyingkat sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dimakruhkan oleh para ulama sebagaimana keterangan Imam As-Suyuthi di atas.


Jika masih bisa menulis sholawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam secara lengkap, maka jangan menyingkatnya. Meskipun menyingkatnya tidak berdosa, akan tetapi lebih bagusnya menulisnya dengan sempurna, agar pahalanya pun menjadi sempurna, insyaAllah.


Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.