logo

Mengerikan Sekali !!! Dosa Bagi Pelaku Syirik dan Dampaknya | Konsultasi Muslim



Kita semua sepakat bahwa meminta dan percaya kepada selain Allah adalah termasuk perbuatan syirik yang bisa mengantarkan seseorang kedalam neraka, jika dia tidak bertobat kepada Allah dan meninggal dalam rangka berbuat syirik kepada Allah.

Allah berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisa’ : 48).

Jenis-jenis syirik banyak macamnya, seperti :

1. Menyekutukan Allah dengan pergi ke dukun

2. Percaya kepada tukang ramal

3. Tathoyyur. Contohnya dia menganggap manusia, hari dan apapun bisa membawa sial kepada dirinya, dan dia bisa tertimpa musibah. Perbuatan ini termasuk syirik karena percaya bahwa makhluk Allah bisa mendatangkan manfaat dan mudorot, sedangkan yang bisa mendatangkan manfaat dan mudorot hanya Allah saja.

Allah berfirman :

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah : “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudhorotan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Araf : 188).

4. Meramal sendiri dengan ilmu perbintangan

5. Percaya kepada permainan ramalan yang meramal karakter seseorang, jodoh, bahagia dan sedih.
Zaman memang telah berubah dan serba canggih, namun tradisi-tradisi jahiliyah yang dilakukan oleh orang-orang sebelum mengenal diperbaharui dan dibalut dengan bungkus yang cantik, sehingga yang kelihatannya tidak ada keyakinan apapun, rupanya mengandung unsur syirik yang bisa mengantarkan pelakunya masuk ke jurang neraka, dan ini haruslah dihindari oleh seorang muslim.

Dulu, orang-orang jahiliyah meyakini bahwa jika burung melakukan pergerakan ke kanan, maka perjalanannya akan baik. Akan tetapi jika burung tersebut melakukan pergerakan ke kanan, maka perjalanannya akan buruk dan mendapat musibah, sehingga mereka tidak jadi melakukan perjalanan. Begitu juga orang sekarang yang masih percaya kepada sesuatu yang bisa mendatangkan mudorot seperti misalnya kupu-kupu masuk ke rumah pertanda ada tamu dan segala macam, begitu juga jika kupu-kupunya mati, maka pertanda musibah datang dan segala macam. Begitu juga mengubur ari-ari bayi dengan mengambil rambut ayah dan ibunya serta menyelipkan kertas berisi nama ayah dan ibunya, maka perbuatan semacam ini hukumnya haram dan termasuk kesyirikan yang nyata. Perbuatan semacam ini harus ditinggalkan oleh seorang muslim karena bisa menyebabkan dia bisa keluar dari Islam.

Jika seorang muslim yang melakukan perbuatan syirik seperti di atas tidak bertobat kepada Allah sampai mati, maka dia akan masuk kedalam neraka yang sangat panas. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

Ingatlah, bahwa jika seorang muslim melakukan perbuatan syirik, maka amalan-amalannya bisa habis disebabkan perbuatan syirik yang dia lakukan tersebut.

Allah berfirman :

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-An’am : 88).

Sangat rugilah orang-orang yang berbuat syirik karena amalan-amalan baik yang dulu mereka kerjakan lenyap seketika dikarenakan perbuatannya yang menyekutukan Allah dengan makhluk ciptaan Allah. Andai saja pelaku syirik itu tau dosa dan dampaknya kepada mereka dan amalan mereka, pastilah mereka berjanji dan tidak akan lagi mau melakukan perbuatan syirik tersebut dan akan memperbaiki amalannya serta memperbanyak beramal kembali kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.