logo

Bolehkah Tidak Shalat Jum’at Jika Shalat Id Bertepatan di Hari Jum’at? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Bolehkah tidak melakukan sholat jum'at karena bertepatan dengan hari raya idul adha?

Dari : Hendri iwan

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Memang ada hadist yang menyatakan bahwa baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi keringanan bagi kaum muslimin, antara tetap melaksanakan shalat jum'at atau melaksakan shalat zuhur di rumah. Hadistnya adalah :

Dari Iyas bin Abi Romlah Asy-Syamiy berkata : Aku pernah menemani Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan dia bertanya kepada Zaid bin Arqam :

أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ

Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertemu dengan dua 'ied (hari Idul Fitri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum'at) dalam satu hari? “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu'awiyah bertanya lagi : Apa yang beliau lakukan ketika itu? Beliau melaksanakan shalat 'ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum'at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang mau shalat Jum'at, maka silakan. (HR. Abu Daud, hadist no. 1070).

Imam Ibnu Rusyd rohimahullah berkata di dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid :

Para ulama berbeda pendapat apabila shalat id dan jum'at dalam satu hari, apakah shalat id bisa menggantikan shalat jum'at?

Beliau (Imam Ibnu Rusyd) rohimahullah berkata :

1. Pendapat Atho', dan diriwayatkan dari Ibnu Zubair dan Ali.

يجزيء العيد عن الجمعة، وليس عليه في ذلك اليوم إلا العصر فقط

Boleh shalat id menggantikan shalat jum'at, dan tidak ada kewajiban lainnya pada hari itu kecuali shalat ashar saja. (Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, jilid 1 halaman 320).


2. Pendapat Imam Syafi'i.

هذه رخصة لأهل البوادي الذين يردون الأمصار للعيد

Ini merupakan rukhsoh bagi penduduk Al-Bawadi. Mereka menginginkan seluruh penjuru negeri untuk shalat id. (Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, jilid 1 halaman 320).

Jadi, Imam Syafi'i mengatakan bahwa hadist yang menerangkaj keringanan untuk tidak shalat jum'at jika telah shalat id itu khusus bagi penduduk Al-Bawadi.

Al-Bawadi terletak di sebelah barat Arab Saudi. Intinya, penduduk yang datang dari kampung lain, bukan penduduk asli setempat. Maka ini yang mendapat keringanan, dan penduduk setempat tetap wajib melaksanakan shalat jum'at.

Namun pada zaman sekarang di kampung-kampung dan plosok pun sudah ada masjid dan jama'ahnya cukup, maka dia tetap wajib melaksanakan shalat jum'at.

3. Pendapat Imam Malik dan Imam Abu Hanifah.

إذا اجتمع عيد وجمعة، فالمكلف مخاطب بهما جميعا، العيد على أنه سنة، والجمعة على أنها فرض، ولا ينوب أحدهما عن الأخر

Jika berkumpul waktu id dan jum'at dalam satu hari, maka seorang mukallaf (orang yang telah wajib mengerjakan perintah Allah) diharuskan mengerjakan semuanya. Karena shalat id hukumnya sunnah, sedangkan shalat jum'at hukumnya wajib. Dan salah satu dari keduanya tidak bisa saling menggugurkan. (Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, jilid 1 halaman 321).

Sebetulnya, fatwa ulama yang mengatakan tidak mengadakan shalat jum'at di rumah bagi daerah-daerah yang telah menjadi zona merah tetap berlaku.

Apalagi sekarang masih banyak bahaya disebabkan virus corona ini dan telah menyebarkan ke berbagai penjuru di Indonesia. Dan untuk menghindari mudorot, maka bukan hanya meniadakan shalat jum'at, bahkan shalat idul adha sekalipun boleh ditiadakan. Kenapa? Karena shalat jum'at yang hukumnya wajib saja boleh ditiadakan karena virus corona, apalagi hanya shalat idul adha yang hukumnya sunnah.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

Oleh sebab itu, daerah-daerah yang sudah sangat parah dan zona merah, boleh tidak melaksanakan shalat jum'at, lebih-lebih shalat idul adha, untuk menghindari mudorot yang lebih besar. Andai diadakan shalat idul adha atau shalat jum'at dan ada satu orang positif corona, maka virus tersebut akan menyebar ke banyak orang tersebut. Maka dari itu, menghindari kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat. Walaupun melakukan shalat idul adha itu bermanfaat dan sekali dalam setahun. Namun, karena di daerah tersebut zona merah dan berbahaya, maka dia boleh tidak mengadakan shalat idul adha.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.