logo

Apakah Panitia Qurban Boleh Mendapat Upah dari Hasil Qurban? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz mau tanya tentang kurban, berapa bungkuskah hak panitia kurban, sedang panitia juga termasuk daftar mustahiq, dan untuk pengorban selain sepertiga bagian dari korban apa ada hak yang lain yang harus kami berikan karena selama ini kami sebagai panitia korban selalu memberi jatah beberapa bungkus untuk lingkung pengorban selain dari sepertiga untuk yang keluarga. Mohon penjelasanya. Terima kasih.

Dari : Anto

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Perlu diketahui, bahwa dalam hal qurban tidak ada istilah amil, yang ada hanya di dalam zakat saja. Jadi panitia korban tidak diperbolehkan menerima upah dari hasil qurban.

Hadistnya adalah dari Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu 'anhu berkata :

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لَا أُعْطِيَ الْجَزَّارَ مِنْهَا . قَالَ : نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku untuk menangani unta kurbannya, mensedekahkan dagingnya, kulitnya, dan asesoris onta. Dan saya dilarang untuk memberikan upah jagal dari hasil qurban. Ali menambahkan : Kami memberikan upah dari uang pribadi. (HR. Bukhari, hadist no. 1717).

Oleh sebab itu, jika panitia diamanahi oleh sohibul qurban untuk mengurus hewan qurbannya, maka yang harus memberi upah adalah sohibul qurban itu sendiri, bukan diambil dari hewan qurban, karena hal ini dilarang oleh baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hadist di atas. Dan hal ini harus di musyawarahkan terlebih dahulu jauh hari sebelum dilaksakan penyembelihan hewan qurban atau memelihara hewan qurban milik sohibul qurban tersebut. Musyawarahkan aqadnya seperti apa dan bagaimana tindakannya, digaji berapa dan sebagainya.

Adapun jika dia dapat bagian satu bungkus, maka itu hak dia sebagai hadiah dan boleh diterima sebagai hadiah. Adapun diterima dalam bentuk upah, maka tidak diperbolehkan, harus digaji dari sohibul qurban.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.