logo

Benarkah Mencampur Makanan Darat dan Laut dilarang? | Konsultasi Muslim



Perlu diketahui bahwa asal hukum makanan itu adalah halal untuk di makan, sampai adanya dalil yang melarangnya.

Wahbah bin Musthafa Az-Zuhaili rohimahullah berkata di dalam tafirnya At-Tafir Al-Munir Fil ‘Aqidah was Syari’ah wal Manhaj :

الأصل في الأطعمة الحلّ والإباحة

Asal hukum makanan dan minuman adalah halal dan boleh di makan. (At-Tafir Al-Munir Fil ‘Aqidah was Syari’ah wal Manhaj, jilid 4 halaman 8).

Tidak ada satupun dalil yang melarang untuk memakan makanan darat dan laut yang dicampur, dan jika tidak ada dalil, maka dikembalikan kepada hukum asalnya yaitu boleh untuk dimakan.

Allah berfirman :

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ

Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. (QS. Al-An’am : 119).

Pada dasarnya, larangan mencampur makanan darat dan laut untuk di makan berasal dari adat istiadat saja dan telah turun-temurun dari nenek moyang. Hal ini tidak berdasar sama sekali serta tidak bisa dijadikan hujjah, sebab bukan berasal dari Al-Qur’an dan Hadist, melainkan dari perkataan nenek moyang semata.

Allah berfirman :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka : Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab : (Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?. (QS. Al-Baqarah : 170).

Oleh sebab itu jika tidak ada dalil yang melarang mencampur makanan darat dan laut untuk di makan, maka hukumnya boleh di makan. Seperti misalnya ikan (makanan laut) di makan dengan susu atau ayam (makanan darat), maka memakannya hukumnya boleh dan halal, karena tidak ada satupun dalil yang melarang memakannya. Yang kita ikuti adalah dalil, bukan adat istiadat ataupun perkataan nenek moyang.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.